Posted in My Event

My Wedding Story – Preparation – Gedung

Lokasi pernikahan merupakan hal yang harus segera dilakukan begitu kita mendapatkan tanggal pernikahan terutama bila resepsi pernikahan yang dilaksanakan bertempat di gedung , apalagi bila gedung yang akan digunakan termasuk kategori “gedung yang laris” yang sering dipakai orang sehingga harus rebutan dan booking dari jauh-jauh hari.

Sebelumnya saya akan bercerita mengenai faktor pemilihan gedung versi saya :

  1. Kapasitas gedung

Kapasitas gedung adalah faktor yang paling penting karena disesuaikan dengan jumlah undangan yang kita sebar, jangan sampai kurang sehingga bakal sempit dan padat serta mobilitas tamu-tamu sulit saat pesta dilangsungkan. Amannya dari undangan yang disebar dikalikan saja faktor 2,5 untuk mendapatkan gambaran kapasitas gedung yang sesuai. Misalnya dalam kasus saya, jumlah undangan yang saya sebar adalah 900, sehingga kapasitas gedung yang diperlukan = 900 x 2,5 = 2250 orang (minimal).

  1. Fasilitas gedung

Fasilitas gedung mencakup lahan parkir,sound system,panggung pelaminan,pencahayaan,stok kursi dan meja, dll. Perhitungkan besarnya lahan parkir harus diperhitungkan dari banyaknya jumlah undangan dan terutama apabila gedung yang dipakai terdiri atas beberapa hall yang bisa digunakan. Perhitungkan juga ada tidaknya ruangan khusus dan banyaknya kursi meja untuk penempatan meja keluarga dan VIP.

  1. Lokasi (Jauh tidaknya dari Rumah)

Kalau ini sih relatif, cuma saya berpikir kalau jauh tentu kita harus memperhitungkan kemacetan (Jakarta macetnya minta ampun dan gak bisa diprediksi, bahkan di hari libur sekalipun) dan kalau dekat dari rumah kitapun bakalan lebih nyantai berangkatnya.

 

Kebetulan rumah saya memang lokasinya dekat dari Taman Mini Indonesia Indah di mana banyak pilihan gedung yang bisa dipakai, mulai dari sasana Kriya,Sasana Adiguno,Sasono Utomo, Caping Gunung, Anjungan-anjungan daerah, Gedung Pewayangan Kautaman, Masjid At-tiin, Padepokan Pencak Silat dan Taman Anggrek. Dari semua pilihan yang ada memang dari dulu orang tua saya sudah ingin mengadakan resepsi di Gedung Pewayangan Kautaman karena faktor nuansa Jawa-nya, bangunan pewayangan memang merupakan bangunan Joglo khas jawa dan sesuai namanya, gedung ini memang sering digunakan sebagai acara pagelaran wayang, jadi banyak ornament, ukiran dan juga hiasan wayangnya (maklum orang tua terutama papa penggemar wayang akut).

Gedung Pewayangan Kautaman - TMII
Gedung Pewayangan Kautaman – TMII

Gedung Pewayangan kautaman ini dulu awalnya adalah milik keluarga cendana dan bahkan di zaman orde baru hanya pihak keluarga cendana saja yang boleh mengadakan pesta di sini. Tapi sejak orde baru runtuh dan banyak asetnya dijual, gedung ini dibuka untuk umum.

Selain itu faktor pemilihan gedung ini adalah :

  1. Kapasitas

Berhubung keluarga saya adalah keluarga besar makanya undangannya banyak, jadi saya membutuhkan gedung dengan kapasitas  minimal 2000 orang. Tentunya dari beberapa gedung yang tertera di atas banyak yang dicoret karena kapasitasnya maksimal hanya 1000 – 1500 (itu juga kayaknya diempet-empetin banget deh), yang memenuhi hanya Gedung Pewayangan Kautaman karena Pewayangan memiliki dua hall yaitu auditorium dan teater terbuka ( auditorium mampu menampung 1500 orang, sedangkan teater terbuka kapasitasnya 100 orang) , oh iya kebanyakan orang (pengalaman saya kondangan di sini) hanya menyewa auditorium saja, tapi karena banyaknya undangan saya dan tentunya karena keinginan papa saya untuk mengadakan pagelaran wayang semalam suntuk sehabis resepsi, makanya saya menyewa auditorium dan teater terbuka sekaligus.

Sekilas info, gedung umumnya disewakan dua kali dalam sehari yaitu untuk resepsi siang (pukul 11.00 – 13.00 ) dan resepsi malam (pukul 19.00 – 21.00), karena saya mengambil resepsi malam maka gedung sudah mulai bisa diambil alih mulai pukul 15.00 setelah bekas resepsi siang dibereskan, dan karena ada pagelaran wayang, maka akhirnya saya menyewa gedung semalam suntuk dengan batasan pukul 05.00 pagi pagelaran harus sudah selesai.

Hall Utama - Auditorium
Hall Utama – Auditorium
Teater Terbuka
Teater Terbuka
  1. Fasilitas gedung

Pertimbangan lainnya adalah fasilitas parkir dari pewayangan yang besar. Pewayangan ini terletak dalam satu kompleks sendiri dan memiliki area parkir sendiri (tidak harus berbagi misalnya pada kasus sasono utomo dan sasono adiguno yang ada dalam satu kompleks jadi area parkirnya berbagi). Selain itu terdapat pula area sayap yang diperuntukkan khusus untuk Ruang Keluarga & VIP yang letaknya terpisah dari auditorium dan hall terbuka, sehingga tidak mengurangi kapasitas yang tersedia. Ruang untuk penerima tamu pun terpisah dan terdapat juga suatu area lorong panjang yang diperuntukkan khusus untuk panitia among tamu. Panggung pelaminannya luas da nada panggung kecil di sampingnya untuk area hiburan dan MC. Selain itu karena memang biasa diperuntukkan untuk acara wayangan, makanya gedung ini punya fasilitas panggung + gebyok serta panggung khusus pagelaran wayang yang memang saya butuhkan.  Stok kursi nya juga mencukupi walaupun karena resepsi nya merupakan standing party jadi kursi tidak terlalu dibutuhkan. Sound systemnya juga bagus terutama karena hiburan yang saya gunakan bukanlah rekaman atau organ tunggal melainkan gamelan dan sinden asli, mungkin karena biasa digunakan sebagai tempat pagelaran wayang.

Lorong khusus untuk among tamu
Lorong khusus untuk among tamu
Area khusus penerima tamu
Area khusus penerima tamu
Family & VIP Buffet
Sayap khusus untuk ruangan Family & VIP Buffet
  1. Lokasi

Lokasinya kebetulan memang dekat dari rumah orang tua saya, hanya sekitar 10-15 menit berkendara.

  1. faktor rekanan

Gedung pewayangan ini memiliki banyak rekanan vendor bonafid yang sering saya temui di acara wedding expo, jadi gak banyak masalah.

Pusingnya adalah karena gedung ini termasuk gedung “laris” makanya bookingnya mesti jauh-jauh hari. Dalam kasus saya misalnya setelah melangsungkan acara pertunangan pada bulan juli, besoknya saya langsung menelpon untuk booking di tanggal yang telah ditentukan (februari tahun selanjutnya) , ternyata sudah penuh dan hanya ada kosong dua minggu lagi (bahkan untuk maret,april,mei sudah full booked) , sampe akhirnya orang tua menghubungi lagi sesepuh di kampong untuk kelonggaran tanggal, tapi setelah itung-itung untungnya bisa digeser, tapi tetap acara akad jatuhnya harus hari sabtu dan diadakan di rumah, that’s why itulah penyebab kerempongan rangkaian acara pernikahan selama 3 hari 3 malam yang bikin saya ambruk.

Conclusion

Saya puas menggunakan gedung ini , walau tamu saya banyak tapi tidak terlihat sampai padat dan tumpek blek banget seperti pasar  (ada beberapa resepsi yang pernah saya hadiri seperti itu, saking sumpeknya sampe mau ngantri makanan dan lewat aja gak bisa). Staf dan pihak marketingnya juga sangat membantu (terutama karena memang sudah kenalan Papa saya dari dulu, hehehe). Saran saya kalau mau menggunakan gedung ini amannya booking setahun sebelumnya

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s