Posted in Bangkok, Thailand

Bandung, Medan, Bangkok & Siem Reap (Day 6)

Subuh-subuh kami sudah bangun, mandi dan packing karena jam 05.30 jemputan dari travel akan datang. Sambil menunggu, kami main ponsel dengan memanfaatkan fasilitas wifi yang ada di resepsionis. Begitu jemputan datang, kami langsung buru-buru pergi tanpa sadar kalau hp suami saya ketinggalan di meja.

Kami dijemput oleh tuk-tuk yang membawa kami ke sebuah rumah kecil di mana sejumlah penumpang lain (yang semuanya bule) sudah menunggu. Saat sampai, suami saya baru sadar kalau hp-nya ketinggalan, terpaksa minta diantar balik lagi oleh sang pengemudi tuk-tuk yang maunya dengan tarif 2 USD gak boleh ditawar. Untung sang resepsionis hotel menyimpan hp tersebut.

Tepat pukul 06.00, minivan membawa kami meninggalkan Siem Reap menuju Bangkok. Perjalanan dari Siem Reap menuju Poipet hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam, itu juga sempat berhenti sekitar 15 menit di suatu rest area. Imigrasi dengan arus balik (dari cambodia ke thailand) tidaklah seramai saat kami datang 2 hari yang lalu, mungkin karena masih pagi ya. Dari poipet, kami menyebrang ke Aranyaphratet yang sudah masuk dalam yurisdiksi Thailand. Rombongan kami disuruh menunggu sebentar di sebuah kedai makan kecil sekalian diberi waktu untuk sarapan. Saat sarapan kami berkenalan dengan seorang solo backpacker asal Canada (namanya Cathy) yang ternyata sudah backpackeran keliling Asia selama setahun, kemarin ini dia bekerja sebagai volunteer bahasa inggris selama sebulan, keren bener yah.

Minivan yang akan membawa kami ke bangkok akhirnya datang dan ternyata berbeda dengan minivan sebelumnya. Kali ini minivannya lebih kecil, mana kami harus berbagi dengan 2 bule italia di kursi paling belakang yang badannya gede-gede pula.

Untungnya minivan jalannya cepat, hanya butuh waktu kurang dari 3 jam, sekitar pukul 13.00-an kami sudah sampai di Bangkok. Yang nyebelin harusnya kan minivan menurunkan kami di Khaosan Road (sesuai dengan brosur yang ditempel di kantor travel), eh ini malah diturunkan entah di mana, di suatu jalan yang penuh dengan kantor pemerintahan. Lah kan kami bingung ya, secara kami tidak mengantisipasi rute tersebut jadi tidak tahu harus naik apa.

Kami mencoba bertanya pada polisi dan beberapa warga sekitar, syukurlah ada beberapa yang “nyambung” dan memberi kami nomor bus yang harus kami naiki. Belakangan saya baru tau dari berita demonstrasi besar-besaran di Thailand lewat layar kaca bahwa jalan tersebut memang merupakan area kantor-kantor pemerintah, terutama perdana menteri, pantesan banyak polisinya.

KHAOSAN ROAD

Khaosan Road merupakan suatu area populer bagi para Backpacker karena banyak terdapat hotel dan penginapan murah, bar-bar, tempat makan dan jasa tour travel ke berbagai tempat hingga ke luar Thailand. Lokasinya juga cukup strategis karena cukup berjalan kaki sekitar 15 menit hingga kawasan wisata populer seperti Wat Pho, Grand Palace dan Wat Arun. Sayangnya daerah ini tidak terjangkau BTS, jadi kalau mau ke sini ya harus naik bus.

Hotel yang kami booking bernama Sawasdee Banglumpoo Inn Hotel, yang sudah kami pesan via agoda sebelumnya. Yang agak menyulitkan ternyata hotelnya harus melewati gang dulu, walau sudah membawa print lokasinya, namun kami masih harus bertanya dulu. Bangunannya cukup besar (4 lantai), kamar standart yang kami pesan berada di lantai tiga, kamarnya kecil, no window, tapi kamar mandi private di dalam ruangan.

map
Peta menuju Sawasdee banglumpoo Inn (sumber:thaiwaysmagazine.com)
slide5
Sawasdee Banglumpoo Inn (sumber: sawasdee-hotels.com)
gallery05
Kamar standart (sumber:instantthailand.com)

Jadwal kami hari ini tidak padat, hanya rencana ke Khaosan Road, sehingga kami tidur-tiduran sambil leyeh-leyeh dan nonton tv sampai malam menjelang.

Sekitar jam 19.00 kami keluar untuk menikmati suasana Khaosan Road, tujuannya untuk cari makan dan oleh-oleh. Suasana malam khaosan road sangatlah ramai terutama dengan para turis asing, food stall banyak berjejer menyajikan aneka hidangan. Kami memilih makan pad thai dengan telur untuk makan malam, juga sempat membeli snack thai pancake yang sangat saya suka sejak pertama kali ke Phuket. Setelah itu kami berjalan hingga ke ujung Khaosan Road dan betapa kagetnya ternyata di sini tidak ada penjual souvenir khas oleh-oleh, ada yang jual baju pun cuma baju biasa, tidak ada tulisan “i love bangkok” atau apa yang bercirikan bangkok.. Lah kami bingung dong jadinya, mau ke MBK pasti udah kemaleman (keburu tutup), gak ke MBK masa iya pulang nggak bawa apa-apa.

Setelah berdiskusi singkat, saya dan suami terpaksa membatalkan salah satu tempat wisata yang ada dalam daftar yaitu “Grand Palace” dengan pertimbangan tiket masuk Grand Palace itu kan jadi satu dengan Ananta Samakhorn Hall dan Vimanmek mansion, jadi sayang kalau tiga tempat tersebut tidak dikunjungi sekaligus, mudah-mudahan suatu saat ada rezeki untuk mengunjungi Bangkok lagi. Jadilah besok kami hanya berkunjung ke Wat Pho, Wat Arun dan MBK sebelum ke bandara karena penerbangan kami kembali ke tanah air dijadwalkan berangkat pukul 19.00.

Advertisements

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s