Posted in Abu Dhabi, Cairo, Egypt/Mesir, United Arab Emirates

Umroh + Cairo + Abu Dhabi (Day 1 & 2)

INTRO

Kisah kali ini adalah sambungan cerita gagal umroh tahun 2014 silam, karena secara tak terduga saya kembali diberi rezeki berupa anak oleh Yang Maha Kuasa.

Saya yang biasanya masih belum kepikiran umroh (dulu mikirnya umroh ntar aja kalau udah tua, sekarang masih muda mah keliling-keliling dunia dulu aja) entah kenapa tiba-tiba punya keinginan untuk umroh, suami saya yang seneng banget dan kaget dengan niat saya, langsung buru-buru mengajak saya ke Moslem Travel Fair yang diadakan di JHCC – Senayan sekitar bulan september 2013 untuk survey (takutnya saya berubah pikiran). Singkat cerita akhirnya kami sepakat mendaftarkan diri untuk ikut umroh via Alia Travel dengan jadwal keberangkatan februari 2014.

Alia Travel menawarkan program Silver dan Gold dengan komposisi kamar double, triple atau quad, beda antara silver dan gold adalah pada hotel & fasilitas. Uang yang kami punya waktu itu hanya cukup untuk mendaftar paket silver quad, yang artinya sekamar berempat (tentunya dipisah antara lelaki dan perempuan) jadi saya dan suami tidur terpisah, dan saya harus siap tidur sekamar dengan rombongan ibu-ibu lain yang tidak saya kenal, begitupun suami saya. Memang untuk suami istri paket double (sekamar berdua) itu lebih ideal, tapi harganya jauh lebih mahal. Waktu itu kami sudah merasa cukup dan bersyukur toh tetap bisa umroh, nggak masalah soal hotel dan kamar, tujuan kan untuk ibadah.

Tapi..menjelang akhir bulan desember saya mendapat kabar gembira kalau saya…hamil lagi (padahal baby pertama saya baru saja genap berusia setahun) dan bayi diperkirakan akan lahir pada bulan july tahun berikutnya. Saya hitung-hitung kalau tetap ikut umroh berarti usia kehamilan saya sedang 4-5 bulan, saya pun konsultasi pada dokter kandungan terlebih dahulu, tapi sang dokter menyarankan untuk menunda dulu saja umrohnya karena penerbangan long haul serta medan umroh sangat menguras stamina dan riskan bagi ibu hamil. Masih tak percaya pada dokter, saya pun segera ke Alia Travel untuk konsultasi lagi dan ternyata pihak travel pun berpendapat sama, apalagi untuk umroh wajib disuntik meningitis, sementara ibu hamil dialrang diberi suntikan vaksinasi. Dengan berat hati akhirnya saya pun membatalkan niat umroh tersebut, saat itu benar-benar merasakan kebenaran bahwa “Haji & Umroh itu panggilan Allah, tidak peduli sebanyak apa harta atau seteguh apa niat kita, selama belum dipanggil ya nggak bisa”. Alhamdulillah, pihak Alia mengembalikan uang yang sudah saya bayarkan 100% tanpa potongan apapun.

Update :

  • Di kemudian hari walau akhirnya saya tidak berangkat menggunakan Alia Travel karena alasan tertentu yang akan saya jelaskan kemudian, toh di tahun 2016 saya menggunakan jasa travel ini untuk kedua orang tua, adik-adik dan karyawan kantor yang alhamdulillah melaksanakan ibadah umroh pada bulan january.
  • Karena gagal umroh, baby saya yang lahir di bulan july tersebut diberi nama Abraham, diambil dari nama Ibrahim sang nabi yang membangun kembali ka’bah dan nabi yang mencontohkan pelaksanaan ibadah haji & umroh.

 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

“Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh.” (QS. 7:183)
“Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya”(QS. 86:16)

Rencana Allah itu lebih baik dan Allah menangguhkan rencana karena ada hikmahnya. Saya merasakan betul kebenaran ayat-ayat di atas. Tanpa terduga, setelah melahirkan saya dan suami mendapatkan rezeki yang memungkinkan saya dan suami berangkat umroh di tahun 2015, bahkan kali ini uangnya cukup untuk ikut Umroh plus.

PATUNA UMROH & TRAVEL

Setelah menyampaikan maksud dan kedua orang tua serta mertua setuju untuk mengizinkan kami berangkat umroh, saya dan suami kembali menghadiri Moslem Travel Fair yang masih diadakan di JHCC – Senayan pada september 2014 untuk survey. Tadinya kami bermaksud tetap ikut Alia Travel, tapi saat travel fair tersebut ternyata Alia malah tidak ikut berpartisipasi, Alia Travel saat itu hanya berperan sebagai koordinator acara jadi tidak menggelar stand sendiri. Adapun Alia akan menggelar stand kembali pada bulan november. Karena tidak mau pulang tanpa hasil pasti, akhirnya kami memutuskan ikut biro lainnya. Setelah keliling kami bertemu dengan Patuna yang sudah sering kami dengar namanya, dari hasil tanya-tanya akhirnya kami deal mengambil paket Umroh plus Egypt selama 13D, paket double dengan maskapai Etihad Airlines yang kami pilih keberangkatannya tepat pada hari ulang tahun pernikahan kami hingga ke tanggal ulang tahun saya. Alhamdulillah, rencana Allah memang lebih indah, dengan ditunda setahun kami diberikan kelebihan rezeki sehingga malah bisa ikut Umroh Plus ke mesir yang sudah saya impi-impikan sejak dulu, selain itu kami bisa mendaftar untuk ikut kamar double sehingga saya sekamar dengan suami. Dari peta yang diberikan, letak hotel di madinah dan mekkah pun sangat dekat dengan masjid (kedua hotel ini sama dengan yang digunakan orang tua saya saat umroh 2016 via Alia Travel dengan paket gold), sementara yang di mesir tepat di tengah kota.

PERSIAPAN & MANASIK

Sebulan sebelum keberangkatan Pihak Patuna membagikan perlengkapan sebagai berikut:

  1. satu koper ukuran besar dengan logo patuna, saya suka koper ini karena warnanya hijau terang, mudah dibedakan dengan koper jamaah biro travel lainnya yang umumnya berwarna hitam
  2. Khusus laki – laki : satu set kain ihrom
  3. Khusus perempuan : satu lembar bahan katun berwarna putih (dipakai saat ibadah umroh, bahannya dijahit dengan biaya masing-masing) & dua kerudung warna putih
  4. Tas selempang dengan logo patuna berwarna hijau cerah
  5. Kantong sendal, gunanya untuk menyimpan sendal saat shalat, karena tidak mungkin sandal ditinggal di pintu masuk masjid sebab ada ribuan jamaah
  6. Satu set buku doa & manual ibadah umroh
  7. Bahan batik berlogo patuna warna hijau cerah yang dipakai sebagai seragam (bahannya juga dijahit masing-masing)

Packing harus dilakukan dengan seteliti mungkin sebab ukuran koper tidaklah terlalu besar, selain itu ada batas maksimum berat bagasi sebesar 20 kg/orang. Dari hasil browsing dan tanya-tanya ke orang yang sudah pernah umroh, cuaca di bulan februari masih dingin dan berkisar antara 15 – 20 C, iklim di Arab Saudi kering sehingga tidak gampang berkeringat. Atas dasar itulah, saya memutuskan hanya membawa 1 baju perhari, dengan jadwal mandi digeser sesudah dan sebelum tidur, jadi malamnya saya hanya menggunakan baju tidur yang bisa dipakai berkali-kali.

Perlengkapan lainnya yang saya bawa :

  1. Beberapa stel gamis syar’i berbahan jersey yang saya beli di tanah abang , agak sulit mencari gamis syar’i berbahan jersey yang tepat, yang tipis transparan dan menampilkan lekuk tubuh, sementara yang tebal bahannya berat dan gerah, saya akhirnya membeli yang tebal tapi ternyata cukup makan tempat di koper, satu hal yang menginspirasi saya untuk kemudian bikin usaha clothing sendiri bersama teman di kemudian hari.
  2. Beberapa gamis manset beserta satu jubah panjang hitam  yang dikeluarkan oleh Zoya, gamis manset ini dipakai sebagai inner di dalam jubah, jadi lumayan menghemat tempat di koper.
  3. Satu set mukena
  4. Satu jaket tebal berbahan wol karena sedang musim dingin
  5. Perlengkapan umroh dan lainnya seperti ikat pinggang ihrom, kaos kaki, disposable panties, sarung tangan, baju koko suami dan lain-lain saya beli di Toko DL Tanah Abang yang memang menjual aneka barang khusus untuk kebutuhan haji & umroh
  6. Beberapa lembar kerudung dan bergo, pastikan yang dibawa panjang menutup dada
  7. Beberapa lembar daster untuk tidur
  8. Kosmetik khusus untuk umroh, saya beli produk khusus dari wardah dan beberapa rekomendasi dari Century, ternyata semuanya nggak cocok dengan iklim Timur Tengah, solusinya saya cerita kemudian ya
  9. Obat-obatan pribadi dll

Semua koper termasuk paspor diserahkan ke pihak Patuna minimal 3 hari sebelum keberangkatan untuk menghindarkan kerepotan, jadi saat berkumpul di bandara kita hanya membawa barang pribadi saja.

Hal-hal penting lainnya :

  • Pastikan datang saat manasik, manasik biasanya dilaksankan 3 minggu sebelum keberangkatan, karena selain dijelaskan tata cara ibadah umroh termasuk cara pakai kain ihrom bagi pria, saat itu juga akan dibagikan rundown acara dan dijelaskan secara detil pelaksanannya
  • Suntikan meningitis dilaksanakan seminggu sesudah manasik, kalau di Patuna pelaksanaanya dikoordinir oleh Patuna, sementara kalau di Alia kita hanya diberi daftar rumah sakitnya selebihnya kita pergi sendiri, setelah suntik meningitis kita akan mendapat kartu kuning yang wajib dibawa saat umroh, biasanya diselipkan di paspor. Untuk orang berusia 50 tahun ke atas juga disarankan mengambil vaksin flu.
  • Khusus untuk wanita, pergilah dulu ke bidan atau dokter kandungan untuk meminta obat penunda haid, jangan sampai sudah jauh-jauh ke tanah suci malah nggak bisa ibadah karena sedang haid, obat ini bisa berbeda-beda efeknya, saya malah jadi maju tanggalnya hingga saat 2-3 hari sebelum berangkat hingga sampai di mesir.
  • Lupakan kalap belanja hingga bagasi over, ini mau ibadah bukan jalan-jalan. Saat ke tanah abang saya sudah memesan korma sebanyak 2 boks (masing-masing isi 5 kg) , kacang arab, kismis, fustuk serta paket dalam dus kecil (isi sebotol zam-zam,kacang arab,fustuk dan kismis) yang ringkas untuk dibagikan.Daripada banyak-banayak belanja di Arab lebih baik beli saja segala oleh-oleh di tanah abang, saya pun hanya berbelanja sedikit di Arab untuk keluarga dekat.
  • Setiap jamaah mendapat jatah air zam-zam sebanyak 5 lt, kurang?? nanti saya ceritakan ya cara saya bawa berlt-lt air zam-zam tambahan

Setelah mengucap do’a, banyak beristighfar, meningkatkan ibadah dan terus belajar tata cara umroh, tibalah hari keberangkatan ke tanah suci. Sempat banyak menangis saat berangkat (karena percayalah mau berangkat umroh itu rasanya beda dengan jalan-jalan biasa) apalagi harus meninggalkan dua anak balita saya di rumah untuk sementara.

DAY 1 Jakarta – Abu Dhabi

Dengan diantar oleh orang tua dan baby pertama (sementara mertua di rumah dengan baby kedua) saya dan suami bertolak ke bandara Soekarno Hatta. Penerbangan dijadwalkan berangkat ke Mesir via transit di Abu Dhabi pada pukul 23.00. Sesuai rundown kami diharuskan berkumpul di depan toko Batik pada pukul 20.00, di sana sudah menunggu koordinator sekaligus pemandu kami dari Patuna tour, yaitu Bapak Trio.

Sambil menunggu kami semua berkenalan di ruang lounge, anggota tur kami berjumlah 16 orang yang semuanya adalah pasangan suami istri, dan saya adalah yang termuda, hampir semuanya seusia papa mama saya (kecuali pasangan pak dan & ibu rie yang tetep saja usianya lebih tua), jadi berasa dimomong deh, selain itu mereka itu ternyata udah bolak-balik umroh, bukannya baru pertama kayak saya, haha. Selain itu mereka adalah manula gaul dan ceria, yang selain umroh juga hobi travelling-an ke mana-mana, pada jago bahasa inggris dan pinter gadget. Agak di luar bayangan saya yang sering diceritakan tentang jamaah manula yang bingung dan sering tersesat serta harus sering dibimbing.

Sekilas tentang rombongan tur, ada pasutri kakak adik (ini baru keren, saudara dengan ipar akur dan jjs bareng) yang terdiri dari bu emmy (yang tertua) dengan suaminya pak diro, bu ida (yang tengah) dengan suaminya pak bambang, dan pak agus (yang bungsu) dengan istrinya bu nia. Selain itu ada pasutri lansia gaul yang di antara rombongan paling tua usianya, yaitu pak machri & ibu ita. Dua rombongan dokter asal makasar, Dr. Wahab & istrinya Dr Sri serta pak Kamal &istrinya Dr Ratni. Selain itu juga ada Bpk Dan & Ibu Rie yang sama seperti saya baru pertama kali umroh, saya langsung akrab dengan ibu rie yang usianya paling dekat dengan saya.

Alhamdulillah, tepat pukul 23.00 pesawat bertolak ke Abu Dhabi. Kami menggunakan maskapai Etihad yang merupakan maskapai full board sehingga penerbangan long haul tidak terlalu jenuh. Karena sudah malam saya tentunya langsung tidur. Bismillah.

Day 2 Abu Dhabi – Cairo

Saya tidak terlalu inget berapa lama perjalanan hingga kami tiba di Abu Dhabi, rasanya kami tiba sekitar pukul 10.00-an waktu Abu Dhabi. Kami transit sebentar sekitar 2 jam dan waktu tersebut saya pakai untuk keliling-keliling bandara Abu Dhabi. Enaknya karena anggota tur semuanya pada suka travelling, Pak Trio hanya info nanti harus kumpul di gate apa jam berapa, selebihnya anggota tur ya mencar-mencar sendiri karena sudah terbiasa dengan suasana bandara (nggak ada yang takut tersesat atau bingung), tugas pak trio jadi ringan sebab tidak harus mengawal anggota tur dari A – Z.

Bandara Abu Dhabi besar dan modern dengan deretan duty free shop. Saat sampai di Abu Dhabi saya pun langsung menelpon ibu dan ibu mertua saya, hiks ternyata tarifnya 20.000/menit, langsung deh pulsa saya tiris. Tidak ada yang menarik dari bandara ini kecuali patung onta seukuran aslinya dan para pramugari maskapai timur tengah yang saya suka seragamnya dan saya foto diam-diam.

IMG_6359
Abu Dhabi Int Airport
IMG_6360
Patung Onta
IMG_6363
Pramugari Etihad

Cairo, Egypt

Akhirnya pesawat pun berangkat menuju Cairo, kali ini pesawat Etihad-nya lebih kecil daripada yang kami pakai dari Jakarta-Abu Dhabi. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 3 jam, waktu di Cairo lebih lambat 5 jam dibanding Jakarta. Kami sampai di Bandara Cairo sekitar jam 13.00, bandaranya sendiri biasa aja, nggak ada ornamen khusus khas mesir, nggak ada WiFi, bangunannya juga nggak bergaya mesir. Kami menunggu sekitar satu jam hingga proses imigrasi dan bagasi selesai. Selanjutnya Khalid, pemandu khusus kami dari Mesir & Mas Dado (mahasiswa Indonesia yang sedang S2 di Al Azhar dan bekerja sambilan sebagai guide) sudah menunggu di bus yang akan membawa kami ke pusat kota. Sebagai backpacker yang biasa mandiri rasanya “aneh” dilayani full service, mulai dari bagasi yang sudah diambilkan oleh petugas biro, bagasi-nya pun dibawakan hingga ke bus, selanjutnya bus pun sudah menunggu dengan cantik. Rasanya kurang petualangan ya, hehe.

Kami melewati pusat kota Cairo yang berdebu, rasanya saya bahagia sekali, mimpi “ayat-ayat cinta” saya bisa terwujud. Bangunan di Cairo hampir semuanya tidak diaci rapi apalagi dicat, jadi facade bangunan berwarna coklat kusam dan tidak enak dipandang. Menurut Khalid & Dado memang di Mesir facade bangunan tidaklah diperhatikan, tapi jangan salah bagian dalam rumah ditata apik dan mewah, jadi di sini tukang cat, tukang ACP, tukang curtain wall ya nggak laku. Hanya gedung-gedung pemerintahan yang facadenya rapih. Warga mesir kebanyakan tinggal di apartemen dan kondominium, hanya orang super kaya yang mampu punya rumah di tanah.Kami juga melewati Al Azhar Park beserta kampus dan masjidnya.

Para pemilik mobil di sini rupanya 11-12 sama para sopir angkot, dalam artian mereka tidak peduli mobilnya lecet-lecet penuh goresan, bahkan penyok juga gak masalah. Mobilnya juga kotor banget kayak udah gak dicuci seminggu, full debu. Mobil pun diparkir sembarangan berderet-deret di pinggir jalan karena umumnya memang tidak ada lahan parkir, bahkan di apartemen, jadi orang parkir ya di pinggir jalan, memang begitu habit orang mesir menurut dado. Motor kurang diminati karena di cairo banyak debu, selain itu karena tidak ada lahan parkir jadi rawan dicuri, dado pernah cerita dulu dia dan flat matenya pernah punya motor, tapi akhirnya nyerah karena kecapekan tiap hari harus ngegotong bolak-balik motornya  ke flatnya yang di lantai tiga.

Kami juga melewati areal pekuburan yang dibuat seperti bangunan bertingkat-tingkat karena di kairo ini  tidak ada lahan. Serem? boro-boro, bangunan kuburan bersebelahan dengan pemukiman dan masjid, jadi nggak ada kesan serem sama sekali.

IMG_6370
Kuburan di Kairo

Setiap ada objek, Khalid akan menerangkan dalam bahasa inggris, sesudahnya dado akan menerjemahkan dalam bahasa indonesia. Suhu udara di Kairo saat itu masih dingin, sekitar 15 C.Secara bercanda saya tanya ke dado apa dia sudah menikah (dado sudah berusia sekitar 30-an lebih) dan tertarik menikahi gadis mesir. Katanya menikahi gadis asli mesir itu sangat mahal, paling nggak harus udah punya flat sendiri dan biaya maharnya juga besar, wah ternyata “ayat-ayat cinta” tidaklah real sekali ya. Di luar dugaan, warga kairo ini semuanya cakep-cakep dengan struktur tulang dan mata tajam khas keturunan Semit, sampai saya heran kok semua yang lewat cakep, kalau di Indonesia udah jadi artis macem Raline Shah atau Nabila Syakieb, nah di sini semua cakep kayak gitu, bisa bayangkan kan ?.

Perhentian pertama kami adalah Andrea,suatu restoran di atas kapal yang ditambatkan di pinggir aliran sungai nil. Ya Allah, akhirnya saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri sungai nil, sungai yang muncul dalam Al-Quran sebagai latar penting dalam kisah nabi Musa, sungai yang sering muncul dalam kisah-kisah para Nabi. Rasanya sampai mau menitik air mata atas rezeki dan kesempatan yang diberikan Allah, apalagi tepat hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ketiga.

Kami berkunjung ke Andrea untuk makan siang yang sangat terlambat karena waktu sebenarnya sudah menunjukkan pukul 15.00, haha. Selain itu sebenarnya kami tidak terlalu lapar sebab di pesawat tadi sudah disuguhi makan siang berupa nasi hadromaut. Tapi kami tetap mencoba masakan ala mesir tersebut dengan menu appetizer roti arab (semacam roti paratha), mayonaise kacang dan daging cincang yang dibungkus daun anggur (ibu-ibu di rombongan tur bilangnya mirip buntil jawa). Sementara main course-nya adalah nasi & ayam panggang setengah ekor lengkap dengan salad khas mesir. Porsi makan orang mesir ternyata luar biasa besar, padahal rata-rata mereka kurus. Rasanya enak tapi sayang banget nggak ada saos sambal (dasar lidah indonesia).

IMG_6388
Andrea
13091_10153222426634623_2095180925410966235_n
Appetizer
14727_10153222427919623_1099266697027583412_n
Main Course

Semiramis Intercontinental

Sehabis makan siang, kami diantar ke hotel kami, Semiramis Intercontinental yang tidak jauh dari restoran. Setelah diworo-woro oleh Pak Trio untuk kumpul kembali di lobby pukul 19.00 guna makan malam, kami diberi kartu kamar masing-masing.

Kamar kami besar dan memiliki balkon, dari balkonnya bisa melihat ke bundaran yang beberapa waktu terkenal di berita-berita internasional karena jadi tempat demo, jadi lokasi hotel kira-kira kayak di samping bundaran HI kalo di jakarta. Setelah mengirim SMS ke ibu dan ibu mertua yang mengabarkan bahwa kami sudah sampai di Cairo, kami pun tertidur lelap saking capeknya.

11033190_10153222426864623_577996310134258031_n

Dinner Cruise @ Ms Scarabee

Saat berkumpul di lobby malamnya sebenarnya saya sangat ngantuk, dengan perbedaan waktu 5 jam lebih lambat, pukul 19.00 di Cairo sama saja dengan pukul 24.00 di Jakarta, tapi masa iya saya melewatkan acara. Di lobby kami diberitahu oleh pak trio bahwa Dinner Cruise ini terbuka untuk umum dan dimohon maklum karena sudah jamak kalau ada acara pertunjukkan termasuk belly dance dalam cruise semacam itu. Belly dance??baiklah!!!

IMG_6395IMG_6526

Cruise berlabuh di sungai nil dan untuk mencapai dermaga kami cukup menyebrang jalan, kapal akan berlayar sekitar 30 menit lagi. Makanan dihidangkan secara prasmanan dengan menu khas mesir tentunya. Sesaat sebelum kapal berlayar saya mengajak suami ke dek atas untuk melihat-lihat, di dek atas kami bertemu dengan seorang sopir taksi yang fasih berbahasa inggris. Sang sopir menanyakan asal kami dan begitu kami bilang Indonesia, dia pun tersenyum lebar dan langsung curcol panjang lebar soal betapa tidak sukanya dia dengan rezim pemerintahan yang berkuasa di mesir saat ini. Saya dan suami pun cuma angguk-angguk sambil sesekali berkomentar umum (takut salah komen juga sih), sang sopir taksi juga berbaik hati mengambil foto kami berdua dengan latar belakang sungai nil di malam hari. Dan saat pengumuman kapal akan berlayar, sang sopir taksi pun turun sambil memberikan salam dan do’a bagi kami.

IMG_6407

Tidak lama sesudah kapal berlayar, dimulailah pertunjukkan. Dimulai dengan alunan alat-alat musik mesir, lampu pun dipadamkan lalu muncul tiga orang pemuda (ganteng pake banget) yang memakai kostum hijau dan topi ala firaun, mereka membawakan tarian selaam sekitar 10 menit, kemudian ada jeda sebentar dan mereka kembali dengan jubah panjang dan membawa tongkat, sesaat kemudian muncul sang bintang utama “belly dancer” super sexy yang meliuk-liuk mengikuti irama. Tontonan seperti ini ternyata bisa disaksikan di restoran bukan hanya di kelab malam, sayang sekali ya untuk negara muslim besar seperti Mesir begini. Sang belly dancer sebenarnya sudah agak berumur dengan wajah cantik dan body semok tapi kostumnya itu lho, sexy banget, Ibu Ida & Ibu Emmy yang pernah ke Dubai dan menonton pertunjukkan seperti ini malah berkomentar kalau penarinya kok udah nggak seger, haha. Setelah bellydancer ada tarian putar-putar ala turki yang dibawakan oleh seorang pemuda, tariannya spektakuler saat dilihat langsung, sampai saya heran apa nggak pusing itu dancernya. Setelah menari mereka semua akan berkeliling ke meja tamu dan berfoto bersama, fotonya bisa ditebus ke pihak restoran dengan biaya yang tidak begitu mahal. Total 1,5 jam untuk cruise berlayar menyusuri nil dan kembali berlabuh. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 saat kami kembali ke hotel, saya dan suami yang emang backpackeran (dan emang suka bertualang) bertanya ke dado apa saya boleh jalan-jalan sendiri sebentar mumpung masih sore, tapi dilarang khalid & dado karena situasi mesir masih belum kondusif sejak demo-demo anti militer. Baiklah, saya pun nurut dan kembali ke kamar.

IMG_6449
bellydancer
11050735_10153222808779623_4173278384054969103_n
bellydancer
IMG_6487
tari puter-puter ala turki

 

 

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s