Posted in Depok, Indonesia, West Java

D’ Kandang Amazing Farm

D’ KANDANG AMAZING FARM

Matahari sangat terik menyengat kala kami memasuki area D’ kandang, padahal waktu baru menunjukkan pukul 09.30 pagi. D’ kandang Amazing Farm merupakan suatu wahana rekreasi edukasi yang mengusung tema peternakan dan perkebunan. Terletak di jl penarikan, kelurahan pasir putih- sawangan, depok, lokasi tempat ini memang seakan-akan tersembunyi apalagi jalan menuju ke sana sempit, kondisi aspalnya di beberapa bagian rusak dan suasananya sepi.

Kami mendapat informasi tempat ini dari salah satu teman melalui foto-foto yang diunggahnya di sosial media, kebetulan memang tidak jauh dari kediaman kami di bilangan Cibubur.

Saat kami tiba, tanpa disangka area parkir sudah dipenuhi banyak mobil dan beberapa bus pariwisata yang mengangkut rombongan siswa TK, sepertinya D’ kandang merupakan destinasi yang cukup populer untuk kegiatan outing.

Ticket booth di pintu masuk hanya menjual tiket masuk, sementara tiket untuk wahana bisa dibeli di ticket booth yang terletak di dalam area. Ada dua macam tiket masuk yang dijual, yang pertama 35 K, sudah termasuk topi hias (caping) dan yoghurt, yang kedua hanya 18 K, hanya mendapat free yoghurt saja. Saat kami datang jam 09.30, tiket yang type pertama sudah habis, sepertinya memang tidak disediakan banyak, padahal kan tempat ini baru buka pukul 09.00. Di ticket booth tersedia juga pamflet yang berisi informasi kegiatan apa saja yang bisa dilakukan juga paket-paket yang tersedia, sayangnya tidak ada peta informasi letak wahananya.

18198367_10155339480324623_2930410772604195045_n
Pintu masuk, di belakangnya loket tiket

Keluar dari area ticket booth, terhamparlah lapangan berumput yang sudah dipola rapi seperti di lapangan futsal, karena dinaungi banyak pohon rindang, lapangan ini banyak digunakan oleh pengunjung untuk duduk-duduk santai sembari mengawasi anaknya bermain. Di samping kiri berjejer food court yang menjual makanan ringan hingga menu-menu makan siang, harganya cukup terjangkau, sementara agak ke atas terdapat area panahan. Di sebelah kanannya berdiri area outdoor playground, sementara di depannya ada lapangan dengan air mancur menyembur dari lantai yang pasti jadi favoritnya anak-anak. Dari tempat ini jalan bercabang dua, yang ke kiri menuju area outbond, sementara yang kanan menuju area peternakan-perkebunan. Saya segera menggendong baby B yang mulai kepingin main basah-basahan ke area peternakan di bawah.

18193854_10155339480739623_1776708669785640680_n
Di samping tulisan ada peta area
18198418_10155339481909623_7108618657119169566_n
Free Yoghurt

Area D’kandang ini sangat luas dan sangat disayangkan tidak banyak tersedia papan informasi yang memuat peta area, paling yang ada hanya penunjuk arah saja, kami pun mengandalkan bertanya kepada para petugas yang ada. Saya hanya menemukan satu papan petunjuk peta area di dekat tulisan “D’kandang amazing farm” yang terletak persis didepan air mancur. Karena memang konsepnya “farming”, jalanan di sini memang tidak semuanya diberi perkerasan, di beberapa tempat lumayan becek dan bikin sendal jadi tebal karena tanahnya ikut terbawa, makanya harus mengenakan sendal yang nyaman (btw sempet bingung juga sih karena nemu aja emak-emak yang pake wedges atau high heels ke tempat kayak gini).

Untuk menuju ke area peternakan di bawah, kita akan melewati jalanan dengan barisan pepohonan yang rindang dan saung-saung bambu untuk bersantai di kanan-kirinya. Memang tidak ada aturan dilarang membawa makanan dan minuman dari luar, jadi banyak pengunjung yang membawa bekal makanan dan berpiknik di sini.

18194722_10155339481254623_5746625551989790493_n
Jalanan menuju peternakan

Ada dua macam wahana yang ditawarkan, yaitu wahana edukasi dan wahana kreasi, ada juga paketnya yang mana lebih murah. Pantas saja banyak TK yang mengadakan outing di sini, selain kegiatannya bervariasi, harganya juga terjangkau. Setelah mengamati deretan wahana dan paket yang ditawarkan, kami hanya memilih 4 macam wahana yaitu memberi makan kelinci, menyusui cempe (anak kambing), naik delman dan ATV. Kami sengaja skip wahana kreasi karena sepertinya baby B belum bisa.

18198683_10155339481479623_3973292038686010597_n
Wahana yang tersedia
18194964_10155339481559623_7750372033613590764_n
Ticket Booth di dalam

Kami langsung menuju “Rabbitton” untuk memberi makan kelinci, Rabbitton ini merupakan suatu areal yang dibatasi pagar di sekelilingnya dan sudah dibangun padang rumput dengan liangnya untuk para kelinci. Selain kelinci, di sini juga ada kandang ayam, bebek, kalkun, burung puyuh, kambing bahkan kebo bule. Untuk masuk ke sini, cukup tunjukkan potongan tiket kepada petugas. Tiket wahana memberi pakan kelinci seharga 20 K ini ditukarkan dengan seember kecil isi wortel dan kangkung.

18194022_10155339482099623_4312100032452179951_n
Area Rabbitton
18193862_10155339483634623_7489079454043905687_n
Di dalam Rabbitton

Berbeda dengan si sulung yang jijikan, baby b ini memang berani dengan binatang, dia tidak segan memberi makan potongan wortel sambil mengelus-ngelus kelinci. Kelincinya memang dibiarkan bebas di sini sementara hewan lainnya barulah dikandangkan atau diikat. Puas main dengan kelinci, baby b berlari ke kandang ayam dan bebek, lalu memberi makan kangkung ke kambing. Kambing yang ada di sini tegap dengan tanduk yang tidak kalah besarnya. Sementara kebo bulenya, err…agak geli juga ya, karena memang bulunya pirang jadi warnanya kelihatan pink, saya sih lebih suka ngeliat kebo item atau abu-abu yang biasa, padahal harga kebo bule ini mahal banget katanya karena biasa dipakai untuk upacara adat.

Dari Rabbitton kami beralih ke kandang kambing, begitu kami masuk, bau menyengat khas kambing menyeruak tajam. Tiket menyusui cempe seharga 20 K ditukarkan dengan botol susu ukuran kecil yang akan diberikan kepada cempe. Petugas mengeluarkan cempe dari kandangnya secara bergantian, cempe-cempe rakus berebutan dot susu sampai saya lah yang menyingkir ketakutan, baby b malah seneng kegirangan sambil sesekali pingin menggendong bayi kambing tersebut, lah dikira kucing kali ya. Sayangnya botol susunya kecil banget jadi baru semenit aja udah abis.

18194070_10155339488619623_9073350632612295317_n
Menyusui cempe

Selanjutnya kami menaiki delman yang berjalan menyusuri bagian belakang d’kandang, seperti yang sudah saya kemukakan jalanannya becek banget dan tergenang air jadi terkadang si kuda agak terpeleset. Durasi naik delmannya hanya sebentar, sekitar 10 menit aja dengan tarif 40 K. Di samping delman ini juga ada wahana menunggang kuda, tapi baby B nggak mau.

18194939_10155339492904623_4084275723498891435_n
Delman

Saya sempat mengajak suami dan baby b ke area persawahan di mana kita bisa memanen sayuran ataupun tangkap ikan, tapi suami saya menolak karena matahari hari itu luar biasa panas menyengat dan langsung mengajak kami ke area outbond saja.

Untuk ke area outbond, kami harus kembali ke depan lagi, jalanan menuju ke area outbond lumayan becek. Suasananya masih asri, persis seperti di kampung, tidak ada tambahan atau modifikasi selain wahana outbondnya. Saya jadi membayangkan kebon-kebon luas di area depok sebelum dijadikan perumahan, pasti suasananya seperti ini.

Wahana outbond hari itu dipenuhi oleh para anak TK yang menjerit-jerit kegirangan. Suami saya dan baby b langsung menaiki ATV yang sayangnya hanya boleh dinaiki dua putaran saja, sebentar banget ya. Setelah menaiki ATV kami memutuskan meninggalkan lokasi d’kandang.

18221576_10155339493624623_978439748095595855_n
ATV

Overall menurut saya, d’kandang ini cukup bagus untuk wahana rekreasi edukasi dengan konsep mengenal alam, tentu baik buat anak-anak, karena selain dekat dengan alam, mereka juga akan banyak gerak. Cuma menurut saya perlu perbaikan terutama dalam segi kebersihan, dibandingkan dengan kuntum nurseries bogor yang sudah terkonsep rapi, pengelolaan hewan-hewan di d’kandang ini masih di bawahnya.

MASJID DIAN AL MAHRI / MASJID KUBAH EMAS

Masih berlokasi di depok, tersebutlah sebuah masjid yang sangat kondang bagi grup ibu-ibu pengajian, apalagi kalau bukan Masjid Kubah Mas. Masjid yang aslinya bernama Masjid Dian al Mahri ini (sesuai nama pemiliknya) menempati suatu area yang sangat luas dan kubahnya dikabarkan disaput dengan emas asli. Masjid ini bahkan jadi tujuan wisata tidak terkecuali dari luar daerah, itulah mengapa saya bela-belain melipir sebentar karena mertua saya kepingin banget ke sini, walaupun saya sudah pernah.

Pintu masuk antara laki-laki dan perempuan dipisah, masjidnya sendiri memang besar dengan arsitektur yang cukup mewah. Sayangnya saya sampai sekarang selalu heran kenapa anak-anak dilarang masuk ke ruang shalat, toh kalau mengacu pada Al Quran dan Hadits kan anak-anak itu seharusnya sangat welcome di masjid, toh kalau berisik atau lari-larian kan bisa menegur orang tuanya. Saya malah sebel sama grup ibu-ibu centil yang cuek dandan di dalam masjid atau malah ngejogrok selfie-selfie sampe nutupin jalan, hadeuh.

Advertisements

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s