Posted in Cairo, Egypt/Mesir, Giza

Umroh + Cairo + Abu Dhabi (Day 3)

Dengan perbedaan waktu 5 jam lebih lambat dibanding Jakarta, masih agak sulit bagi saya untuk menyesuaikan diri. Jam 1 saya sudah terbangun, lihat jam masih jam 1 malem, saya coba tidur lagi, bangun lagi masih jam 2, tidur lagi masih jam 3, terus begitu aja sampai jam 4 akhirnya saya menyerah untuk mencoba tidur lagi. Saya keluar ke balkon yang nyeeees banget, ubinnya diinjek udah kayak es, begitupun hembusan anginnya, saya cek tenyata temperaturnya 9 C. Dari balkon saya bisa melihat bundaran el tahrir yang sepi lengang, bundaran ini beberapa waktu lalu sering muncul di berita internasional sebagai tempat demo anti militer. Saya akhirnya menelpon keluarga di Jakarta (sudah pukul 9-an) dan melepas sedikit rindu dengan video call. Setelah itu saya membaca kembali rundown acara hari itu, cukup padat, the great pyramida, papyrus shop, perfume factory, egyptian museum, Al Hussein Mosque & Khan El Khalili Bazaar.

Jam 7 kami turun ke restoran hotel untuk sarapan, sudah ada beberapa anggota tur yang berada di sana.Sesuai jadwal,  jam 9 kami sudah berkumpul di lobby hotel untuk berangkat menuju destinasi pertama, the great pyramid. Orang sok tau nggak disayang Allah, merasa kalau temperatur udara paling seperti hari kemarin yang berkisar 14-15 C, saya nggak membawa jaket apalagi sarung tangan, saya merasa cukup dengan gamis denim yang saya kenakan yang memang bahannya cukup tebal, padahal..kenyataan sebaliknya.

Kompleks Pyramid terletak di Necropolis Giza, masih di dalam wilayah Kairo. Agak berbeda dengan bayangan saya sebelumnya, saya pikir kompleks pyramid terletak di areal sepi yang terpencil, ternyata letaknya masih didalam kota, berdempet-dempetan dengan areal gedung tinggi dan kondominium. Kompleks pyramida giza merupakan yang terbesar di Mesir, pyramida juga ada di Abu Simbel, Saqqara atau Abusir.

THE PYRAMID COMPLEX

Salah satu alasan terbesar saya mengunjungi Mesir ini adalah karena keberadaan pyramid. Merupakan satu-satunya situs 7 wonders of the ancient world yang masih tersisa, pyramid menyimpan banyak misteri, sejarah dan juga keagungan. Pyramid sendiri sebenarnya adalah bangunan yang berfungsi sebagai kuburan para Firaun (dalam bahasa inggris disebut Pharaoh) tempat menyimpan mumi dan juga berbagai harta benda milik Firaun yang meninggal.

Kompleks pyramid di Giza ini terdiri atas tiga pyramida yaitu Pyramida Khufu (Cheops), Khafre dan Menkaure termasuk pyramida kecil lainnya, kuil-kuil pembalsaman dan Sphinx. Letak antara pyramid satu dengan yang lainnya cukup jauh, capek juga kalau berjalan kaki, sehingga banyak turis yang juga menyewa onta atau becak.

IMG_6560
Onta & becak di kompleks pyramid

Sebelum turun kami diwanti-wanti oleh Khalid & Dado tentang pedagang kaki lima di sini yang agresif, kalau nggak berminat tolaklah dengan halus. Jangan juga iseng foto-foto sama unta, karena nanti bakal ditagih “fee” sama yang punya unta. Jangan juga mau dengan tawaran “pinjaman syal atau topi”, sang empunya biasanya akan langsung mengenakan syal atau topi pada kita dengan tawaran “mari difotokan”, abis itu langsung deh suruh bayar. Kalau kamu selama ini sudah hidup di Indonesia harusnya sih sudah tidak asing dengan segala macam modus seperti ini, jamak di Indonesia.

Bus parkir di depan loket tiket yang terletak persis di depan pyramid khufu, kami semua turun sambil menunggu pembelian tiket beres sekalian ke toilet (toiletnya bayar). Di luar ternyata suhu turun hingga ke 8-9 C, dingin banget buat saya yang hanya mengenakan gamis tanpa mantel, akhirnya tangan selalu saya masukkan ke dalam kantong baju.

IMG_6538
di depan loket tiket

PYRAMIDA KHUFU (CHEOPS)

Pyramid ini merupakan yang terbesar di antara pyramid lainnya, pyramid ini dibangun untuk menyimpan mumi Firaun Khufu. Pyramid tidak boleh dimasuki ya , karena dikhawatirkan tersesat, jadi kita hanya bisa melihat pyramid dari luar. Saya kaget dan terkagum-kagum ternyata pyramid itu tinggi sekali, satu balok batu penyusun itu tingginya sama dengan saya. Pyramid ini letaknya di gurun pasir, balok batunya terbuat dari limestone seragam persegi panjang berwarna coklat pudar walaupun ukurannya tidak terlalu presisi (sama persis), ada beberapa pengumuman untuk berhati-hati karena ada struktur yang ambrol.Tidak jauh dari pyramid terdapat dua atau tiga kuil kecil yang digunakan untuk pembalsaman mumi.

IMG_6542
Pyramid Khufu
IMG_6594
balok penyusun pyramid
IMG_6557
Kuil-kuil pembalsaman

Oleh Khalid, kami ditunjukkan pintu masuk ke pyramid yang berbentuk seperti segitiga (seperti di film transformers itu lho), tapi letak pintunya cukup tinggi yang mengharuskan kita memanjat balok-balok pyramid, toh karena juga nggak bisa masuk, kami cukup puas melihat pyramid dari bawah.

IMG_6556
Yang segitiga itu pintu masuknya

Siapa yang tidak berdecak kagum melihat susunan batu menjulang tinggi yang bertahan hingga ribuan tahun seperti ini? hebat sekali teknologi bangunan zaman dahulu. Saya teringat adegan di film-film soal cara pembangunan pyramid ini, terutama di film Ten Commandments, saya benar-benar terharu sekali bisa menginjakkan kaki di sini.

Saya sih memang sengaja nempel Khalid terus karena butuh penjelasan terperinci mengenai kisah pyramid, mengenai asal muasal,sejarahnya sampai mitosnya.

Benarlah kata dado & khalid, pedagang di sini agresif sekali menawarkan barang dagangannya, kebanyakan yang dijual adalah cenderamata aneka rupa. Saya sih sebenarnya tertarik tapi berhubung uang yang saya bawa tidak banyak (percayakah bahwa saya hanya membawa 300 USD berdua untuk bekal selama 3D2N in Egypt? jumlah yang saya pikir cukup toh saya hanya akan membeli souvenir/oleh-oleh, segala urusan akomodasi & makan kan sudah termasuk dalam biaya tur) selain itu malam  nanti kami akan ke El Khalili yang terkenal murah, jadi saya berkali-kali menampik tawaran pedagang yang lewat.

11043265_10153232757914623_4547310568887912920_n
Photo bersama semua anggota tur

PYRAMIDA KHEFRE & MENKAURE

Selepas dari pyramid Khufu, kami kembali ke bus untuk menuju ke Panorama, dalam perjalanan kami melewati pyramid khefre. Khefre ini adalah putra dari Khufu, pyramidnya tidak sebesar Khufu, namun mahkotanya masih utuh. Menurut Khalid, seharusnya semua pyramid memiliki mahkota berbentuk segitiga dari batuan yang warnanya lebih cerah yang melapisi bagian atas pyramid. Dari ketiga pyramid, hanya di Khefre ini yang masih ada mahkotanya, yang lain sudah dipotong saat periode penjajahan Inggris dulu untuk dibawa ke luar negeri.

IMG_6559
Pyramid Khefre yang masih utuh mahkotanya

Setelah itu kami melewati Pyramid Menkaure, Menkaure ini adalah putranya Khefre yang berarti cucunya Khufu. Pyramid ini didampingi oleh tiga pyramid para ratu yang salah satunya adalah pyramid sang ibunda pangeran menkaure.

IMG_6579
Pyramid Menkaure & queen pyramids

Saya dan suami bergurau kalau kami ke sini backpackeran pastinya kami akan berjalan kaki menyusuri pyramid demi pyramid, lebih seru pastinya dan lebih banyak waktunya.

THE PANOURAMA

Panourama adalah suatu bukit paling tinggi di giza kompleks yang mana dari situ kita bisa melihat tiga pyramid secara utuh. Bus berhenti di Panourama selama setengah jam untuk memberi kami kesempatan melihat-lihat dan berfoto. Suhu udara di Panourama lebih dingin lagi, saat saya cek sudah 6C. Sebentar saja di panourama, gigi saya mulai gemeletuk dan tangan keriput, saya mencoba berlari-lari mengejar merpati yang banyak terbang di sekitar panourama untuk menghangatkan badan, tapi tidak membantu, yang ada malah saya tambah beku. Akhirnya setelah mengambil beberapa foto, saya menyerah dan buru-buru lari ke dalam bis yang hangat oleh pemanas.

IMG_6576
pyramids from panourama
IMG_6578
ceritanya ngejer merpati

THE SPHINX

Sphinx adalah hewan mistis dengan wujud singa berkepala manusia. Sphinx terbesar di Mesir adalah yang berada di kompleks Giza, tepatnya di sebelah tenggara dari pyramid Khufu. Diyakini bahwa kepala sphix di giza ini dibuat menyerupai Firaun Khufu.

Seperti yang pernah saya singgung sebelumnya, anggota tur kami ini adalah para tukang jalan-jalan, seringnya kita bubar sendiri tanpa pemandu, saya dan suami yang malas nungguin anggota yang ke toilet dulu sebelum ke Sphinx, tentunya memilih jalan duluan biar waktu eksplornya lebih banyak setelah sebelumnya izin dulu ke Pak Trio sang koordinator.

Untuk menuju sphinx kita akan melewati bangunan berupa jalan masuk  yang terbuat dari tiang-tiang dan balok batu limestone serupa dengan bahan penyusun Pyramid. Antara sphinx dan jalan tersebut ada lapangan luas yang sepertinya sering digunakan untuk acara-acara, seperti saat saya ke sana sudah tersusun barisan bangku untuk acara jamuan makan malam suatu tokoh negara , keren juga ya dinner berlatar pyramida dan sphinx, apalagi lengkap dengan pertunjukkan sinar laser. Sphinx ini hidungnya ilang, katanya sih dulu Napoleon Bonaparte yang memerintahkan pengrusakan hidung sphinx yang sangat mancung lantaran kesel hidungnya pesek.

IMG_6596
jalan menuju sphinx
IMG_6593
The Great Sphinx of Giza

Yang lucu adalah soal tawaran “pinjaman syal atau topi”, saya dan suami yang sudah diberi tahu oleh Khalid berkali-kali menolak tawaran tersebut walau suami saya seringkali jadi sasaran pakai jubah atau syal, maklum kita kan jalan sendiri. Ada seorang turis cowok asal China yang mau aja dipakein baju, eh begitu selesai suruh bayar, si cowok maunya cuma bayar 2 USD, sementara sang empunya baju kekeuh minta 5 USD, mereka debat yang diakhiri dengan si cowok ngacir dan dikejar-kejar sang empunya sampai ke bus.

Di bus juga kita ketawa-tawa soal kisahnya Pak Diro yang perokok, di pyramid ini Pak Diro sering ditanyain “Andonessy?” dari orang lokal, begitu jawab “yes i am Indonesian”, mereka pun komen “do you have any cigarette? one cigarette please!”.Begitu satu dikasih, yang lain pun ngerubung sampai habis rokok dua bungkus. Ternyata rokok Indonesia itu sangat famous dan digemari di mesir, apalagi di sana harganya mahal, makanya mahasiswa Indonesia suka dititipin bawain rokok kalau pulang ke tanah air. Saya bisa internetan karena Dado mengaktifkan wifi di bus, lumayan bisa bbm dan video call anak-anak.

PERFUME FACTORY

Sebagai backpacker, saya paling males dan ogah mengunjungi toko-toko kayak gini. Toko yang umumnya sudah bekerja sama dengan Biro Tour dengan sistem komisi , semacam toko fancy dan mahal yang jadi destinasi belanja, tapi karena sudah masuk rundown ya kita harus tetep ikut.

Menempati ruko berlantai empat yang mewah, kami dibawa masuk ke perfume factory, suatu toko parfum yang pemiliknya bernama Fouad al Fayed, sepupunya Dodi Al fayed. Tokonya sangat mewah dengan interior berupa karpet ala timur tengah dan jajaran rak kaca berisi botol parfum beragam ukuran dengan bentuk yang unik-unik, ruangan pun didominasi semerbak parfum lembut.

Kami dibimbing untuk duduk di sofa empuk dari kulit oleh para pramusaji berdasi dan disuguhi teh rapsberry, teh herbal ala mesir yang dicampur sari rapsberry, rasanya kecut-kecut masam dan pekat di lidah. Tak lama keluarlah Mr Fouad sang pemilik, orangnya tingi besar dengan wajah khas keturunan semit dan berusia sekitar 60-an. Mr Fouad menjelaskan mengenai macam-macam parfum termasuk cara menguji keaslian dari kadar alkoholnya. Parfum murni rentan terbakar karena kadar alkoholnya tinggi, dia menggunakan alat peraga untuk membuktikan hal tersebut. Dijelaskan pula bahwa parfum-parfum kelas dunia banyak diimpor bahan bakunya dari mesir termasuk tokonya yang merupakan salah satu Supplier. Ada daftar yang dibagikan berisi berbagai macam nama parfum yang dijual di tokonya, dari daftar tersebut dia menjelaskan bibit parfum mana yang dijadikan parfum kelas dunia, misalnya jasmine yang menjadi Issey Miyake seri apa, lalu Rose yang menjadi Calvin Klein seri apa dst. Anggota tur lainnya yang saya tilik dari penampilannya memang orang berada (lha wong di bandara hobinya keluar masuk duty free nyariin parfum limited series yang cuma dijual di Abu Dhabi atau beli jam seri tertentu) langsung bersemangat mencocokkan daftar, sementara saya dan suami yang backpacker kere mah memasang tampang datar. Seusai presentasi para pramusaji langsung mendekati kami dan menyodorkan kertas dengan cara yang menurut saya kayak “menodong halus”, dengan kata-kata “mari tulis di daftar ini mana yang mau anda pilih” sambil duduk di depan kita, saat kami ragu-ragu dia terus menyodorkan sample sambil sesekali mengoleskan tester di tangan atau baju (keluar dari sini wanginya udah kayak berendem parfum). Sang pemilik pun pura-pura terkejut dengan permintaan ibu nia akan diskon, tapi akhirnya dikabulkan (saya mah yakin emang harganya juga segitu) dengan penawaran spesial 300 USD untuk 5 botol ukuran 75 ml atau 500 USD untuk 3 botol ukuran 200 ml. Lah duit dari mana coba, secara saya aja cuma bawa 300 USD buat bekal, masa mau dihabisin di toko ginian? beli satu kena 100 USD, rugi bener, gak beli dipepet mulu pokoknya kudu beli, akhirnya saya terpaksa gesek CC saya (yang begitu billing CC dateng, kursnya bikin saya membelalakkan mata saking tingginya) untuk beli 5 botol seharga 300 USD. Huuh banget deh!.

Update : Harga memang setara kualitas, walau mahal tapi tidak dipungkiri kalau parfum-parfum ini memang murni, wanginya lembut tidak nyegrak seperti parfum murahan ala nyongnyong.

FACTORY OUTLET

Kelar dari toko parfum seharusnya kami ke toko papyrus, tau kan ya papyrus? kertas halus dari bahan tumbuhan papirus yang digunakan pada zaman kuno. Papyrus ini biasa dijadikan souvenir khas dari mesir. Tapi tiba-tiba Khalid & Dado membatalkan kunjungan karena arah toko berlawanan dan macet, diputuskan ke salah satu Factory Outlet yang saya lupa namanya.

Factory outlet ini menjual aneka baju, celana, kain-kain khas dan printilan lain yang biasa dijadikan souvenir, termasuk kaos bertuliskan i love blablabla favorit saya. Harganya memang agak mahal tapi kualitas bahannya bagus. Selembar kaos harganya mulai 10 USD, di toko-toko besar di Mesir menerima pembayaran berupa USD bahkan MYR (sayang IDR nggak), lable harganya pun ada dua yaitu dalam pound mesir atau USD. Saya membeli beberapa kaos untuk keluarga inti dan anak-anak saya. Kalau di sini belanjanya sih enak bisa bebas, nggak ditodong kayak tadi.

ANDREA

Kami makan siang di salah satu cabang Andrea lagi, tapi kali ini tidak di samping sungai nil, melainkan di salah satu jalan utama. Bangunannya bergaya seperti benteng-benteng Maroko dari batu abu-abu yang diplester kasar. Restorannya berkonsep fine dining, tapi menariknya tidak jauh dari pintu masuk kita akan bertemu dengan dapur terbuka besar di mana para kokinya sedang memanggang ayam atau membuat roti. Saat itu gerimis kecil mulai turun, Khalid pun berkata itu adalah hal yang bagus karena sudah 3 bulan tidak turun hujan. Menu masakan persis seperti di Andrea Nil kemarin, main coursenya ayam panggang setengah ekor dan roti isyh lengkap dengan appetizer dan salad. Roti Isyh ini adalah makanan pokok dan kegemaran orang mesir, rasanya tawar dengan tekstur tebal dan berserat, mirip roti pitta tapi lebih tebal. Secara bercanda, bu rie bilang ayam panggangnya campur air hujan, secara panggangannya di dapur terbuka. Tapi hujan di mesir ya cuma gerimis kecil sebentar,  itu juga bisa dihitung setahun berapa kali, nggak ada hujan lebat kayak di Jakarta.

EGYPTIAN MUSEUM

Karena suhu udara yang luar biasa dingin, akhirnya saya pun mulai tumbang, kepala saya sakit luar biasa sampai ngangkat kepala aja susah. Untungnya bu rie bawa pertolongan pertama “freshcare” yang setelah saya pakai langsung kepala mendingan. Bu Rie juga meminjamkan pashmina tebal untuk membungkus badan saya, alhamdulillah ya Allah ada orang yang baik gini.

Perhentian selanjutnya adalah The Egyptian Museum yang menyimpan koleksi luar biasa banyak. Sayangnya kami sampai di sini sudah hampir jam 4, sementara waktu tutup adalah jam 5, jadi kami harus terburu-buru dan hanya melihat yang paling pentingnya saja. Padahal saya itu penyuka sejarah dan museum, dari di tanah air saya sudah googling soal apa saja koleksinya, waktu sejam mana cukup.

Saat akan melewati gerbang masuk barang akan digeledah. Kita harus menitipkan semua barang bawaan di loker, tidak terkecuali dompet, paspor, hp apalagi kamera, di dalam museum dilarang memoto atau bikin video. Kelar urusan titip, kita akan kembali digeledah di pintu masuk dan melewati alat detektor seperti di bandara, double pemeriksaan dan ketat banget, yang meriksa aja militer.

Begitu melewati detektor, kita akan disambut oleh patung dada berukuran besar dari Ratu Makarae Hatshepsut, sang maharatu yang terkenal kekejamannya. Lantai satu berisi berbagai patung, meja batu dan peti mati yang luar biaa besarnya, baru aja 10 menit lihat-lihat, Khalid sudah menyuruh kita naik ke lantai dua untuk melihat koleksi terpenting dari museum ini yaitu mummy para firaun.

Untuk masuk ke tempat mummy ini dikenakan lagi biaya 10 USD atas biaya sendiri, pastinya kali ini ikhlas banget ngerogoh kocek karena pengalaman lihat mummy kan langka. Kami hanya diberi waktu 15 menit oleh Khalid untuk masuk ke ruang mumi (bentar banget, sedih). Ada berbagai mummy firaun,mummy-nya  diletakkan dalam kotak kaca tebal, ada yang masih utuh tapi ada pula yang sudah sedikit hancur. Yang paling terkenal tentunya adalah Mumi Ramses II, firaun yang muncul di Al Qur’an dalam kisah Nabi Musa AS. Saya kaget lihat mumi utuh dari Ramses II ini, ternyata Ramses II tidaklah terlalu tinggi, hanya sekitar 150-160 cm. Mummy-nya masih utuh berupa tulang tengkorak terbalut kulit masih lengkap dengan mata dan gigi. Menurut penelitian, mummy ini mengandung ganggang laut yang hanya tumbuh di laut merah, persis seperti dalam kisah Nabi Musa.

Tak lama kemudian kami keluar dari bilik mummy dan langsung dibimbing dengan terburu-buru ke ruangan koleksi harta karun para Firaun. Sebelum itu kami diajak oleh Khalid ke koridor yang berisi kotak besar dari batu, ukurannya macam-macam, mulai dari uk.3×3 m , 2×2 m sampai yang terkecil 1×1 m, ternyata kotak tersebut dimasukkan ke dalam makam untuk tempat penyimpanan mummy & harta karun. Sistemnya seperti mathryoska, tau kan boneka asal rusia itu, yang mana boneka dengan ukuran terbesar berisi boneka-boneka kecil. Jadi sesudah berhasil membuka kotak 1 kita akan bertemu kotak 2, kotak 2 kebuka ketemu kotak 3 terus begitu sampai ke harta karun, sengaja dibuat seperti itu untuk menghindari para penjarah makan. Cara masukin kotaknya ke dalam makam gimana ya?? secara itu kotak gede dan ukurannya besar, entahlah, hanya Allah yang tahu.

Setelah itu kami dibawa ke ruang koleksi harta karun Tutantkhamun. Tutantkhamun sebenarnya adalah pangeran yang tidak terlalu populer, hanya pangeran biasa yang hartanya tidak terlalu banyak. Mungkin karena tidak populer itulah harta karun yang ada di makamnya malahan masih utuh tanpa terkena ulah jahil para pencuri makam. Makam para firaun yang lebih populer dan kaya banyak yang sudah dijarah oleh para pencuri makam.

Harta karun Tutankhamun berupa perhiasan, singgasana, mahkota, parung, baju kebesaran, tongkat, koin-koin bahkan sarkofagus yang semuanya dari emas, beneran emas murni 100% sampai mata tercengang saking silaunya. Mahkota ala firaun mesir itu ternyata full dari emas, beratnya sampai puluhan kilo, belum lagi perhiasannya. Lagi asik-asik ngelihat, datanglah para penjaga museum yang ngusir kita karena 15 menit lagi museum akan tutup, mana penjaganya galak-galak banget.

Karena di dalam nggak bisa foto-foto, akhirnya kami hanya bisa berfoto dengan eksterior museum, facadenya berwarna oranye bata terang. Persis di sebelah gedung museum ada gedung yang sudah hangus terbakar, gedung ini merupakan gedung pemerintahan yang menjadi sasaran amukan massa saat demonstrasi beberapa waktu yang lalu. Melihat letaknya yang persis bersebelahan, jilatan api nya pasti akan secara cepat merembet, tapi tidak ada sedikitpun bagian bangunan yang terbakar, bayangkan apabila egyptian museum ini terbakar, hangus dan hilanglah berbagai benda peninggalan sejarah yang sangat berharga tersebut. Sebagai muslim, saya percaya bahwa ini adalah kuasa Allah, disebutkan dalam Al-Quran bahwa Allah akan menjaga mummy firaun tetap utuh sampai hari kiamat nanti sebagai bukti akan kisah Musa dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Wallahu alam bissawab.

IMG_6611
The Egyptian Museum
IMG_6615
Gedung yang terbakar persis di samping museum
IMG_6618
Pintu masuknya

Lapangan di depan egyptian museum juga merupakan area demonstari sehingga di sini bisa ditemui tank tempur lengkap dengan sniper yang bersiaga penuh.

IMG_6620
mas sniper

AL HUSSEIN MOSQUE

Dalam perjalanan menuju Al Hussein Mosque, kami kembali melewati kompleks Al-Azhar yang sangat populer akhir- akhir ini di tanah air sebagai latar belakang dalam novel-novel fiksi karangan Habibburahman El Shirazy, misalnya saja ayat-ayat cinta atau KCB. Al Azhar merupakan kampus tertua di Mesir, banyak mahasiswa asing yang belajar di sana termasuk dari Indonesia. Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat mengunjungi kompleks ini.

Kami bermaksud untuk menunaikan shalat maghrib di masjid hussein, masjidnya sangat besar dengan sejumlah kubah payung serupa di madinah. Di dalam masjid ini disimpan kuburan kepala Hussein, cucu Rasulullah Muhammad SAW, yang syahid terpenggal saat pertempuran di Karbala, kepalanya menurut sejarah dibawa ke Mesir dan dikuburkan di masjid ini. Dalam pemikiran saya masjid ini sangat rentan sebagai situs syiah, sehingga sebelum berangkat saya sempat berkonsultasi dulu dengan salah satu sahabat mengenai larangan untuk mengunjungi situs syiah. Menurut sahabat saya tidak apa-apa apabila niatan kita bukan untuk melakukan ritual agama atau memuja-muja layaknya syiah.

10685380_10153222815299623_3476186787720146337_n
Al Hussein Mosque

Tempat wudhu terletak di luar kompleks masjid dan kita diharuskan melewati jalan setapak yang becek dan semrawut dengan aktivitas pedagang kaki lima. Masjidnya sangat megah dengan chandelier di mana-mana. Sesudah shalat, saya dan rombongan ibu-ibu anggota tur tertarik melihat suatu bilik yang dekat dengan ruang shalat wanita. Ternyata bilik tersebut berisi kubah berbentuk persegi yang merupakan makam kepala al Hussein. Suasana di dalam cukup heboh, banyak yang meratap dan menangis dalam bahasa arab (yang tidak saya mengerti tentunya), bahkan ada seorang wanita yang menangis jejeritan histeris hingga pingsan. Saya dan ibu-ibu lainnya hanya terdiam mengamati, benar perkiraan saya bahwa masjid ini termasuk salah satu situ syiah mengingat hanya syiah yang memuja dan meratapi Al Hussein sampai seperti itu. Untuk masuk ke dalam bilik hanya dipungut sumbangan sukarela.

10409073_10153199296039623_5961749263983652374_n
Makam Al Hussein

KHAN EL KHALILI BAZAAR

Persis di samping al hussein mosque terdapat khan el khalili bazaar, deretan pedagang kaki lima dengan berbagai barang dagangan yang murah-murah. Sebagai backpacker tentu saya suka sekali dengan tempat ini. Saya berkeliling-keliling bareng bu rie, sementara suami saya dan bapak-bapak lainnya memilih tetap di dalam bus, ibu-ibu tentu ngibrit demi melihat pasar dan belanja.

11008480_10153222815564623_3127407433360410865_n
Khan el Khalili Bazaar

Lucunya saya sering digodain para ABG yang lagi nongkrong di sini (mana cakep-cakep banget lagi, udah kayak pemain film di Mahabrata semua atau kalau di sini macem ali syakieb), begitu saya tanya “how old are you” mereka jawab “17” atau “18”. Doooh ABG ganteng ngedoain emak-emak, saya bilang “i am much older than you, i’m 25” dan mereka pun membalas “no way,i can’t believe it” dan mereka terkadang mencuri lihat ke arah jari saya dan baru percaya setelah saya pamerin cincin kawin. Hadeuuhh..apa pula ini!

Di sini baru saya merasa puas, nggak sumpek seperti di toko mahal tadi siang. Saya sangat menikmati aktivitas tawar menawar dengan para pedagang sambil bercanda-canda. Ada sedikit insiden juga sih saat saya dan bu rie melihat-lihat piringan hias milik kakak beradik (yang juga ganteng banget), bu rie deal dengan si kakak piringan seharga 20 USD satu set, sementara si adik hanya memberikan harga 15 USD ke saya. Saya pun ngomong ke bu rie dan bu rie pun komplain, si kakak pun ngomelin adiknya sambil dengan kasarnya merebut kembali piringan yang dipegang bu rie dan berganti jadi ngomel ke saya, lha kok jadi ke saya? meneketehe soal harga, saya pun pasang tampang cuek, lha wong nggak ngerti bahasa arab. Untungnya Dado datang dan menengahi, selanjutnya dia malah marahin sang penjual kenapa bersikap begitu. Akhirnya piringan kembali dijual seharga 15 USD satu set.

ANOTHER HADROMAUT RICE

Sepulang dari khan el khalili, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, sebenarnya saya udah ngantuk banget, tapi berhubung ini tur terpaksa saya mengikuti keseluruhan acara kan. Bus berhenti di depan sebuah restoran hadromaut yang berlantai tiga, suasana sangat ramai dan penuh, sepertinya ini merupakan restoran yang terkenal.

Nasi Hadromaut merupakan makanan khas mesir, nasi diolah dengan sejumlah rempah-rempah yang khas dan disajikan dengan kuah, acar dan lauknya berupa ayam panggang (setengah ekor) atau kambing. Bulir beras di mesir ini panjang-panjang, beda daengan beras di tanah air yang kecil-kecil. Porsinya ampun ..gede banget…tapi herannya orang di mesir ini kuat aja makan satu porsi sendiri. Saya yang udah ngantuk dan males makan akhirnya minta bungkus saja dan saya kasih ke pak sopir.

10393150_10153222427974623_2320377027180752586_n
Nasi Hadromaut

Selesailah rangkaian perjalanan panjang hari ini, sampai hotel setelah shalat saya langsung tidur nyenyak.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s