Posted in Indonesia, Yogya

Candi Hopping : Candi Barong (Bagian 3)

Menjelajahi candi-candi kecil yang belum terekspos menjadi suatu kesenangan dan obsesi baru bagi saya, bagaimana tidak ?? setelah bertahun-tahun taunya cuma candi borobudur dan prambanan saja, saya begitu takjub begitu tahu bahwa banyak candi-candi bertebaran di Yogyakarta, mengingatkan saya akan kompleks Siem Reap dengan Angkor Wat-nya yang terkenal di seantero penjuru dunia itu yang sempat saya kunjungi 2013 silam .

Tidak jauh dari candi ijo, terdapat banyak situs candi lainnya, sebut saja barong, dawangsari, banyunibo, arca gupala dan lain-lain. Menurut google maps, candi terdekat dari candi ijo adalah candi barong dengan waktu tempuh sekitar 7 menit. Candi barong menjadi destinasi selanjutnya dari rangkaian candi hopping saya kali ini.

Sayangnya karena letak candi ijo yang tinggi, sinyal internet pun hilang ditelan bumi. Arah turun dari candi ijo (dan tetap belum ada sinyal) ada papan jalan yang menunjukkan arah candi barong. Sempat bingung dan beberapa kali bertanya arah pada penduduk setempat sampai akhirnya diantar seorang bapak yang kebetulan menuju arah candi barong (kenapa juga sinyal ga ada???) tapi si bapak hanya sampai ke persimpangan (dia ke kiri, kita disuruh ke kanan) dan disuruh terus saja mengikuti jalan. Sampai di sini jalan yang tadinya lumayan berubah menjadi lumayan … ancur, mana sepi di tengah perbukitan dan tidak ada orang sama sekali, sampai agak ciut juga dan berpikir untuk membatalkan kunjungan. Alhamdulillah sekitar 10 menit kemudian jalanan jadi bagus lagi dan sampailah ke candi barong. Ternyata kalau mau ke candi barong lebih enak dari candi boko karena jalannya mulus .

Sama seperti dua candi lainnya yang tidak usah bayar , cukup mengisi data diri saja di buku tamu yang terdapat di pos penjagaan. Bangunan candi barong mirip dengan candi ijo, di mana bangunan candi utama terletak di atas pelataran tingkat tiga. Tingkat satu berupa permukaan datar luas tanpa bangunan, tingkat dua berupa portal, dan di tingkat tiga adalah bangunan candinya. Candi utama hanya terdiri dari dua bangunan candi kecil dengan ceruk untuk arca di dalamnya. Dinamakan candi barong karena tepat di portal pintu masuknya terdapat ukiran relief barong. Candi ini bernuansa hindu.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s