Posted in Indonesia, Yogya

Candi Hopping : Candi Tara (Kalasan)

Dengan menggunakan motor matic yang saya rental , saya meluncur ke destinasi pertama dari rangkaian candi hopping hari ini, yaitu candi tara (kalasan). Hanya butuh waktu 30 menit perjalanan dari malioboro ke candi tara ini, tidak jauh dari Bandara Adi Sucipto – Yogyakarta. Ada papan penunjuk cukup jelas di jalan masuk menuju candi ini.

Candi Tara terletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Tara ini lebih populer disebut dengan candi kalasan (bahkan papan penunjuk di jalan pun menyebutnya candi kalasan), mungkin karena letaknya di desa kalasan atau karena prasasati yang menyebut-nyebut mengenai candi ini adalah prasasti kalasan. Tapi … saya tetap lebih suka menyebutnya candi tara, kesannya lebih elok, kalau kalasan entah kenapa yang saya bayangkan ayam bakar kalasan yang enak itu, hehe.

Candi Tara ini dikelilingi rumah penduduk dengan jarak (yang menurut saya) terlalu dekat dengan lokasi candi. Tidak dipungut biaya untuk memasuki candi ini, hanya kita diharuskan mengisi data diri di buku tamu pos keamanan.

Keterangan mengenai Candi Kalasan dimuat dalam Prasasti Kalasan yang ditulis pada tahun Saka 700 (778 M). Prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Sanskerta menggunakan huruf pranagari. Dalam Prasasti Kalasan diterangkan bahwa para penasehat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan agar Maharaja Tejapurnama Panangkarana mendirikan bangunan suci untuk memuja Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta Buddha. Menurut prasasti Raja Balitung (907 M), yang dimaksud dengan Tejapurnama Panangkarana adalah Rakai Panangkaran, putra Raja Sanjaya dari Kerajaan Mataram Hindu.Jadi, candi ini ini dibangun oleh konseptor yang sama dengan Borobudur, yaitu Rakai Panangkaran.

Candi yang berdiri tak jauh dari Jalan Yogya Solo ini juga dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra.

Kompleks candi terdiri atas satu bangunan candi utama (dengan facade berupa pahatan seperti trap tangga) dan beberapa reruntuhan bangunan serta patung kecil di sekelilingnya.

Bangunan candi diperkirakan berada pada ketinggian sekitar duapuluh meter diatas permukaan tanah, sehingga tinggi keseluruhan bangunan candi mencapai 34 m. Candi Tara berdiri diatas alas berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 45×45 m yang membentuk selasar di sekeliling candi. Di setiap sisi terdapat tangga naik ke emperan candi yang dihiasi sepasang kepala naga pada kakinya. Di hadapan anak tangga terbawah terdapat hamparan lantai dari susunan batu. Di depannya kaki tangga dipasang lempengan batu yang tipis dan halus dengan bentuk berlekuk-lekuk.

Bangunan candi secara keseluruhan berbentuk empat persegi panjang berukuran 34x 45 m, terdiri atas ruang utama yang berbentuk bujur sangkar dan bilik-bilik yang menjorok keluar di tengah keempat sisinya. Dinding di sekeliling kaki candi dihiasi dengan pahatan bermotif kumuda, yaitu daun kalpataru yang keluar dari sebuah jambangan bulat.

Candi Kalasan memiliki 4 buah pintu yang terletak di keempat sisi, namun hanya pintu di sisi timur dan barat yang mempunyai tangga untuk mencapai pintu dan hanya pintu di sisi timur yang merupakan pintu masuk ke ruang utama di tengah candi. Dilihat dari letak pintu utamanya tersebut dapat dikatakan bahwa Candi Kalasan menghadap ke timur. Di sepanjang dinding candi terdapat cekungan-cekungan yang berisis berbagai arca, walaupun tidak semua arca masih berada di tempatnya. Diatas semua pintu dan cekungan selalu dihiasi dengan pahatan bermotif Kala. Tepat di atas ambang pintu, di bawah pahatan Kalamakara, terdapat hiasan kecil berupa wanita bersila memegang benda di kedua belah tangannya. Relung-relung di sisi kiri dan kanan atas pintu candi dihiasi dengan sosok dewa dalam posisi berdiri memegang bunga teratai (perpusnas.go.id)

Pada bangunan candi terdapat banyak stupa sehingga mudah untuk mengidentifikasi bahwa candi ini adalah candi buddha.

Kalau di internet saya lihat di dalam candi ada demon’s hole yang cantik (minjem istilah dari Angel & Demons tentang lubang di langit-langit bangunan) tapi sayangnya saat saya ke sana candi sedang direnovasi dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam bangunan candi. Saya hanya bisa naik sampai ke emperan candinya saja.

12728903_10154033064254623_3081422297248445402_n12744556_10154033069229623_3374917712367786018_n

12715437_10154033063944623_752608035273933279_n
Candi Tara (Kalasan)

Tidak butuh waktu terlalu lama bagi saya mengunjungi candi ini, selain dikarenakan kompleks bangunannya yang tidak besar, candi ini sepi sekali, saat itu hanya saya pengunjungnya, sehingga terasa nyaman berkeliling dan melihat-lihat tanpa terganggu.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s