Posted in Bangkok, Medan, North Sumatera, Thailand

Bandung, Medan, Bangkok & Siem Reap (Day 3)

Penerbangan kami ke Bangkok hari ini dijadwalkan berangkat pukul 13.00, karena jauhnya jarak antara kota ke bandara kualanamu, belum lagi takut macet (karena ini hari senin), maka sekitar pukul 08.oo kami sudah duduk di ruang makan untuk sarapan dan setelahnya check out. Sarapannya sederhana, berupa bihun goreng dan teh panas yang rasanya enak dan porsinya cukup mengenyangkan. Dari depan hotel kami naik angkot untuk menuju Plaza Medan Fair, tempat mangkal bus damri yang menuju bandara. Sama seperti supir angkot batak yang ada di ibukota, supir batak di medan pun sepertinya fans berat F1 dan fast furious, nyetirnya kenceng banget padahal jalan yang dilewati hanya dua jalur. Hanya butuh sekitar 15 menit kami sudah sampai di Plaza Medan Fair yang tentunya masih tutup.  Tidak berapa lama bus sudah penuh dan segera berangkat menuju bandara, ternyata jalanan hanya ramai lancar tidak macet seperti halnya jakarta walaupun hari senin. Sekitar jam 10.00 kami sudah sampai di bandara kualanamu dan hanya duduk-duduk menunggu waktu keberangkatan menuju Bangkok di ruang boarding.

Medan – Bangkok

Medan – Bangkok ditempuh dengan durasi 1 jam 55 menit. Kami satu pesawat dengan rombongan anak SMA medan yang akan berkarya wisata ke Bangkok, makanya suasana di dalam pesawat berisik banget, mereka sibuk ngobrol, mondar-mandir, ketawa ketiwi, bahkan guru-gurunya juga nggak kalah rame.

Pesawat Budget atau Low Cost tidak mendarat di Suvarnabhumi melainkan di Don Mueang. Setelah beres urusan imigrasi kami segera keluar bandara untuk mencari bus A1, menurut petunjuk yang pernah kami baca bus ini mangkal persis di depan pintu arrival/kedatangan, tapi setelah beberapa saat menunggu kok nggak ada. Akhirnya kami bertanya kepada petugas dan ternyata busnya berhenti di halte yang ada di pinggir jalan utama jadi kami harus berjalan lagi keluar area bandara. Bus A1 sangat nyaman dengan kursi yang empuk  dan AC-nya dingin, bus ini berhenti di stasiun BTS Mo Chit. Karena tujuan kami mau melewatkan waktu dulu mengunjungi kompleks MBK dan sekitarnya sebelum check in hotel, maka kami harus menggunakan BTS (monorail/train) dengan rute Mochit – national Stadium.

Masalahnya adah mesin penjual tiketnya agak berbeda caranya dengan di Singapore atau Malaysia sehingga bingunglah kami. Kami mencoba bertanya pada warga tapi segera dijawab dengan gelengan atau lambaian tangan, rupanya tidak seperti Phuket yang warganya lancar berbahasa Inggris, warga bangkok jarang yang bisa berbahasa inggris. Suami saya akhirnya berdiri rapat di belakang orang yang sedang beli tiket untuk nyontek, nah kalau mesin penjual tiket di bangkok rupanya masukin uang dulu baru pilih rute, kebalikan dengan di Singapore atau Malaysia.

BTS & Siam Paragon

Kami berganti BTS di Siam Station, sebenarnya kalau turun di Siam Station kita akan langsung berhadapan dengan kompleks Siam Paragon & Siam Discovery, bisa juga jalan kaki ke MBK dari sini karena jaraknya cuma sekitar 500 m-an. Tapi karena malas tentunya kami memilih turun di National Stadium yang persis berada di depan MBK.

Kenapa kami memilih jalan-jalan ke mall di hari pertama?tidak lain dan tidak bukan karena kedatangan kami yang sudah sore, hampir semua destinasi wisata seperti wat ataupun istana pastinya sudah tutup, hanya mall yang buka sampai malam maka mau nggak mau ya kami ke sana. Pusat perbelanjaan terkenal di bangkok ada di daerah Siam yang mirip seperti Bukit Bintang atau Orchard di mana banyak mall berderet-deret.

Mooh Boon Krong Mall atau biasa disebut MBK merupakan pusat perbelanjaan yang sangat populer di Bangkok. Saya lebih tertarik dengan facade oval berwarna hitam mencolok dengan tulisan MBK di badan bangunannya. Kami tidak bermaksud berbelanja (karena masih hari pertama) dan hanya berjalan langsung ke food courtnya. MBK ini menurut saya mirip dengan ITC Mangga Dua, penuh dengan deretan gerai yang kebanyakan adalah fashion dengan harga menengah tapi tetap nyaman karena Ac-nya kencang. Food court nya bernama MBK Food Island dengan berbagai pilihan kuliner. Seperti biasa kami berkeliling lebih dari satu kali karena bingung mau makan apa dan juga kehalalannya. Suami saya akhirnya memilih sejenis nasi goreng ala thailand, sementara saya memilih nasi dengan lauk udang bersalut rempah.

1455024_10152138999514623_1799924678_n
MBK
1472918_10152138999299623_287172523_n
MBK Food Island

Setelah kenyang dan cukup beristirahat kami mencari petugas keamanan mall untuk bertanya lokasi musholla. Ya … MBK ini menyediakan fasilitas musholla untuk pengunjung muslim. Musholla-nya terletak di tempat parkir, tidak begitu luas tapi bersih. Di sana saya bertemu beberapa warga muslim Thailand, gadis-gadis cantik berwajah indochina yang berjilbab dan berkulit bersih namun berbahasa Thai.

Sehabis shalat, kami melangkahkan kaki keluar MBK untuk menuju Siam Paragon & Discovery. Gerai-gerai di Siam Paragon & Discovery ini merupakan gerai mahal, tapi banyak juga yang sudah ada di Indonesia. Di Siam Discovery terletak beberapa atraksi seperti Aquarium atau madame Tussaud, tapi kami malas dan tidak berminat mengunjungi tempat tersebut, jadi kami hanya numpang foto bareng “Tom Cruise” yang ada di pintu masuk madame Tussaud lalu membeli es krim dan duduk-duduk di pelataran Siam paragon yang ramai oleh pengunjung dan sepertinya memang tempat nongkrong.

1454984_10152138999449623_1751294466_n
Di depan Siam Discovery
1476035_10152139616324623_1280202037_n
Foto bareng tom cruise

Mansion Sarasinee at Chatucak

Kami memilih penginapan ini karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari Mo Chit Bus Station. Kami turun di BTS Saphan Kwai dan … bingung …mendapati diri kami tak tahu arah walaupun sudah pegang print berupa peta jalan menuju hotel. Kami mencoba sebuah gang yang ternyata buntu, kemudian bertanya pada seorang satpam yang menunjukkan arah berbeda, kami melalui 711 dan terus menyusuri suatu jalanan yang seperti pasar dan syukurlah..ada gadis berseragam (yang sepertinya masih SMA) dan bisa sedikit berbahasa inggris dan ternyata dia juga ngekost di mansion tersebut.

Ternyata selain sebagai hotel, mansion ini juga disewakan sebagai tempat kost. Sesuai namanya mansion, kamar yang kami tempati cukup luas dan berbentuk seperti apartemen type studio lengkap dengan ruang tamu dan dapur kecil. Waktu baru menunjukkan pukul 8 malam dan sambil menunggu kantuk, saya menyetel acara musik di tv lokal thailand yang di luar dugaan cukup cocok di kuping saya.

mansion-sarasinee
Mansion Sarasinee (sumber : trip advisor)

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s