Posted in Garut, Indonesia, West Java

Taman Mini ala Danau Dariza

Sehabis pulang dari salah satu kunjungan ke rumah mertua di Tasikmalaya, saya bermaksud untuk bersantai-santai di resort dengan pemandian air panas yang banyak tersebar di area Cipanas – Garut. Sebelumnya tentu saya sudah browsing via agoda dan saya langsung tertarik pada Danau Dariza karena bungalow-nya unik, berbentuk seperti rumah adat di Indonesia.

Kami (saya, suami dan baby G yang waktu itu baru berusia 8 bulan) sampai di area resort sekitar pukul 15.00 sore. Danau Dariza terletak di Jl. Raya Cipanas Raya No 44/45, mudah dicari dan dikenali karena bangunan front office-nya saja berbentuk Rumah Adat Tongkonan (rumah adat Toraja) yang besar dan menjulang.

Saat check in kita akan diberi beberapa kupon yaitu free snack+welcome drink, dinner, breakfast, waterboom, perahu & outbond (khusus outbond hanya untuk 1 orang). Melewati ruang lobby kita akan memasuki area resort berupa danau luas yang dikelilingi oleh bungalow-bungalow berbentuk rumah adat di Indonesia, ada Rumah Kasepuhan (rumah adat sunda), Rumah Gadang (rumah adat Sumatera Barat), Rumah Batak Toba (rumah adat Sumatera Utara), Rumah Bali dan Rumah Sao Ato Mosa Lakitana (rumah adat Nusa Tenggara Timur). Tiap bungalow dipancang di atas danau jadi posisi bungalow memang tepat berada di atas air, bukan di pinggirnya. Bungalow umumnya terdiri dari dua tingkat yang masing-masing disewakan terpisah. Tiap bungalow juga berbeda kapasitasnya. Fasilitasnya juga lengkap, selain waterboom ada playground, area outbond, jogging track, bahkan juga ada lapangan tennis, badminton & futsal.

IMG_2732

Untuk menuju ke bungalow ada jembatan-jembatan penghubung yang melintasi danau atau bisa juga dengan mengitari keseluruhan resort (tentunya lebih capek ya), sebelum masuk ke kamar kita mengambil snack dulu berupa kudapan ringan khas garut dan kopi teh.

IMG_2731

Karena kita hanya berdua, maka kita memesan suite room untuk dua orang dan ditempatkan di Rumah kasepuhan. Bangunannya sendiri sangat terawat dan benar-benar rapih detail pengerjaannya, struktur bangunan masih terbuat dari kayu dan bambu, bahkan dindingnya pun berupa bilik bambu, sementara lantainya dari parket. Kamar yang kami dapat berupa twin bed dengan fasilitas TV, AC (yang tidak dinyalakan karena Garut sudah dingin) dan mini bar. Kamar mandinya sendiri dilengkapi dengan bath tub, toilet duduk, washtafel dan toiletries.

20151125-64939family2

Karena hari masih sore, maka setelah menaruh barang kami menuju waterboom/kolam renang untuk bersantai-santai menikmati air panas. Waterboomnya bukan danau yang ada di tengah-tengah bungalow lho ya, waterboom terletak di sisi lain dari resort, berupa kolam pemandian air panas yang dilengkapi dengan seluncuran dan ukurannya juga besar. Ternyata pengunjung dari luar juga bisa berenang di sini walau tidak menginap, tentunya dengan membayar biaya masuk. Saat kami berenang-renang sebenarnya suasana sudah mendung gelap dan mulai turun rintik gerimis kecil-kecil, tapi karena berendam di air panas jadi rintik hujan tadi tidak terlalu terasa. Puas berenang kami bergegas kembali ke hotel untuk mandi dan beristirahat.

Malamnya dengan membawa kupon dinner kami menuju ke restaurant. Makanan dihidangkan buffet dengan pilihan makanan yang cukup banyak, main dish buffet berupa nasi, 3 pilihan lauk, sayur, sambal dan kerupuk disertai dessert seperti agar-agar, kue, buah-buahan segar dan minuman ringan. Rasanya cukup enak. Selain itu juga ada live music-nya. Karena sudah males ke mana-mana sehabis makan malam kami kembali ke bungalow dan melewatkan waktu dengan leyeh-leyeh dan menonton TV sebelum tidur.

Begitu bangun, mata kami dimanjakan dengan pemandangan indah alam Garut di kala subuh, minum kopi di balkon sambil menghirup hawa dingin pegunungan yang sejuk segar sementara mulut terus berdecak kagum atas keindahan alam ini, rasanya betah berlama-lama duduk, apalagi kamar yang kami tempati terletak di lantai 2. Sebelum mandi kami kembali ke waterboom untuk berenang lagi. Baby G senang sekali dibawa main air sambil berenang, waktu pagi pun suasana di kolam masih sepi sekali, mungkin tamu lain masih tertidur lelap ya. Suami saya pun bolak-balik naik seluncuran. Air panas di garut tidak terlalu tinggi kandungan mineralnya seperti di Sariater, sehingga rasanya pun tawar saja, tidak masam seperti di Sariater.

Setelah puas berenang kami menyantap breakfast di Restoran hotel yang semalam. Menunya cukup lengkap dan enak. Setelahnya kami bermaksud untuk menyusuri danau dengan sampan. Untuk menyusuri danau bisa dengan sampan (bisa didayung sendiri ataupun dengan petugas) atau dengan bebek-bebekan air. Pertama, kami naik sampan tentunya dengan didayung sendiri oleh suami, dermaganya langsung di depan bungalow masing-masing karena bungalownya sendiri sudah terletak di atas air. Dengan menyusuri danau kita bisa melihat dengan lebih dekat dan jelas rumah-rumah adat lainnya, favorit saya tentu rumah gadang yang cantik banget dan dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Setelah itu kami kembali menyusuri danau dengan mengayuh bebek-bebekan air sampai satu putaran penuh.

Kami berjalan-jalan sekeliling area resort dan menemukan area playground yang cukup lengkap, juga lapangan futsal dan badminton yang bikin suami pingin banget main (tapi sayangnya nggak ada teman mainnya).

Setelah itu saya dan baby G kembali ke hotel untuk beristirahat, sementara suami saya memutuskan untuk menggunakan kupon free outbond-nya. Area outbond tepat berada melintang di atas danau dengan trek yang lumayan panjang. Pelaksanaan outbond tentunya dengan pengawasan instruktur yang sudah terlatih dan bertugas. Outbond baru beroperasi pukul 10.00 dan suami saya jadi orang pertama yang mendaftar hari itu. Diawali dengan flying fox yang treknya memanjang dari Rumah Tongkonan (front office) hingga ke seberang danau. Dilanjutkan dengan permainan high rope berupa tantangan tali sebanyak 5 lintasan bolak-balik, kalau saya sih kayaknya gak berani walau pakai peralatan safety dan diawasi instruktur. Suami sih fun-fun aja melintasi tali satu demi satu, sementara saya dan Baby G duduk manis ngelihatin dari balkon bungalow.

Kesan saya mengenai Danau Dariza ini adalah bagus, cocok untuk dijadikan tempat family gathering atau outing kantor juga.

Tuntas dari permainan outbond dan istirahat sejenak, kami check out dari hotel. Sebelum pulang, kami melihat ada delman domba garut disediakan oleh Pihak Hotel (dengan tambahan biaya lagi), tau kan domba garut? domba yang badannya besar-besar dan tegap. Domba ini bisa menarik delman yang tentunya hanya boleh dinaiki anak-anak. Karena baby G masih bayi dan belum bisa naik sendiri, saya diperbolehkan ikutan naik (setelah sebelumnya ditanya BB-nya). Delman hanya berputar di depan resort sebentar sekitar 10 menit, kesian juga liat dombanya.

IMG_2772

Bye Garut & Danau Dariza, what a great holiday!!

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s