Posted in Abu Dhabi, Arab Saudi, Haji & Umroh, Jeddah, United Arab Emirates

Umroh + Cairo + Abu Dhabi (Day 11&12)

DAY 11

Hari Jumat, hari di mana para kaum muslimin melaksanakan ibadah jumat, sayangnya kami tidak berkesempatan menunaikan ibadah shalat jumat karena pukul 09.00 kami sudah harus check out dan sorenya kembali ke tanah air. Ayat yang dibacakan saat shalat shubuh di hari jumat lebih panjang dan terasa sangat khushuk, hati saya tergetar dan iri mendengar Imam yang bahkan menangis saat membaca ayat, ingin rasanya hati ini bisa tersentuh sedemikian rupa oleh ayat-ayat Allah. Hati ini rasanya terbelah, di satu sisi saya merindukan kedua buah hati saya beserta keluarga di rumah, tapi di sisi yang lain rasanya tidak ingin beranjak dari kenikmatan beribadah yang begitu terasa di tempat ini.

Setelah makan pagi kami semua diajak untuk melaksanakan thawaf wada, semoga suatu saat kembali diperkenankan menjadi tamu Allah kembali, amin, amin ya robbal alamin.

Menginjak Jeddah

Bus yang kami tumpangi melewati batas kota mekkah dengan jeddah yang ditandai dengan portal berbentuk seperti rekal al qur’an (alas membaca al quran dari kayu) raksasa. Masih ingat dengan kaki saya yang sakit kemarin?? sampai saat saya melaksanakan ibadah umroh kaki saya masih bengkak dan sakit, tapi begitu melewati “rekal” tersebut, yang merupakan batas mekkah-jeddah, kaki saya sembuh seketika. Awalnya saya tak menyadari hal tersebut, dan baru sadar saat kami turun di Balad (Corniche), lah kok kaki saya sembuh, bener-bener seketika, lenyap tak berbekas, sampai saya liuk-liukkan, saya bawa loncat-loncat, sembuh 100 %, bahkan bengkaknya nggak ada sama sekali. Alhamdulillah terima kasih ya Allah, maafkan hambamu ini.

11041752_10153222419029623_3258275983959606378_n
Rekal pembatas antara Jeddah – mekkah

Kami diberi waktu sekitar sejam di Balad ini untuk berbelanja, Balad ini merupakan area pertokoan yang populer sebagai kawasan belanja para jamaah haji dan umroh. Berbeda dengan para anggota jamaah kami lainnya yang sudah sempat belanja-belanji kemarin, saya dan suami baru mencari beberapa oleh-oleh di sini, sampai kesulitan mengepak barang karena koper kami sudah di dalam bagasi, akhirnya oleh-oleh tersebut kami kemas ala backpacker dengan cara lipat,gulung dan sisipkan hingga akhirnya muat dalam ransel kami. Salah satu toko yang populer di Balad ini adalah toko Ali Murah. Barang-barang yang dijual di sini sudah diberi label harga, tidak terlalu mahal dan pegawainya banyak yang dari Indonesia, bahkan owner yang orang Arab pun lancar berbahasa Indonesia.

10959487_10153222418934623_1975324545874563191_n
Balad

Kami melewati masjid terapung yang terkenal di jeddah,sebenarnya biasa saja hanya berupa masjid yang tiang pancangnya di laut. Jeddah merupakan kota metropolitan, gedung-gedung pencakar langit, hotel dan shopping mall banyak bertebaran, orang-orang dari berbagai bangsa juga banyak di sini, terlihat juga para gadis arab yang tidak berhijab.

11025804_10153222418534623_533619726354578922_n
Masjid Terapung
11050276_10153222418794623_7641386037171492447_n
Di tepi laut merah
11016083_10153222418449623_8111712863219933495_n
Suasana kota Jeddah

Kami menunaikan shalat jumat di salah satu masjid yang tepat terletak di pinggir laut dengan taman-taman yang asri di sisinya. Kami duduk-duduk sejenak di sini sebelum waktu shalat tiba sambil menyantap makan siang dalam boksyang sudah disediakan.

11017846_10153222859229623_5716799606273960151_n
Taman di tepi laut merah
10429424_10153222859399623_5255642044333262138_n
Masjid tempat kami menunaikan shalat jumat

Setelah shalat kami menuju bandara Jeddah untuk pulang kembali tanah air, setelah sebelumnya berpamitan dengan Ustadz Rizal dan para kru lainnya.

Kembali ke Abu Dhabi

Karena menggunakan Etihad, pesawat kami transit kembali selama 3 jam di bandara Abu Dhabi. Berhubung ceritanya, dirham UAE kami masih tersisa dan kami bingung buat apa juga dibawa pulang karena jumlahnya sedikit, akhirnya kami malah keliling-keliling Duty Free cuma buat beli … permen dan coklat, haha, secara uangnya cuma cukup buat beli itu, harganya juga selangit namanya juga di bandara.

Saat antri masuk pesawat kami bertemu dengan serombongan mbak-mbak TKI yang juga akan kembali ke tanah air, senang rasanya bertemu dengan saudara setanah air di tempat jauh begini.

10987446_10153195510529623_8543937604476787245_n
Abu Dhabi Int’ Airport

DAY 12 

Alunan merdu suara Nancy Ajram dan Carole Samaha yang saya dengarkan lewat in flight entertainment sempat teralihkan saat saya mengecek kembali posisi pesawat kami lewat GPS, pesawat kami sudah masuk ke wilayah Indonesia. Sekitar pukul 15.00 akhirnya pesawat kami mendarat di Bandara Soekarno Hatta, alhamdulillah, sungguh 12 hari yang penuh berkah, sarat makna, menjadi tamu Allah, mengunjungi tanah yang dicintai Rasululullah, menginjak tanah kisah Nabi Musa, menyambung ukhuwah, dan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah.

Banyak syukur kami panjatkan kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah. Terima kasih banyak kepada Patuna Tur Travel terutama Bapak Trio sebagai pemandu kami beserta segenap krunya,kepada ustadz Rizal yang memandu pelaksanaan ibadah Umroh kami, kepada mas dado dan mr khalid yang membawa kami mengelilingi Cairo, kepada teman-teman anggota umroh lainnya yang bersama-sama selama 12 hari ini.Alhamdulillah.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s