Posted in Banten, Indonesia, Tangerang

World of Wonders

WOW?World of Wonders?apaan tuh?baru denger kayaknya.

Begitu respon saya saat mendengar destinasi outing sekolah anak tahun ini. Saya pun langsung browsing via internet, ternyata WOW (World of Wonders) itu adalah semacam mini theme park sekaligus waterpark yang berlokasi di Citra Raya, Bitung – Tangerang. Memang sih rasanya taman bermain ini nggak terlalu populer-populer amat, mungkin kurang publikasi ya . Awalnya saya agak malas karena melihat lokasinya yang jauh banget, tapi demi kebersamaan saya memilih ikut, toh lagian juga belum pernah. Yang lucu sih, dari hasil browsing, karena menyandang nama ‘World of Wonders” ada beberapa bangunan yang dibuat menyerupai bangunan-bangunan terkenal di dunia, misalkan saja menara pisa, tembok china, borobudur dll, yang kayaknya cukup menarik buat spot foto-fotoan.

Kami dijadwalkan berangkat pukul 07.00 pagi dari bilangan jakarta timur. Saya yang kebagian tugas jadi panitia konsumsi udah stand by pagi-pagi untuk ngambil pesenan snack di toko kue. Jam 07.00 semua anggota rombongan sudah rapi berkumpul dan siap naik bus, tapi sayangnya …… bus nya bermasalah, AC-nya nggak mau nyala. Anggota rombongan yang kebanyakan adalah emak-emak super langsung protes, kenapa supir dan kenek tidak mengecek dari pagi?? coba diutak-atik pun tetap tidak bisa nyala. Akhirnya kami terpaksa menunggu bus pengganti datang, kan nggak mungkin dengan jarak yang lumayan jauh kami semua bisa bertahan dalam bus tanpa AC, kasihan anak-anak. Bisa ditebak akhirnya acara molor 1 jam lebih, baru jam 08.30-an kami berangkat.

Untunglah kondisi tol JORR belum macet, sekitar 2 jam kemudian kami keluar dari exit tol Bitung, melewati kawasan industri dengan deretan pabriknya dan tak lama kemudian kami memasuki gerbang perumahan Citra Raya yang merupakan lokasi dari WOW.

Begitu turun kami disambut oleh gerbang lengkung tinggi berwarna hijau dengan tulisan “World of Wonders” disertai dua ekor patung dinosaurus seukuran aslinya. Anak-anak pun langsung ribut minta difoto sama patung dino. Sebelum masuk, ibu guru (yang jadi koordinator acara) membagikan tanda masuk/tiket berupa gelang yang harus dipakai di pergelangan tangan. Gelang ini jangan sampai hilang atau rusak ya. Di pintu masuk pemeriksaan barang bawaan cukup ketat, memang sudah ada peraturan dilarang membawa makanan/minuman dari luar. Staf dan satpam menggeledah isi tas satu per satu, tapi kalau cuma snack semacam kacang atau chiki dan air mineral sih masih lolos, kayaknya yang nggak boleh kalau bawa nasi dan lauk pauknya apalagi pake rantang. Tiket masuk terusan (world of wonders dan water park) harganya 85 K/orang, anak mulai umur 1 tahun atau tinggi badan lebih dari 85 cm sudah membayar penuh.

Begitu melewati gerbang, kami melewati areal permainan yang jadi favorit anak-anak seperti carrousel/komidi putar dan perahu bebek. Guru-guru pun cepat menggiring siswanya menuju lokasi pertama sebelum mereka merengek dan bubar jalan minta naik mainan, haha. Karena acaranya outing, tentunya wisata nya juga diselipkan unsur edukasi, bukan hanya rekreasi.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah “Taman Satwa” di mana kita bisa memberi makan hewan-hewan ternak yang ada seperti kambing, sapi, kuda, kelinci dan ikan. Pakan hewan ternak bisa dibeli di kantin yang terletak di depan taman satwa. Arealnya tidak terlalu luas dan sayangnya menurut saya agak kurang bersih dan baunya menguar tajam ke mana-mana. Berbeda dengan kuntum nurseries bogor atau d’kandang depok yang memang spesialisasinya di wisata edukasi farming jadi perawatannya tentu lebih intensif. Taman satwa ini berada di tengah-tengah areal bangunan jadi kondisi udara dan sanitasi pastinya kurang bagus. Hewan yang ada pun tidak terlalu banyak. Beberapa anak antusias (juga sedikit takut-takut) ikutan memberi makan kepada hewan, tetapi beberapa anak (termasuk baby G, anak saya yang bersihan banget) memilih ngejogrok dekat kolam ikan karena ga suka baunya.

Dari taman satwa, anak-anak digiring ke Taman Lalu Lintas. Kalau ini baru favoritnya anak-anak di mana mereka bisa mengendarai mobil sendiri di areal terbuka yang cukup luas tanpa bantuan orang dewasa. Seru-seru lucu, ada yang langsung lancar nyetirnya, ada yang nabrak, ada yang malah berhenti nggak jalan karena bingung. Sayangnya hanya boleh naik maksimal 2 kali. Kali kedua baby g nyetir sendiri dengan baby b di sampingnya (baby b nyusul ke lokasi dengan suami saya).

Setelah puas nyetir, karena sudah waktunya makan siang, kami semua berkumpul di suatu areal terbuka yang cukup luas untuk makan bersama. Harusnya sih kami masih ada kegiatan outbond, tapi karena acara molor akhirnya terpaksa dibatalkan. Makan siang sudah dipesan langsung ke World of Wonders, cukup terjangkau kok, paket menu nasi ayam tepung ala kfc lengkap dengan aqua gelas cuma 20 K. Di samping area kumpul kami ada outdoor playground yang besar, lumayan lah untuk nyambi nyuapin anak. Ada juga wahana Petualangan air yang bikin anak-anak ribut minta berenang dan main basah-basahan, walau akhirnya dilarang juga oleh ibu guru karena sorenya kami akan bersama-sama ke waterpark.

Sambil menunggu kami sempat main cangkir puntir (wahana cangkir putar) dan jelajah rimba (semacam kereta keliling). Semua wahana yang ada di sini hanya boleh dinaiki maksimal 2x, sang petugas akan menandai gelang yang kita pakai saat akan naik.

17799268_10155263451079623_7084320970435549264_n
Cangkir puntir
17862686_10155263451094623_8286753158654568099_n
Jelajah Rimba

Setelah semua beres makan, ibu guru memimpin kami menuju gedung Museum Satwa yang bersambung dengan gedung Tekno Mania. Museum satwa sendiri merupakan mini museum satu ruangan dengan koleksinya mayoritas adalah binatang-binatang kecil yang sudah diawetkan, mulai dari serangga, kupu-kupu, burung hingga tupai. Ada juga model badak dan kambing seukuran aslinya.

Ruangan selanjutnya adalah koleksi model peraga manusia, dimulai dari “gerbang” mulut dan gigi, struktur tulang, model jantung, mata, ginjal, paru-paru dll, macam laboratorium biologi di SMA saya dulu. Berlanjut ke ruangan sebelahnya yang berisi display ikan laut dengan ukuran besar. Gedung tekno mania sendiri bersisi berbagai macam alat peraga fisika yang disertai keterangan dan bisa dicoba simulasinya.

Sebenarnya cukup menarik dan edukatif, cuma lebih pas untuk anak usia SD ke atas, kalo anak TK ya paling cuma lari-larian sana sini sambil utal-util iseng narik alat peraga. Selain itu gedungnya tidak dilengkapi dengan pendingin ruangan, kondisi yang panas dan pengap tentunya membuat kami tidak betah berlama-lama di dalam.

Lepas dari sini, acara bebas, kami boleh berpencar yang penting ketemu jam 3 sore di depan gerbang tembok china. Suami dan saya yang sudah kelaparan (karena jatah konsumsi tadi hanya untuk anak) langsung menuju food court yang terletak di depan “Golden Gate KW”. Kami sempat melewati Galeri ilusi (bisa foto-foto dengan gambar efek 3D) dan Rumah Angker (rumah hantu) yang langsung kami skip karena nggak tertarik.

Harga makanan di food court-nya lumayan murah untuk ukuran tempat wisata, rata-rata 20-30 K, walau rasanya biasa aja dan saat dihidangkan sudah dingin (ayam bakar yang saya pesen sudah dingin).

Dari sana kami langsung mencoba naik wahana “Sepeda Layang” , semacam kereta dengan rel yang posisinya di ketinggian sekitar 3 m. Walau dikatakan sepeda tapi lebih mirip kereta, jalannya juga dioperasikan otomatis oleh mesin. Saya pernah naik wahana semacam ini waktu di BNS malang dulu. Saya naik dengan baby g, sementara baby b dengan si mbak. Glek… kok ngeri-ngeri sedap ya, saya merasa posisi kereta miring dan getar-getar saat membelok sampe lutut lemes, berasa safety-nya kurang. Saya kira cuma saya yang jiper ternyata suami dan bahkan sepupu saya (yang badannya gede) juga bilang begitu, haha.

17799071_10155263451664623_6287821027722280748_n
Sepeda layang di depan replika tembok china 

Ada beberapa wahana yang sayangnya nggak beroperasi seperti kereta minoan (kereta muter-muter) dan perahu liberty (perahu di kolam kecil) yang pasti jadi kesukaan anak-anak. Anak-anak sempat naik ayunan kaisar (ayunan berputar), paralayang (semacam gajah blenduk kalo di dufan cuma harus dikayuh biar naik), kuda ria (komidi putar) dan kincir jurrasic (bianglala).  Sempet juga foto-foto di beberapa spot KW seperti menara pisa, collosseum, ziggurat, tembok china dan borobudur. Si mbak bahkan sempet naik kebat-kebit, semacam roller coaster dengan trek yang biasa aja.

Overall kalo menurut saya ini low cost theme park, wajar sih secara htm-nya hanya sekitar 85 K. Bangunannya perlu difinishing ulang karena di beberapa tempat banyak yang sudah bladus, wahananya kebanyakan untuk anak-anak dan tidak terlalu istimewa, sepertinya peralatannya juga sudah agak lama. Maintenance-nya harus lebih diperhatikan.

Spot-spot foto KW yang ada juga sederhana, bangunan KW-nya tidak detil dan bahkan terkesan “ngasal” yang penting ala-ala. Tapi secara keseluruhan cukup lah, sepadan dengan harga yang dibayar.

17523624_10155263458004623_1702208535857780876_n
Ziggurat KW
17799104_10155263458314623_6373085491790531848_n
Borobudur KW
17799296_10155263458574623_3588085652928232883_n
Menara Pisa & Collosseum KW

Jam 3 kami berkumpul di depan gerbang tembok china dan langsung menuju ke Waterpark yang letaknya persis di depan pintu masuk kami tadi. Waterparknya sangat luas dan yang menyenangkan ada kolam renang untuk orang dewasa juga, bukan cuma buat main air. Sayangnya airnya butek dan agak kotor (sampe sepupu saya bilang ntar kalo di-upload di sosmed fotonya dibikin hitam putih aja) tapi bagi anak-anak no problem lah. Yang bikin heran, petugas di sana hobi banget nyiramin air ke lantai, entah apa maksudnya, tapi yang pasti bikin licin karena lantainya tidak diberi soft mate. Puas berenang kami pun pulang.

Advertisements

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s