Posted in Indonesia, Lombok, West Nusa Tenggara

Lombok finally

Sejak melihat foto-foto indahnya Lombok via jejaring sosial yang di-share oleh beberapa teman saya, Lombok masuk menjadi salah satu bucket list . Maka, alangkah gembiranya saat suami saya memberi tahu bahwa outing kantor kali ini (2015 red) tujuannya ke lombok selama 4D3N, dreams come true bener deh, apalagi outing kan free artinya saya tidak perlu mengeluarkan biaya selain kebutuhan pribadi.

Selain dengan suami dan kedua anak (baby G & baby B), saya juga mengajak mama mertua yang juga belum pernah main ke Lombok. Karena family gathering tentunya kantor suami menyewa jasa trip organizer lokal (asli Lombok) untuk mengatur dan mengurus kebutuhan kami selama disana, mulai dari penerbangan, akomodasi, makan dan agenda wisata. Selain itu ada juga panitia kecil yang terdiri atas staff kantor yang masih muda (dan single) yang tugasnya berkoordinasi dengan trip organizer.

DAY 1

Penerbangan pertama menuju lombok (pukul 05.15 WIB) dipilih oleh trip organizer kami agar rombongan tiba di lombok masih pagi sehingga banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Itu berarti kami harus berangkat dari rumah di kawasan Cibubur sekitar pukul 03.00 pagi, dengan pertimbangan 1 jam di perjalanan sehingga saat kami sampai sekitar pukul 04.00 kami masih punya waktu untuk check in dan loading barang ke bagasi. Kami diantar oleh papa mertua ke bandara, saat kami tiba sudah banyak anggota rombongan dari kantor yang berkumpul. Ada dua petugas dari Trip Organizer yang sudah menemani kami sejak dari jakarta, proses absen, check in dan loading barang sudah diurus oleh mereka. Saat di bandara, panitia membagikan paket box dari KFC untuk sarapan.

2
bayi-bayi yang selalu ceria di pesawat

Pesawat Lion air yang kami tumpangi, bertolak tepat waktu menuju Lombok, durasi penerbangan selama 2 jam dan karena Lombok masuk dalam zona WITA (1 jam lebih cepat), pukul 8.15 WITA kami sampai di Lombok. Di bandara seorang gadis manis berpakaian tradisional suku sasak sudah siap menyambut kami dengan kalungan tenun khas lombok yang dibagikan gratis untuk masing-masing orang. Setelah selesai mengurus koper dan barang bawaan lainnya, rombongan bergerak menuju ke bus (yang dibagi menjadi 2 bus) yang akan membawa kami ke destinasi pertama. Di masing-masing bis tersebut juga sudah ada petugas dari trip organizer yang stand by untuk memandu kami (selain 2 petugas yang sudah menemani kami dari Jakarta).

5
Gadis berbaju adat sasak yang membagikan kalungan tenun khas sasak

SASAK VILLAGE – SADE

Perhentian pertama kami adalah Desa Sade, desa adat suku sasak, salah satu suku di Lombok. Saat akan masuk ke desa Sade kita diharuskan mengisi buku tamu dan memberi sumbangan sukarela seikhlasnya. Tidak jauh dari gerbang masuk Sade terdapat suatu bangunan adat sasak yang disebut bale lumbung. Bale lumbung ini bentuknya unik berupa rumah panggung dengan atap meruncing dari jerami. Desa Sade masih memegang teguh adat berupa kawin lari, jadi kalau suka dengan anak perempuan orang, anaknya harus “diculik” tanpa sepengetahuan orang tuanya. Bagian atas bale lumbung ini digunakan sebagai rumah pengantin untuk malam pertama, sementara bagian bawahnya digunakan untuk menyimpan hasil panen.

26
Welcome to Desa Sasak
11
Bale Lumbung

Seluruh rumah di desa ini merupakan rumah adat, berupa rumah yang beratap jerami, berdinding anyaman bambu dan tiang-tiang rumahnya juga dari bambu. Yang unik, permukaan lantainya dilapisi kotoran kerbau yang fungsinya untuk memberi kehangatan di rumah dan mengusir nyamuk, tapi tidak perlu khawatir bau sebab kotoran kerbaunya sudah dikeringkan dan dibakar dulu. Pemukiman dibelah oleh jalan setapak yang masih berupa tanah dan berbatu-batu. Mata pencaharian para wanita di desa Sade adalah menenun sehingga tidak heran di setiap sudut desa, kita akan menemukan mulai dari gadis remaja hingga nenek tua yang sedang menenun sambil memajang aneka tenunannya yang sudah rampung untuk dijual.

15
Desa Sasak
16
Nenek penenun
25
Kondisi desa sasak

Penduduk desa Sade beragama islam, di tengah kampung terdapat suatu masjid yang cukup besar dengan bentuk rumah adat khas sade.

23
Masjid Desa Sade

TANJUNG AAN

Dari desa sade, rombongan kami bergerak menuju Tanjung Aan, suatu pantai yang terkenal karena keindahannya dan juga legenda putri mandalika. Konon, zaman dahulu ada seorang putri nan cantik jelita bernama Mandalika, saking cantiknya banyak pangeran dari seantero negeri yang ingin melamarnya. Putri Mandalika pun bingung karena tidak ada pangeran yang cocok di hatinya, merasa tertekan karena terus didesak Putri Mandalika pun memilih terjun ke laut dan menjelma menjadi cacing laut yang dalam bahasa lombok disebut Nyale. Setiap tahun ada festival bernama Bau Nyale di mana para warga akan beramai-ramai turun ke laut dan menangkap cacing laut tersebut untuk … dimakan.

Di luar legenda tersebut, tanjung aan memang sangat indah. Airnya sangat jernih dan berwarna hijau tosca, pantainya pun terbilang sepi. Yang sangat istimewa adalah pasirnya yang berbentuk seperti butiran merica. Pantai ini pun dikelilingi oleh bukit-bukit yang mana dari ketinggian tersebut kita bisa menikmati panorama tanjung aan yang sangat indah.

28
Butiran pasir yang seperti merica
29
Tanjung Aan
35
Panorama Tanjung Aan dari bukit

PANTAI KUTA

Sama seperti bali, Lombok pun memiliki Pantai kuta yang terletak hanya sekitar 15 menit dari Tanjung Aan. Pantainya juga berwarna hijau toska walau pasirnya sudah bukan butiran merica seperti di Tanjung Aan. Kami hanya diberi waktu selama sekitar 20 menit untuk sekedar melihat-lihat dan berfoto dengan tulisan “Kuta Lombok” sebab waktu makan siang sudah hampir tiba.

44
Pantai Kuta Lombok

DESA SUKARARE

Setelah makan siang kami dibawa ke desa sukarare, desa yang terkenal dengan hasil tenunnya. Semua gadis yang lahir di Sukarare harus bisa menenun, kalau hasilnya belum bagus maka belum boleh menikah. Bus kami berhenti di koperasi tenun yang cukup besar, di terasnya berjajar beberapa penenun yang sedang tekun bekerja. Saya pun mencoba tawaran untuk berlajar menenun yang ternyata sulit sekali, 1 baris saja menghabiskan waktu lebih dari 15 menit untuk saya, haha.

Begitu masuk ke dalam toko mata saya rasanya silau melihat aneka kain tenun beraneka warna yang luar biasa cantiknya. Harganya makin indah dan rumit tentunya makin mahal, wajar bila menilik betapa jerih payah dan ketekunan yang harus dicurahkan untuk menghasilkan selembar kain. Saya pun membeli tenun songket berwarna biru yang rencananya akan saya jadikan seragam keluarga saat kondangan.

52
Belajar menenun
49
Aneka tenunan khas lombok

DESA BANYUMULEK

Satu lagi desa yang dikunjungi yaitu desa banyumulek yang terkenal sebagai sentra penghasil kerajinan gerabah. Aneka macam kerajinan gerabah mulai dari yang kecil hingga yang besar dijual di sini. Mereka juga menawarkan jasa pengiriman apabila gerabah yang dibeli berukuran besar.

57
Pengrajin gerabah di banyumulek

GRAHA BEACH SENGGIGI HOTEL

Akhirnya setelah perjalanan yang menyenangkan kami diantar menuju hotel kami yaitu Graha Beach Senggigi yang terletak persis di area pantai Senggigi. Pantai Senggigi ini kurang lebih reputasinya seperti kuta di bali, pantai yang paling ramai turis.

Kamarnya sendiri berupa cottage yang mengelilingi kolam renang yang cukup besar. Kami mendapat satu cottage dengan double bed dan satu tambahan extra bed, ada teras depan dan dalam ruangan.

AYAM TALIWANG

Setelah beristirahat, sehabis maghrib kami diajak untuk menyicipi hidangan terkenal khas lombok yaitu ayam taliwang dan plecing kangkung di salah satu restoran yang paling terkenal dan banyak direkomendasikan yaitu Ayam Taliwang Irama. Restorannya agak jauh ternyata dari hotel, tapi semua terbayar kala hidangan tersebut dicecap lidah. Benar-benar enak, ayam taliwang sendiri merupakan ayam kampung muda yang dibakar sehingga dagingnya sangat empuk, bumbunya agak sedikit pedas. Sementara plecing kangkung memiliki bumbu khas sendiri yang berbeda dengan tumis kangkung di daerah lain, katanya sih kangkung dan cabainya yang beda.

62
Ayam Taliwang

DAY 2

SENDANG GILE WATERFALL

Setelah makan pagi yang menyenangkan dengan menu yang enak dan suguhan pemandangan pantai senggigi yang cerah, kami bertolak menuju Sendang Gile Waterfall. Sebenarnya ada satu destinasi lagi yaitu Masjid Kuno Bayan Beleq yang merupakan masjid tertua di lombok, namun karena hari ini merupakan hari jumat sehingga waktu terbatas jadi kunjungan tersebut terpaksa dibatalkan. Perjalanan menuju Sendang Gile memakan waktu hampir 3 jam, jadi saat kami sampai di tempat parkir adzan dzuhur sudah berkumandang. Sambil menunggu para pria yang shalat jumat, saya beserta para wanita dan anak-anak menunggu sambil makan nasi box yang sudah dibagikan tadi.

Setelah shalat dan makan, trekking menuju air terjun dimulai. Seperti kebanyakan air terjun yang letaknya di lembah, kami diharuskan menuruni entah berapa ratusan anak tangga. Air terjunnya tinggi dengan sungai lebar yang mengalir di bawahnya. Setelah puas bermain air kami pun kembali menanjak anak tangga tadi lagi (PR bener).

63

68
Trekking menuju Sendang Gile
69
The Waterfall

73

FURAMA SENGGIGI

Senja sudah menyapa saat kami tiba kembali di hotel. Setelah istirahat singkat, jam 19.00 kami sudah kembali dijemput oleh trip organizer untuk makan malam sekaligus family gathering. Untunglah kali ini restoran hanya berjarak 5 menit saja dari hotel. Furama Senggigi merupakan restoran besar yang menyajikan aneka seafood dengan rasa yang cukup enak, disediakan juga panggung kecil lengkap dengan sound system untuk acara gathering kami tersebut.

DAY 3

MALIMBU HILL

Hari ketiga ini kami diantar ke Malimbu Hill yang terletak hanya sekitar 30 menit dari hotel. Dari tempat ini kita bisa melihat indahnya garis pantai senggigi dengan gradasi air lautnya yang biru kehijauan disertai bukit malimbu yang menjulang. Tidak dikenakan biaya untuk memasuki tempat ini.

80
Malimbu Hill

GILI TRAWANGAN

Akhirnya tibalah saya di destinasi yang paling diidam-idamkan yaitu gili trawangan. Pulau Lombok dikelilingi oleh sejumlah pulau-pulau kecil yang disebut dengan gili, gili trawangan ini merupakan gili teramai dan yang paling terkenal. Ada berbagai macam aktivitas yang bisa dilakukan di sini, mulai dari leyeh-leyeh bersantai, naik sepeda, naik cidomo (dokar), snorkeling hingga party-party di sejumlah bar yang tersebar di gili ini.

Kami menyebrang ke gili menggunakan semacam speed boat yang kencengnya minta ampun (sampai beberapa ibu-ibu pucat ketakutan). Sampai di gili trawangan, saya merasa seperti sedang berada di Phuket dengan barisan bar-bar pinggir pantai dan bule lalu lalang. Jalanan yang membelah gili pun dihias semarak entah dengan spanduk, billboard, umbul-umbul sampai payung warna warni.

Rombongan dibagi dua, antara yang ikut snorkeling atau yang hanya wisata perahu saja. Tentunya saya dan suami serta baby G memilih ikut snorkeling, sementara mama mertua dan baby B ikut wisata perahu.

Untuk snorkeling kami menggunakan glass bottom boat, itu lho perahu yang ada lantai kacanya sehingga kita bisa melihat kondisi bawah laut. Kondisi perairan lombok yang masih alami dan tidak tercemar polusi menjadikan alam bawah lautnya menakjubkan. Viskositas air sangat bagus, terumbu karangnya menari-nari sementara ikan-ikan kecil berlalu lalang.

Setelah snorkeling, kami berkumpul kembali dengan rombongan yang lain di salah satu restoran sekalian makan siang. Sisa waktu yang ada kami habiskan dengan naik cidomo berkeliling pulau, tarifnya memang mahal 200 K, tapi puas karena kita bisa menyambangi sisi lain pulau, selain itu durasinya juga cukup lama sekitar 45 menit.

TOKO KAOS, MUTIARA DAN OLEH-OLEH

Setelah dari gili, kami singgah di 3 toko yang berbeda, yaitu toko kaos, toko mutiara dan oleh-oleh. Agak melelahkan sih karena harus turun berkali-kali. Yang pertama toko kaos menjual aneka rupa t-shirt dengan tulisan “lombok” atau gambar-gambar wisata di lombok. Yang kedua mutiara, lombok memang terkenal dengan mutiara lautnya yang berkualitas bahkan banyak yang di-ekspor, mutiara di sini sudah dikombinasikan dengan aneka perhiasan seperti anting, kalung atau cincin. Yang ketiga toko oleh-oleh yang menjual aneka penganan khas lombok seperti dodol rumput laut, keripik, kue, sirop, madu dll.

DAY 4

Hari ini dilalui dengan santai karena setelah check out pukul 09.00 kami akan langsung menuju bandara. Sarapan kami lalui dengan santai sambil main-main di pantai senggigi yang letaknya persis di samping restoran hotel. Setelah itu rombongan pun bertolak ke bandara lombok untuk kembali ke Jakarta.

133
Restoran di tepi senggigi
137
Senggigi Beach
Advertisements

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s