Posted in Indonesia, Yogya

Candi Hopping : Candi Ijo

Selepas dari candi candi tara saya memacu motor menuju ke destinasi selanjutnya yaitu candi ijo yang menurut google map hanya berjarak tempuh 15 menit.

Perjalanan menuju candi ijo melewati berbagai tanjakan yang cukup curam namun jangan khawatir, jalannya mulus dengan dua jalur. Kalau kamu pernah berkunjung ke ratu boko, kondisi jalan mirip seperti itu walau lebih menanjak karena lokasi candi ijo lebih tinggi.

Sama seperti di candi tara, masuk ke lokasi candi ijo hanya perlu mengisi data diri di pos keamanan. Kita bisa memarkir kendaraan di warung-warung yang dikelola warga di sekitarnya (Rp 3,000 untuk mobil dan Rp 2,000 untuk motor) sambil leyeh-leyeh bersantai di bale-bale warung setelah menempuh medan menanjak.

Panorama yang disuguhkan dari ketinggian sangatlah indah dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang sukses membuat mata saya mengantuk (maklum paginya berangkat ke bandara jam 3.00 pagi), tapi masa iya udah jauh-jauh ke sini milih tidur, jadilah saya menguatkan hati untuk mendaki tangga menuju kompleks candi ijo.

Candi Ijo adalah candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta yang menyuguhkan pesona alam dan budaya serta pesawat yang tengah landing. Candi inilah yang membuat landasan Bandara Adisutjipto tak bisa diperpanjang ke arah timur.Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang ketinggiannya sekitar 410 m di atas permukaan laut. Karena ketinggiannya, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga pemandangan alam di bawahnya berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. Meski bukan daerah yang subur, pemandangan alam di sekitar candi sangat indah untuk dinikmati.

Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Teras pertama sekaligus halaman menuju pintu masuk merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur. Bangunan pada teras ke-11 berupa pagar keliling, delapan buah lingga patok, empat bangunan yaitu candi utama, dan tiga candi perwara. Peletakan bangunan pada tiap teras didasarkan atas kesakralannya. Bangunan pada teras tertinggi adalah yang paling sakral (yogyes.com).

 

Mengelilingi candi ini membuat saya berdecak kagum akan keindahan yang ada di depan mata, begitu banyak detail dalam kerumitan bangunan candi ini yang berpadu dengan keelokan pemandangan . Banyak yang bilang kalau candi ijo ini tempat terbaik untuk sunset spot, tapi datang di tengah hari bolong seperti saya sudah cukup untuk mendapatkan keindahannya.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s