Posted in Singapore

Singapore 2011 : USS (Bagian 2)

Singapore merupakan salah satu negara dengan biaya hidup yang tinggi, tak terkecuali di akomodasi. Dengan harga 600 – 700 K IDR (per 2011, dimana kurs 1 SGD ~ 7k IDR) akomodasi yang bisa kita dapat hanyalah kelas budget hotel dengan fasilitas minim, no breakfast & no toiletries. Bandingkan dengan di negara sendiri di mana dengan harga segitu kita sudah bisa mendapatkan hotel berbintang.

Sekilas tentang Beach Hotel

Terletak hanya 400 m dari MRT Bugis, hotel ini memiliki lokasi yang cukup strategis. Kenapa pilih di Bugis ? karena kalau dilihat di peta MRT, Bugis letaknya di tengah-tengah, banyak jalur akan melewati Bugis.

Seperti layaknya budget hotel ala Singapore, kamar yang kami tempati hanya seluas 15 m2 dengan satu queen bed, sistem AC Sentral, toilet kapsul, TV dan fasilitas standar lainnya seperti pengering rambut & electric kettle. Toiletries ada sih tapi hanya berupa shampoo & sabun di dalam wadah sanitair permanen. Secara umum bagi saya sudah cukup, lha wong saya berprinsip hotel cuma tempat numpang tidur , karena toh seharian kita akan keluar jalan-jalan kan. Kebersihan dan kerapihan cukup bagus, maklum standar Singapore kan tinggi. Harga juga tidak terlalu mahal.

407043_13082514000014599396

Setelah menyantap sarapan sederhana berupa pop mie yang dibawa dari Jakarta, kami bersiap menuju destinasi hari ini, Universal Studio Singapore.

USS

Dewasa ini, sosial media memang berperan sangat penting dalam promosi pariwisata, efeknya tidak terkecuali kepada saya yang sangat mengidam-idamkan main ke USS akibat banyaknya foto-foto dari teman yang diupload di sosmed.

Tiket USS sudah kami beli sejak di Jakarta lewat salah satu agen wisata, menurut Grace untuk mengurangi kerepotan ngantri (karena kata Grace ngantrinya ampun-ampunan). Berangkat dari hotel pukul 08.00 agar pukul 09.00 begitu USS buka kami sudah tiba di lokasi. Perjalanan memakan durasi satu jam, memang jauh karena USS terletak di Sentosa Island yang letaknya di ujung.

Rutenya :

  • Naik MRT dari Bugis arah ke Jo Koon (ln 2), turun dan ganti line di Outram Park, lalu naik lagi ke arah Harbour front (ln 6)
  • Turun di MRT Harbourfront yang terletak di basement Vivo City, naik ke lantai 3 untuk ke stasiun Sentosa Express
  • Naik Sentosa Express dan turun di stasiun Waterfront

Waktu naik Sentosa Express kita beli lagi tiket Sentosa Express seharga 4 SGD, tiketnya bisa dipakai sepuasnya seharian penuh bolak-balik.

Begitu turun di Waterfront, antrian di loket tiket sudah mengular padahal waktu belum lagi menunjukkan pukul 09.00. Untungnya kita sudah mengantongi tiket, jadi sambil menunggu waktu buka, kita menyempatkan diri dulu berfoto-foto di beberapa spot cantik yang ada di depan pintu gerbang USS. Yang paling famous tentunya spot bola dunia berlogo “Universal”, selain itu ada juga toko-toko permen seperti M&M dan hersheys yang menyediakan maskot-maskot serta dekorasi lucu untuk berfoto.

ogdjf9

Sesuai dengan map di atas, USS terbagi atas 7 zone : Hollywood, Madagascar, Far-far Away, Ancient Egypt, Sci-Fi City , The Lost World & New York. Sesuai saran Grace, kita berjalan clockwise, searah jarum jam untuk mengitari taman bermain ini.

Hollywood & New York

Begitu memasuki USS, kita akan disambut dengan pemandangan seperti di film-film klasik tentang Hollywood & New York, dengan deretan toko, dekorasi, bangunan-bangunan dan atribut khas disertai dengan alunan lagu yang banyak mengingatkan saya akan Hollywood era Marylin Monroe di tahun ’50 – ’60 an.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, saya dan Grace sibuk gantian berfoto di spot yang menarik yang sepertinya bahkan tiap berapa meter saya akan berhenti karena ada aja spot lucu.

Di Area Hollywood ini tidak ada wahana, yang ada hanyalah Street Perfotm yang baru akan dimulai siang hari ataupun berfoto dengan karakter terkenal (yang saat pagi tentunya belum ada yang muncul), sehingga setelah puas berfoto kami segera menuju area selanjutnya (selain itu Grace bilang nanti sore saat akan pulang juga akan melewati kembali area ini untuk menonton Street Perform).

Madagascar

Disambut oleh patung Marty, Alex, Gloria & Melman , tokoh-tokoh dalam film Madagascar, kami memasuki area Madagascar. Mengusung tema Madagascar, area ini diramaikan dengan dekorasi ala-ala Afrika disertai tokoh-tokohnya seperti para penguin dan King Julien sesuai filmnya. Wahana yang ada di sini sebenarnya lebih cocok untuk anak-anak, tapi kami tetap mencobanya.

Ada dua wahana yang dicoba yaitu King Julien’s Beach party Go Round, semacam Merry Go Round dengan tunggangan berupa para tokoh Madagascar, dan A Crate Adventure, wahana mirip istana boneka di Dufan, di mana kita menaiki perahu melewati lorong berisi boneka para tokoh Madagascar.

Antrian di area ini tidaklah terlalu panjang, kebanyakan juga keluarga dengan anak-anak.

Far-far Away

Dari kejauhan Kastil Shrek yang merupakan bangunan paling utama dari far-far away sudah terlihat, bangunan ini persis seperti kastil-kastil yang pernah saya tonton dalam film animasi putri-putrian zaman kecil dulu.

Di far-far away ini sebenarnya ada beberapa wahana yaitu Shrek 4D Adventure, Donkey Live, Magic Potion Spin & Enchanted Airways. Dua wahana yang disebutkan terakhir hanya khusus untuk anak-anak, sementara kita mencoret Donkey Live karena tidak begitu tertarik, jadilah hanya Shrek 4D Adventure yang kita masuki. Wahana ini persis dengan 4D di Dufan tapi tentunya dengan film Shrek di layar.

Selebihnya waktu kita manfaatkan dengan berfoto bersama karakter, kebetulan ketemu Woody Woodpecker (yang cewek) & Shrek-Princess Fiona. Untuk berfoto benar-benar tertib aturannya, karakter hanya berfoto di tempat yang sudah ditentukan, tidak berhenti sebentar-sebentar di jalan, kalau melihat karakter lewat kita akan membuntuti dia hingga dia berhenti di spot yang sudah ditentukan (karakter tentunya dikawal oleh petugas) dan akan dibuatkan antrian. Kita akan difoto oleh petugas dan diberi kupon untuk menebus, tapi selain itu petugas juga menerima apabila kita minta difotokan dengan kamera/HP pribadi sehingga tidak perlu menebus. Ga komersil banget kan ya? hebat.

Karena hari sudah menunjukkan tengah hari, kami berhenti dulu untuk makan siang di Goldilocks, salah satu gerai fast food di Far-far away, namanya juga di theme park, harga makanan pun selangit. Paket makanan mulai dari 10 SGD per porsi,seperti paket yang saya beli (2 pcs chicken wings, 1 roti, 1 cup mashed potato & 1 drink) harganya 10 SGD. Karena masih agak laper saya patungan lagi dengan Grace membeli paket 1 french fries+1 burger harganya 11 SGD.

390516_10150502368849623_901411318_n

The Lost World

Diadaptasi dari serial Jurrasic World yang terkenal, area Lost World menawarkan beberapa wahana yaitu Canopy flyer, Amber Rock Climb, Dino Soarin, Jurrasic Park Rapid Adventure dan sebuah live show dari film Kevin Costner, Waterworld. Efek masih kenyang dan males basah-basahan, Grace memilih istirahat dulu. Sementara saya keliling sendiri dan memutuskan naik Canopy flyer (Dino Soarin buat anak-anak banget, Jurrasic Park Rapid Adventure semacam arung jeram, Waterworld belum mulai shownya).

Canopy flyer seperti kicir-kicir di Dufan (bangku beradu punggung) tapi bentuk lintasannya memanjang dan menunculkan sensasi Roller Coaster, bikin jantung lumayan berdesir.

Males mencoba wahana lainnya, kami cukup puas berfoto-foto dengan patung Dinosaurus yang banyak tersebar di area ini.

Ancient Egypt

Ada dua wahana di sini yaitu Revenge of the Mummy & Treasure Hunter. Dikarenakan pada kunjungan sebelumnya Grace belum pernah mencoba Revenge of the Mummy, Grace pun semangat penasaran dan belum tau sebenarnya itu wahana apa.

Sebelum masuk ada pengumuman untuk menitipkan barang bawaan di loker yang sudah disediakan karena dilarang membawa tas atau benda apapun (saya masih belum paham kenapa dilarang). Di dalam antrian benar-benar mengular hingga ada sekitar satu jam sampai giliran kami tiba. Untungnya ruangan didesain semenarik mungkin dengan tema Mummy & Mesir ditambah dengan AC super dingin, hingga … saya membaca warning yang ditempel di dinding, keterangannya berbunyi “ini roller coaster indoor berkecepatan super tinggi, dilarang untuk bla bla bla” glek! jadi ini roller coaster, ultra high speed pula, mau balik lagi udah tanggung tapi hati ciut, bukannya gimana, saya berani sih naik roller coaster tapi ultra high speed?indoor?in dark? olala banget.

Kepalang tanggung akhirnya saya memberanikan diri menjejakkan diri di kereta roller coaster, dan…ampun..roller coaster ini beroperasi dalam kegelapan, jadi kita gak tau treknya seperti apa, ke depan ke kanan ke kiri ga tau, ceritanya kita lagi ngelawan mummy, puncaknya adalah ketika sang mummy meniup kita dan roller coaster bergerak mundur dengan kecepatan luar biasa. Pucet..pucet deh, mana treknya lebih panjang pula, 3x nya Dufan saya rasa.

381007_10150502675784623_837617640_n

Sci-Fi City

Masih menata jantung akibat kejutan indoor roller coaster tadi, kami beristirahat sejenak di pinggir danau sambil mengamati orang-orang naik Battlestar Galactica, Battlestar Galactica ini adalah dua roller coaster, human yang treknya lebih pendek, dan Cylon yang treknya lebih panjang, meliuk-liuk dan ada adegan mundur ke belakangnya.

Tambah ciut ngeliat yang seperti itu, saya memutuskan nggak naik wahana tersebut. Grace yang sudah pernah naik human saat kunjungan sebelumnya, juga memilih skip saja wahana tersebut.

Kami menuju Transformer the Ride, wahana yang baru saja beroperasi saat 2011 lalu (bahkan saat Grace ke sini dua bulan silam masih under construction). Di depannya ada model Bumblebee seukuran asli. Sambil berharap bahwa ini bukan rollercoaster lagi, apalagi antriannya lebih panjang mengingat ini wahana baru, saya naik ke kereta dengan kapasitas dua orang. Ternyata ini gabungan antara kereta berjalan dengan simulator 4D, yang menurut saya keren banget, lebih berasa efeknya dibanding 4D biasa tapi tidak terlalu menyeramkan.

New York 

Hari sudah senja saat kami memasuki area New York, area terakhir yang belum kami sambangi. Hanya perlu mengantri sebentar untuk memasuki Lights, Camera & Action by Steven Spielberg, suatu wahana yang menyuguhkan bagaimana cara studio film bekerja lengkap dengan berbagai spesial efeknya. Seru sih nggak tapi cukup memberi kita pengetahuan bagaimana situasi shooting.

Keluar dari bangunan tersebut, kami mendapati bahwa beberapa street entertainment sudah dimulai, kami menonton Mel’s Dinnetes (pertunjukan tarian dan nyanyian ala Hollywood di mana beberapa gadis berperan sebagai waitress) dan The Cruisers (sekelompok pria yang bernyanyi gaya hollywood klasik).

Kami bahkan sempat berfoto dengan Mel’s Dinnetes, suatu bukti betapa proporsi tubuh cewek asia dan cewek bule begitu berbeda, hahaha.

Hollywood (lagi)

Sebelum pulang, sesuai rekomendasi Grace kami menyempatkan nonton “Monster” performance di dalam theater. Pertunjukkannya berupa drama musikal singkat berdurasi 30 menit yang cukup menarik mengenai para monster-monster.

Perjalanan ditutup dengan berfoto-foto sejenak di Hollywood Walk of Fame dan berburu souvenir di toko-toko cinderamata yang banyak tersebar. Saya tertarik banget dengan berbagai merchandise yang ditawarkan salah satunya patung oscar, tapi akhirnya saya malah memilih satu set peralatan tea time, satu keputusan yang akhirnya saya sesalkan karena itu barang pecah belah sehingga sulit dibawa.

Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 malam saat kami meninggalkan area USS. Semestinya kita masih berencana untuk menonton Song of the sea, tapi berhubung udah capek main seharian, kita skip dan langsung menuju Clarke Quay.

Update : per februari 2016 lalu suami saya berkunjung ke sini, katanya hanya butuh waktu setengah hari dan tidak begitu antri, dia masuk jam 09.30 dan keluar jam 15.00, itu juga semua wahana sudah dia coba, tidak seperti saya yang seharian penuh karena ngantri, mungkin karena sekarang orang-orang sudah banyak yang ke USS dan banyak theme park baru, sebut saja Legoland di Malaysia.

Clarke Quay

Clarke Quay merupakan area nongkrong populer di Singapore, dipenuhi dengan jejeran restoran yang cukup prestisius di sepanjang aliran sungai ditambah dengan dekorasi yang wah.

Tadinya kita berencana makan malam di sini (bahkan sudah survey mau makan di mana) tapi entah kenapa saat kami datang ramainya luar biasa sehingga bikin males. Jadinya kita memutuskan kembali ke hotel dan makan malam di Bugis Junction saja.

381849_10150502629889623_797481951_n

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s