Posted in Anyer, Banten, Indonesia

Pantai mahal & Hotel Mambruk Anyer

Seneng banget waktu 2012 silam ada undangan dari sahabat sekantor dulu yang akan menikah, alhamdulillah si sahabat berhasil mempersunting gadis idamannya (yang juga sekantor dengan kita) sejak dahulu. Lokasi resepsi pun tidak jauh, hanya di Labuhan – Anyer , 2-3 jam perjalanan tol yang mulus dari jakarta, maka saya yang di kala itu sudah hamil 9 bulan tapi masih getol jalan-jalan langsung browsing hotel untuk tempat menginap (sekalian liburan sebelum melahirkan), dari hasil browsing ada beberapa hotel yang letaknya di sekitar Anyer, akhirnya saya memilih Mambruk Anyer yang harganya tidak terlalu mahal, fasilitasnya cukup lengkap, reviewnya bagus dan lokasinya tidak jauh dari pintu tol.

Hotel Mambruk Anyer

Selepas menghadiri resepsi pernikahan sang sahabat, kami bertolak ke Hotel Mambruk Anyer yang berdurasi 1 jam perjalanan dari Labuhan. Ternyata hotel mambruk ini adalah resort yang menempati area yang sangat luas dengan cottage yang tersebar di dalamnya dan pemandangan pantai pribadi.

Cottage yang kami tempati bertype Lanais/Duplex, berupa bangunan bertingkat dua, di mana lantai satu dan lantai dua disewakan terpisah. Kami mendapatkan kamar di lantai dua. Ruangannya besar, ada ruang tamu, balkon, dapur dan kamar sendiri, mirip seperti apartemen type studio. Memang kondisi kamar dan furniture yang disediakan sudah agak tua tapi overall masih terawat baik dan bersih. Pencahayaan memang sengaja dibuat redup agar nyaman. Karena sudah lelah maka kami malah tidur tanpa sempat mengeksplorasi area resort. Bangun-bangun saya malah kepikiran untuk jalan-jalan ke Pantai Anyer untuk melihat sunset, dengan alasan eksplore resort bisa besok pagi.

Pantai Pasir Putih Florida 

Karena sudah hampir sunset dan belum mencapai Pantai Anyer, maka kami memilih sembarang pantai terdekat, namanya Pantai Pasir Putih Florida. Begitu masuk kita pun terkaget-kaget dengan biaya masuk yang ditarifkan, 50K/orang, parah banget kan? Belakangan saya baru tahu bahwa pantai di area Anyer kebanyakan sudah milik pribadi sehingga pengelolaannya ke masing-masing pemilik, yang milik Pemerintah ya Pantai Anyer, Carita dan Karang Bolong saja, makanya hanya pantai-pantai itu yang ramai pengunjung. Pantai Florida ini juga biasa aja, hanya pantai berpasir putih dengan bibir pantai yang landai sehingga memungkinkan kita bermain-main air dengan nyaman, area karangnya hanya sedikit.

IMG_2244

Setelah sunset berlalu kami mencari makan, karena takut akan maraknya di pemberitaan mengenai harga nggak masuk akal yang diberikan sejumlah restoran di Anyer, maka kami sekalian saja mencari restoran yang besar sehingga toh kalau mahal ya wajar, saya lupa nama restorannya apa, tapi letaknya persis di depan Mambruk. Ternyata syukurlah harganya malah wajar, seporsi ikan gurame bakar & sepiring cumi tidak sampai 200 K.

Pulang ke hotel karena masih begah (maklum ya ibu hamil 9 bulan) saya mengajak suami saya berkeliling area resort, tapi karena sudah gelap kita cuma ke area kolam renangnya saja. Waktu itu memang bukan peak season sehingga tamu tidaklah terlalu banyak. Tapi lampu penerangan di area resort memang sangat kurang sehingga beberapa area sangat gelap.

Pantai-nya Mambruk

Pagi-pagi kami berjalan-jalan di area resort, fasilitas memang lengkap, ada playground, area outbond, lapangan bulu tangkis, jogging track, kolam renang dan area pantai pribadi. Pantai pribadi nya sendiri seperti typikal pantai di anyer yang berbatu-batu karang besar sehingga tidak nyaman digunakan untuk main air. Ada beberapa gazebo dan ayunan di pinggir pantai yang bisa digunakan untuk bersantai. Karena tidak banyak yang bisa dilihat, kami menuju ke area yang berbatasan dengan mercusuar Anyer yang terkenal, hotel mambruk anyer memang berada tepat di sebelah mercusuar, tapi tentunya saya yang di kala itu sudah hamil 9 bulan harus skip kegiatan mendaki mercusuar ya.

Sebelum berenang kami mengisi perut dulu dengan free breakfast di kakatua restaurant, menunya cukup bervariasi dan lumayan enak. Kolam renangnya pun luas dan ada kolam anak dan dewasa.

Satu hal yang saya lihat di sini, karena kamarnya besar, banyak tamu lain yang datang rombongan, satu kamar yang okupansinya hanya dua orang malah diisi full bahkan sampai bawa tikar segala tidur di lantai. Seharusnya jangan begitu ya, coba pikirkan pihak hotel, okelah breakfast gak bayar, tapi fasilitas lainnya? belum lagi air mandi dan listrik, cobalah untuk lebih bijak, okupansi hotel sudah dihitung begitupun dengan biayanya, jangan gak mau rugi.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s