Posted in Indonesia, Makassar, Maros, South Sulawesi

Makassar Trip (Day 2 & 3)

Hari ini kami merencanakan untuk berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung-Bulusaurung dan Rammang-rammang  yang keduanya berada di wilayah kabupaten Maros.

Sebagai hotel bintang 4, sajian breakfast yang disajikan oleh hotel Singgasana terbilang lengkap dan enak, dengan berbagai pilihan yang menarik. Ruang makan hotel cukup besar dan nyaman. Setelah sarapan, pukul 09.00 kami sudah berangkat menuju destinasi pertama.

TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG – BULUSAURUNG

Taman nasional ini merupakan suatu konservasi yang terletak di pegunungan kapur (karst), memiliki air terjun dan goa-goa dengan stalagtit dan stalagmit. Kawasan ini terkenal dengan konservasi bergaam habitat dan yang paling menonjol adalah kupu-kupu.

52

Pintu gerbangnya berbentuk portal dengan kupu-kupu raksasa yang sayangnya agak kurang terawat, sayap kupu-kupunya di beberapa bagian sudah koyak dan warnanya bladus, sementara tulisan taman wisatanya pun hurufnya ada yang sudah tergelincir.

53
Taman Nasional Bantimurung – Bulusaurung

Pemandangan pegunungan karst yang sambung menyambung sebagai latar belakang sangatlah indah, pegunungan ini dimahkotai oleh hutan yang menghijau lebat. Tidak jauh di belakang portal kupu-kupu, ada patung monyet raksasa. Suhu udara di kawasan ini cukup sejuk, tidak seperti kota makassar yang panas.

51
Patung monyet

Setelah membeli tiket di loket, kami memasuki taman nasional tersebut. Mungkin karena semalam baru saja diguyur hujan, jalan setapaknya agak basah dan licin. Tidak jauh, ada area kolam yang ramai dipenuhi pengunjung untuk berenang-renang atau sekedar main air. Kolam ini aliran airnya berasal dari air tejun bantimurung yang ada di sebelah hulu.

Kami meneruskan perjalanan hingga mencapai air terjun bantimurung, tidak perlu khawatir lelah, dari pintu masuk jalannya hanya sekitar 300 m dengan medan yang landai (ini baru air terjun yang affordable karena nggak harus trekking), gemuruh suara air terjun sudah bisa terdengar dari kejauhan. Air terjunnya sendiri bertingkat-tingkat dengan elevasi yang tidak terlalu tinggi. Kesan saya sangat touristy , terlalu ramai dan tumpah ruah dengan pengunjung yang mandi-mandi. Kondisi jalanan lebih becek lagi karena pengunjung yang ada hilir mudik dalam keadaan basah kuyup, jadi harus agak berhati-hati agar tidak terpeleset.

61
Air terjun Bantimurung

Setelah menitipkan kedua anak pada mertua yang lebih memilih duduk-duduk di kursi sembari menikmati air terjun, saya dan suami meneruskan pendakian melalui sejumlah anak tangga menuju ke danau kassi kebo dan goa batu. Seperti di area bawah, aksesnya sudah dibuatkan jalan setapak yang sangat memudahkan tapi sekaligus menghilangkan kesan alami dari taman nasional.

Danau kassi kebo merupakan danau yang berwarna hijau kebiruan, saat saya datang airnya sedang surut sehingga pemandangan yang ditawarkan tidaklah seindah yang ada di instagram. Ada larangan main air di sini, katanya sih karena danaunya keramat.

68
Danau kassi kebo

Kami meneruskan perjalanan hingga tiba di goa batu, tangga menuju goa tersebut sangatlah licin dan sempit. Goa batu merupakan salah satu goa yang menyimpan peninggalan prasejarah berupa tapak tangan manusia purba. Goanya sendiri tidaklah terlalu luas, karena sangat gelap maka dibutuhkan bantuan senter yang banyak disewakan di pintu masuk. Kondisi stalagtit stalagmitnya cukup mengagumkan walaupun banyak yang sudah mati.

Yang disayangkan saya hampir tidak bertemu kupu-kupu yang merupakan spesies utama taman nasional ini, padahal katanya kupu-kupu bantimurung varietasnya sangat beragam. Yang ada malah saya ketemu luak yang sedang nangkring di pucuk pohon.

Di kios-kios depan taman nasional banyak dijual cinderamata berupa kupu-kupu yang sudah diawetkan dan diletakkan dalam pigura kaca. Agak miris juga sih melihat banyaknya kupu-kupu yang malah diawetkan bukannya terbang bebas. Lama-lama kupu-kupunya bakal habis apalagi dengan kondisi alam yang seperti sekarang.

DRAMA BENSIN

Saat masih berada dalam Taman Nasional, kami ditelpon oleh akang sopir yang kemarin, si akang memberitahukan bahwa mobil yang kami pakai akan digunakan untuk keperluan lain, jadi si akang akan menukar dengan yang lain. Tak lama si akang datang tepat saat kami keluar dari kawasan taman nasional. Saat akan jalan, suami saya menyadari bahwa bensin di mobil tersebut tinggal 1 strip aja (huuh tau gitu semalem mobilnya nggak diisi full). Dalam perjalanan ke rammang-rammang, kami pun mencari pom bensin, dua pom yang kami singgahi menyatakan bahwa stok premiumnya habis. Di Pom ketiga mati lampu jadi transaksi tidak bisa dilakukan, kami pun mulai kebat-kebit apalagi indikator mulai menyala merah. Jarak antara makassar-maros berdurasi 1 jam, belum lagi perjalanan kami ke rammang-rammang. Tidak ada kios bensin eceran pinggir jalan seperti yang lazim ditemui di jakarta. Untunglah mendekati jalan utama dekat lokasi rammang-rammang, kami menemukan pom bensin yang ada stoknya dan langsung kami isi full tank.

Saya jadi berfikir, kota besar no 3 di indonesia setelah jakarta dan surabaya saja sulit menemukan pom bensin, apalagi kota-kota lainnya di provinsi lain selain jawa. Tampaknya peran pemerintah dalam pemerataan sumber daya alam harus lebih digalakkan.

RAMMANG-RAMMANG

Rammang-rammang ini merupakan destinasi wisata baru yang mencuat terkenal akibat sosial media. Rammang-rammang diklaim sebagai area karst terbesar kedua di dunia setelah kawasan karst di china selatan. Agak bingung juga karena kok masuk wilayah desa demgam pematang swah yang luas. Tidak ada marka penunjuk jalan sama sekali, sebagai gantinya banyak bocah-bocah lokal yang bersedia memandu kita dengan upah seikhlasnya. Karena masih baru, infrastrukturnya belum memadai, jalanan menuju ke sana masih jalanan kampung yang hanya muat satu mobil dan bahkan beberapa merupakan jalanan sempit di pematang sawah. Tidak berapa lama kami berhadapan dengan pos – portal di mana kita harus turun untuk mengisi buku tamu dan melapor kepada rt/rw setempat. Di pos ini banyak ABRI-ABRI muda yang sepertinya memang ditugaskan untuk membangun infrastruktur di kawasan ini, semacam ABRI masuk desa di zaman Pak Harto dahulu.

Bocah yang kami sewa membawa kami ke penyewaan perahu milik kerabatnya , untuk mencapai kawasan rammang-rammang memang kita harus menyewa perahu untuk menelusuri sungai. Karena cuaca memang panas terik, disewakan pula topi anyaman bambu, mirip-mirip kondisi wisata di vietnam.

75
Dermaga Rammang-rammang

Kami menelusuri sungai pute yang berwarna kecoklatan dengan banyak vegetasi bakau di dalamnya, sementara di latar belakangnya pegunungan karst yang menghijau tinggi menjulang indah. Sesekali kami menjumpai rumah panggung penduduk yang bediri di pinggir sungai.

77
Sungai pute

Sekitar 15 menit kemudian sampailah kami di dermaga kampung berua, Kampung berua inilah tepatnya lokasi dari foto Rammang-rammang yang banyak beredar di sosmed. Saya segera sibuk mengambil gambar lewat kamera sembari mencari spot lokasi foto yang ada.  Kampung berua merupakan area kosong dengan hanya 3-4 rumah penduduk, sisanya adalah hamparan sawah ladang luas yang dibentengi oleh pegunungan karst di sekelilingnya. Di kawasan ini juga dapat kita temui goa-goa prasejarah dengan lukisan cap tangan seperti di bantimurung tadi. Hanya ada satu warung kecil yang merangkap rumah makan di tempat ini yang penuh dengan pengunjung.

83
Kampung Berua

Setelah puas menelusuri eksotika rammang-rammang kami kembali ke makassar setelah sebelumnya mampir dulu di warung penyet ala jawa timuran di dekat bandara Sultan Hasanuddin. Kemacetan cukup parah terjadi di sekitar area bandara karena memang sedang ada pembangunan jalan.

PUSAT OLEH_OLEH DI JL SOMBA OPU

Setelah beristirahat, untuk menyingkat waktu sorenya saya dan suami pergi sebentar ke jalan somba opu untuk membeli oleh-oleh, sementara anak-anak saya titipkan ke mertua di hotel. Jalan Somba Opu merupakan pusat oleh-oleh khas Makassar, kami berhenti di sebuat toko yang cukup besar dan koleksinya lengkap.

Segala macam penganan khas makassar tersedia di sini, kopi toraja, sirop markisa, dodol, keripik dll. Toko ini juga menjual souvenir t-shirt, kain songket toraja, daster, tas-tas etnik hingga replika kapal phinisi.

Barang yang kami beli dikemas dengan rapih dalam sebuah dus yang sudah dilabeli dan diberi pegangan tangan.

KONRO KAREBOSI

Setelah maghrib, kami bertandang ke restoran konro karebosi yang berlokasi di depan lapangan karebosi untuk menyicipi kuliner terkenal khas makassar lainnya yaitu sop konro dan konro bakar.

Dari luar restoran, asap bakaran dari konro sudah wangi tercium membangkitkan selera. Kami masing-masing memesan sop konro dan konro bakar agar bisa menyicipi keduanya, dan keduanya ternyata enak luar biasa. Potongan besar konro (iga sapi) dengan daging yang amat lembut dan mudah dilepas dari tulangnya dipadukan dengan bumbu-bumbu khas makassar, sangat sedap.

MIE TITI 

Setelah anak-anak tidur terlelap di hotel, emak bapak yang kebanyakan gaya ini masih pingin jalan-jalan ke pantai Losari sebab kemarin suami saya tidak mencicipi pisang epe yang enak itu.

Pukul 9 malam, setelah menitipkan anak-anak, kami berangkat ke pantai Losari. Setelah mencicipi pisang epe di salah satu kedai di pantai losari, kami kembali berjalan ke mie titi yang terletak di kawasan kuliner makassar.

Mie titi ini menurut saya mirip sekali dengan i fu mie, entah apa bedanya, mie tipis kering yang disajikan dengan kuah kanji panas isi sayuran dan ayam atau seafood. Rasanya enak dan memang harus dimakan saat masih panas-panas.

img-20151113-195234-largejpg
Mie titi

DAY 3

Pagi-pagi kami sudah berenang di kolam renang yang merupakan fasilitas hotel. Sayangnya kolam renang pagi itu malah digunakan oleh siswi sekolah renang yang berenangnya jago banget, seharusnya sih kalau ada pengunjung hotel di musim ramai begini, kolam renang jangan dipakai untuk keperluan seperti ini ya. Jadi kami hanya leluasa berenang di kolam anak yang ukurannya kecil banget.

113

FORT ROTTERDAM

Fort Rotterdam atau dulu bernama Benteng Ujung Padang adalah sebuah benteng peninggalan kerajaan Gowa- Tallo, karena kalah perang maka melalui perjanjian Bungayya, benteng ini diserahkan kepada pihak VOC dan diganti namanya menjadi Fort Rotterdam.

Sesuai dengan visi kerajaan Gowa Tallo yang kuat di bidang kemaritiman, benteng ini bentuknya seperti penyu yang akan turun ke laut, yang bisa hidup di darat dan laut. Benteng ini dibuat dari bebatuan karst yang diambil dari maros.

Bagian benteng dibelakang dinamakan bastion amboise yang mana dapat dijelajahi, bagian benteng ini dulu digunakan oleh para tentara bayaran dari ambon.

Salah satu sayap benteng ini dijadikan museum la galigo yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah dari kebudayaan makassar. La galigo sendiri merupakan sebuah epos yang konon merupakan epos terpanjang di dunia selain epos mahabrata, salinan naskah la galigo sendiri tersimpan di Belanda.

RM BRAVO

Sebelum bertolak ke bandara, kami mampir dulu ke RM Bravo yang terkenal akan es dan camilan khas makassarnya. Kami memesan es pisang ijo dan es palu butung sembari menikmati otak-otak, lumpia dan jalangkote (sejenis pastel isi bihun, sayur dan daging). Es pisang ijo dan palu butungnya sangat besar porsinya, sehingga satu mangkok rasanya cukup untuk dua orang.

Setelah itu kami mampir sebentar di kediaman saudara yang telah mengundang kami ke makassar ini, sayang sekali sampai hari tearkhir kunjungan ini, kami tidak bertemu dengan beliau karena urusannya di manado belum selesai. Dengan diantar akang sopir yang kami jemput di sekitar kampus Unhas, kami pun menuju ke Bandara.

See you Makassar, semoga suatu hari nanti kami bisa berkunjung ke sini lagi.

Advertisements

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s