Posted in Singapore

Singapore ParenTour (Day 3)

Alarm hp sengaja kami setel pukul 05.30, selain agar jangan sampai kesiangan dan telat shalat shubuh, pagi ini kami punya PR besar yaitu packing. Packing merupakan hal yang merepotkan apabila dengan adanya 3 plastik besar hasil berburu di orchard semalam, setelah diatur dengan formasi semua baju kotor digulung (ala backpacker) dan dimasukkan dalam carrier 65 lt kami juga sebagian oleh-oleh berupa kaos, sementara dus-dus coklat dimasukkan dalam koper orang tua. Itupun masih menyisakan dua kantong platik kecil yang harus ditenteng.

Penerbangan pulang ke jakarta dijadwalkan pukul 17.30, sementara shuttle service akan menjemput pukul 14.45 di hostel, jadi kami masih punya waktu sampai maksimal pukul 14.00 untuk mengeksplorasi Singapore. Sambil check out dan menitipkan tas di resepsionis, saya memastikan lagi mengenai shuttle service yang akan kami pakai siang nanti, betapa kagetnya saya karena resepsionisnya (yang berbeda dengan kemarin, yang menerima order kami resepsionis india, sementara hari ini resepsionisnya china) malah bingung dan bilang shuttle service harus di-booking sehari sebelumnya. Saya pun bilang kalau saya sudah booking dengan resepsionis india yang kemarin, sang resepsionis pun menelpon agen shuttle untuk mengecek ulang. Saya sebenarnya masih agak was-was gimana kalau nggak dateng shuttle-nya, hanya bisa berdoa mudah-mudahan shuttlenya nanti tepat waktu.

VIVO CITY & SENTOSA ISLAND

Kami kembali menaiki MRT yang membawa kami menuju ke Harbour front yang terletak di Vivo City, salah satu mall besar yang terletak di seberang pulau sentosa. Dari stasiun MRT di lantai basement, kami naik lift ke lantai 3 untuk kemudian naik sentosa express menuju pulau sentosa. Sentosa Express ini semacam monorail dengan 4 stasiun pemberhentian : sentosa (di dalam vivo city), waterfront (area USS), Imbiah (depan imbiah merlion) dan beach (area palawan & siloso beach). Biayanya 4 SGD/orang untuk unlimited one day, anak usia 3 tahun ke atas harus bayar, walau gak diperiksa juga sih (tapi baby G tetap saya belikan).

97

Di depan stasiun sentosa, ada patung lilin Vin Diesel untuk promosi Madame Tussaud, lumayan lah buat foto- foto gratis.

96

SILOSO BEACH

Tujuan pertama kami adalah siloso beach sehingga kami turun di stasiun paling akhir yaitu beach station. Dari stasiun kami berjalan ke arah kiri menuju siloso beach hingga menemukan area berpasir yang cukup nyaman untuk duduk-duduk, selain karena banyak pohon, udara hari itu juga sedikit mendung.

109

Siloso beach merupakan area pantai yang cukup populer sebagai tempat wisata di Singapore, cuma ya gitu deh, kalau bagai orang Indonesia biasa banget, gak istimewa, selain cuma karena bersih aja. Garis pantainya tidak panjang, pasirnya putih dan lautnya biru, pemandangan di kejauhan adalah kapal-kapal dan pulau batam.

Anak-anak langsung girang berlarian main pasir sambil nyebur main air. Karena sebenarnya rencana awal hanya mau duduk-duduk saja, baju renang sudah kami masukkan dalam carrier (yang ditinggal di hostel), stok baju pun cuma tinggal satu, itu juga piyama. Makanya saya wanti-wanti kedua anak saya agar jangan basah , tapi namanya juga anak-anak, belum bisa dibilangin, saat ada ombak datang mereka malah sengaja duduk yang bikin sekujur badan basah kuyup.

Setelah mereka puas main, kami mandikan di pancuran air yang banyak tersedia di pinggir pantai, dan terpaksa kami pakaikan piyama. Dari pantai kami berjalan kembali ke stasiun MRT, hanya melihat sekilas merlion imbiah dari kaca jendela dan turun di stasiun waterfront.

(DEPAN) USS

Kami berjalan sedikit hingga ke deretan toko souvenir yang berada tepat di pintu gerbang USS. Tujuannya terpaksa beli baju buat dua bocah tadi, ya masa iya keliling pakai piyama. Kami masuk ke toko “It’s a wrap” dan membeli kaos seharga 33 SGD/buah, bagi saya ya mahal banget, namanya juga toko souvenir di area wisata, tau gitu semalem saya beliin baju murce di Lucky Plaza deh.Keluar dari It’s a Wrap, bocah yang satunya minta jajan coklat di Hershey’s sebelahnya, harganya mulai 10 SGD/batang.

115

Kelar belanja (yang bikin kantong bocor) kami menyempatkan diri berfoto sebentar di depan bola dunia Universal. Setelahnya kami berjalan ke SEA Aquarium yang hanya sekitar 200 m dari USS.

110116

SEA AQUARIUM & MARITIME MUSEUM

Kenapa ke SEA Aquarium? karena bingung mau ke mana, banyak yang merekomendasikan tempat ini karena saya bawa anak, tapi banyak juga yang bilang sama aja kayak sea world ancol. Setelah membaca banyak info-info di internet akhirnya saya jadi juga ke tempat ini, tiketnya sudah saya booking via klook.com dengan harga 190.000 IDR untuk dewasa dan 120.000 IDR untuk anak (mulai umur 4 tahun), selisih jauh dengan beli on the spot seharga 38 SGD untuk dewasa dan 28 SGD untuk anak-anak kan?

Sama seperti di Garden By the bay, tidak perlu menukarkan print tanda booking lagi di ticket office, cukup langsung ke gate untuk discan bar codenya. Ada sedikit masalah dengan tanda booking kami, mungkin karena lama disimpan dalam tas sehingga sedikit lembab atau apa, pokoknya bar code-nya sulit discan. Petugas pun bertanya apakah kami menyimpan file pdf-nya di ponsel, yang sayangnya tidak kami lakukan, akhirnya petugas memasukkan kode bar code secara manual dan syukurlah berhasil.

Sebelum masuk ke area Sea Aquarium, kita akan melewati maritime museum yang koleksinya terdiri berbagai benda-benda sejarah yang berkaitan dengan perdagangan dan pelayaran. Museumnya tidak begitu besar tapi cukup menarik, karena Singapore tidak memiliki ranah budaya yang kompleks, maka koleksinya berasal dari berbagai dunia, ada dari china, arab, bahkan Indonesia yang diwakili oleh Palembang.

Sea Aquarium dimulai dari sebuah terowongan kaca berisi berbagai jenis hiu, mirip seperti di sea world tapi lebih panjang dan tanpa ban berjalan. Aneka hiu berseliweran di sekitar kami, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Anak-anak pun melonjak kegirangan sambil menunjuk-nunjuk. Dari aquarium ada petugas yang “mengharuskan” setiap pengunjung untuk berfoto dulu, setelah foto akan diberi kupon untuk ditebus hasilnya di pintu keluar.

124130

Selepas terowongan, kami melewati area “live coral habit” yang berisi berbagai jenis terumbu karang, baik yang hard maupun soft, dengan habitat ikannya masing-masing. Ada juga aquarium berisi “giant moray eel” sejenis belut raksasa berwarna abu-abu dengan bintik-bintik di kulitnya.

131135

Selain itu ada aquarium-aquarium lainnya dengan koleksi habitat ikan yang mewakili Asia, Africa dan juga Amerika, masing-masing unik dan berbeda.

138

Atraksi terpenting dan paling menarik dari Sea Aquarium adalah Open Ocean habit, suatu aquarium raksasa dengan berbagai jenis ikan di dalamnya. Open Ocean habit ini juga merupakan  lokasi tantangan dalam salah satu leg di Amazing race asia season 5. Seluruh permukaan di open ocean ini dilapisi karpet empuk nan nyaman, boleh duduk-duduk di area tersebut. Di depan open ocean ini juga ada beberapa booth penjual makanan ringan seperti corn dog seharga 3 SGD/buah, corn cup seharga 2 SGD/cup, sate bakso 2 SGD/cup, minuman dan lain-lain. Sambil ngemil kami duduk di area tersebut sementara mata disuguhi pemandangan bawah laut yang sangat menarik.

143141

Setelah cukup beristirahat, kami meneruskan perjalanan menelusuri sisa area aquarium, ada lumba-lumba, spidercrab, lion fish, sea horse dan yang paling menarik : ubur-ubur transparan warna-warni yang seperti alien.

144

Sebelum pintu keluar ada tabung silinder aquarium raksasa seperti yang di sea world tapi jauh lebih besar dan ada terowongan kaca lagi seperti saat masuk tadi namun ikannya berbeda.

147

Saat di gate pintu keluar, sudah ada petugas “menghadang” untuk menawarkan foto yang tadi diambil, harganya? kalau foto doang (lengkap dengan bingkai buku tebal) seharga 55 SGD, sementara kalau lengkap dengan bola kaca jadi 70 SGD. Sebenarnya saya males banget nebus foto, apalagi harganya mehong bener, tapi berhubung mama saya minta, akhirnya saya nebus fotonya saja.

Saat berjalan kembali di depan USS, baby G minta mampir ke Garret untuk beli pop corn (dasar bocah jajan mulu), akhirnya saya beli yang rasa butter ukuran kecil seharga 3.5 SGD, dan satu bungkus lagi rasa campur (butter & caramel) ukuran medium seharga 8 SGD.

Setelah itu kami kembali menaiki sentosa express untuk kembali ke vivo city.

FOOD REPUBLIC @ VIVO CITY

Kami makan siang di food republic, salah satu food court yang terletak persis di samping stasiun sentosa express. Karena sudah pukul 13.00 yang merupakan jam makan siang, food republic ramainya minta ampun sehingga perlu beberapa waktu bagi kami untuk menemukan kursi kosong.

Orang tua saya meminta nasi padang dengan ayam seharga 5-6 SGD, sementara sisanya memilih makan Yong Tau Fu dengan harga 6 SGD untuk 7 pilihan isian (bebas yang mana saja). Seperti pemandangan jamak di tempat makan lain di Singapore, pelayannya banyak yang sudah berusia sepuh, yang mana membuat orang tua saya protes lagi, haha.

Selepas makan kami kembali naik MRT ke hostel dan menunggu di lobby hingga shuttle service menjemput. Saya masih belum tenang soal shuttle-nya, apalagi kali ini resepsionisnya beda lagi (kali ini wanita china), sampai saya bolak-balik nanya untuk memastikan. Maklum baru kali ini saya menggunakan shuttle service, jadinya takut kalau nggak tepat waktu, apalagi penerbangan kami pukul 17.35, apabila kami berangkat pukul 14.45 dan menurut keterangan butuh waktu sejam untuk sampai, maka pukul 15.45 kami baru tiba. Sangat mepet waktunya.

Alhamdulillah, benar-benar tepat pukul 14.45 shuttle servicenya datang (horee). Perjalanan membutuhkan waktu sekitar sejam karena shuttle masih harus menjemput penumpang lainnya juga, shuttle service yang nyaman dengan AC dingin sukses membuat kami mengantuk. Walau penerbangan kami lewat terminal 1, namun supir shuttle menurunkan kami semua di terminal 3. Dari terminal 3 kami naik skytain dan tepat saat menginjak terminal 1, kami mendengar pengumuman bahwa penerbangan kami delay hingga pukul 20.45.

Saya dan suami pun tetap ke konter check-in sekaligus memastikan apa benar info delay-nya. Petugas check in pun membenarkan dan memberikan info kompensasi berupa free food karena delay 3 jam.

Makanan diambil di area food court dekat ruang shalat (saya lupa nama restonya) dengan ketentuan boleh pilih apa saja tapi senilai maksimal 8 SGD/orang. Tanpa disangka, penerbangan pun molor dari 20.45 jadi 21.45 dan terakhir 22.30. Fuuh, untung bandara changi cukup nyaman dengan karpet empuk dan fasilitas kursi pijat.

Advertisements

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s