Posted in Macau, Malaysia

Travelling in pregnancy & wif Toddler – Day 5 & Day 6

Ini adalah hari terakhir dari rangkaian jalan-jalan ke HK-Macau kami, badan pun sudah mulai terasa capek dan kaki berasa pegal. Setelah mencoret Macau Fisherman’s Wharf dari list kami hari ini, kami memutuskan untuk check out dari hotel sekitar jam 10.00-an saja dan bersantai – santai di hotel. Penerbangan kembali ke Malaysia hari ini dijadwalkan pukul 19.00 malam, jadi kami masih punya waktu setengah hari untuk kembali mengeksplorasi Macau. Setelah check out dan menitipkan tas di resepsionis, kami kembali menuju destinasi pertama yaitu Macau Tower.

Macau Tower

Dengan sok taunya, karena menurut google maps deket, saya mengajak suami untuk berjalan kaki saja ke arah Macau Tower, apalagi dari hotel bangunannya sudah kelihatan. Seperti yang sudah-sudah, durasi perjalanan menjadi molor hingga 30 menit (mungkin durasi jalan di google maps berdasarkan kecepatan jalan orang bule kali ya), apalagi ditambah insiden sendal jepit saya pake acara putus, untung saya bawa peniti sebagai pertolongan pertama, haha.

Macau tower merupakan kawasan pusat perbelanjaan dan restoran, selain itu juga terdapat observation deck dan juga berbagai permainan adrenaline berlisensi dari NZ seperti Bungee Jumping, Sky Walk, Tower Climb dll. Tujuan kami adalah ke observation deck di lt 59 untuk melihat pemandangan Macau dari ketinggian. Dengan lift khusus yang sangat cepat, kami dibawa ke lt 59. Di lantai ini juga terdapat lantai kaca transparan yang memungkinkan kita melihat tembus pandang hingga ke bawah. Sepertinya akan lebih indah apabila berkunjung ke tower ini di malam hari. Saat kami ke sini, sedang ada beberapa orang yang melakukan aktivitas sky walk dan kami malah melewatkan waktu dengan menonton mereka.

A Ma Temple

Sesudah itu kami melanjutkan perjalanan ke A Ma Temple, salah satu kuil tertua di Macau yang didedikasikan pada dewi para nelayan. Tembok dan pintu gerbang kuil ini dicat berwarna merah terang dengan gaya bangunan khas china, banyak warga yang datang ke sini untuk bersembahyang, bau hio meruak di udara . Untuk memasuki kuil ini tidak dipungut bayaran. Kompleks bangunannya sebenarnya cukup luas, namun kami hanya memasuki kuil utamanya saja.

Pastelaria Koi Kei

Sebelum kembali ke hotel, kami mampir lagi ke Largo de Senado untuk kembali makan siang di McD dan juga membeli oleh-oleh makanan di Pastelaria Koi Kei. Karena kemarin ada beberapa destinasi yang dibatalkan, uang yang tersisa untuk beli oleh-oleh cukup banyak sehingga daripada sisa kami putuskan untuk dihabiskan saja. Di Pastelaria Koi kei kami membeli aneka kue, cookies bahkan permen, hingga belanjaan jadi 3 kantong. Sesudah belanja kami kembali ke hotel untuk mengambil barang bawaan, satu kantong tambahan bisa dimasukkan dalam backpack, tapi yang dua lagi harus tetap ditenteng.

Menuju Macau Airport

Dari depan hotel kami naik free shuttle bus milik Sintra untuk menuju ke dermaga ferry, nah dari dermaga ferry itu baru perjuangan dimulai, saya yang lagi hamil besar harus tertatih-tatih menyebrang jalan sambil membawa gembolan (1 backpack,stroller plus dua kantong belanjaan di koi kei tadi, sementara suami membawa backpack 55 lt, tas kamera dan baby g) dan naik bus ke airport. Sangat menguras stamina dan capek banget. Sambil menunggu bisa check in, saya berkeliling ke gerai restoran yang menjual nasi karena saya mengkhawatirkan kandungan saya (yang diam tak bergerak padahal biasanya lincah), alhamdulillah setelah diisi (padahal menunya nasi tim yang eneg banget) bayinya mulai bergerak lagi. Di bandara kami berkenalan dengan seorang cowok yang adalah TKI yang akan pulang ke Malaysia sehabis mengunjungi sepupunya di Macau, ini adalah penerbangan pertamanya ke luar negeri sehingga dia terus menempel ke kami karena takut salah naik pesawat. Pukul 19.00 pesawat bertolak dari Macau, Adios Macau!!!!

Insiden di pesawat

Hanya backpack 55 lt dan stroller yang kami masukkan bagasi, sisanya kami bawa ke kabin termasuk dua kantong belanjaan dari koi kei tadi. Penerbangan memakan waktu selama 3 jam dan kami makan malam di pesawat dengan menu yang sudah di-order sebelumnya via web Air Asia. Saat pesawat akhirnya menginjak bandara LCCT di Malaysia, kami sengaja turun paling belakangan karena males berjubel-jubelan, and guess what?? kantong plastik kami yang satu lagi raib dan berganti menjadi kantong choi hong yuen, ada penumpang yang salah ambil dan parahnya lagi yang diambil adalah kantong yang besar, padahal kantong itu sudah diberi nama, selain itu plastik koi kei berwarna kuning terang sementara choi hong yuen warnanya coklat, masa iya bisa salah , aduh jahat banget sih!! Setengah mengejar hal gak jelas kami buru-buru menyusul penumpang lain yang sudah turun sambil memeriksa satu persatu tas yang bisa kami temui, tapi ya nggak ada, kayaknya yang ngambil tas kami itu orang malaysia. Bete banget deh, secara choi hong yuen itu kan spesialisnya daging babi, mana bisa dimakan sama saya. Udah gitu masih inget kan dengan cowok TKI yang mau pulang ke Malaysia itu?? udah tau muka saya lagi bete karena kehilangan barang , dia malah nanya-nanya terus ke saya sampai saya kesel dan saya bentak. Mbok ya perhatikan situasi orang, lagi susah malah digerecokin.

Tidur di LCCT

Setelah menenangkan hati yang marah-marah dan gerundelan misuh-misuh, akhirnya kami menuju ke musholla untuk shalat dan tentunya … numpang tidur. Iya malam ini kami akan menginap di musholla karena pesawat kami baru akan berangkat ke Jakarta besok pagi pukul 08.00, selain itu memang tidak ada penginapan yang dekat dari LCCT . Awalnya saya duduk-duduk di musholla khusus perempuan bareng baby g, tapi begitu sudah lewat jam 23.00 musholla mulai sepi dan saya pun pindah ke musholla laki-laki untuk tidur. Saya menggelar selimut dan jaket untuk alas tidur baby g, lumayan dia bisa tertidur nyenyak, berkebalikan dengan saya yang gelisah dan cuma tidur-tidur ayam. Akhirnya azan subuh berkumandang dan setelah menunaikan shalat, kami menuju ruang boarding untuk menunggu pesawat yang akan berangkat ke Jakarta. Alhamdulillah pesawat tiba dengan selamat dan tuntas sudah petualangan travelling kami selama 6 hari di HK-Macau, dan membuktikan bahwa ibu hamil masih bisa travelling.

Begitu tiba di rumah saya langsung membongkar tas belanjaan Choi Hong Yuen dan Koi Kei tadi, syukurlah ada beberapa kue yang aman dimakan, sementara sisanya yang berbahan babi bisa saya bagikan untuk tetangga dan teman yang non muslim. Begitulah serunya travelling, selalu ada kejutan di setiap perjalanan.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms