Posted in My Event

My Wedding Story – Preparation – Sanggar Rias

Vendor perias inilah yang paling bikin saya mumet. Awalnya saya sudah tertarik banget sama Sanggar Miarosa yang kebetulan juga termasuk dalam rekanan dari catering yang saya pakai (Puspita Sawargi). Sanggar Miarosa ini dari hasil portfolio bagus, make up nya natural, bergaya modern dan kebaya-kebayanya itu lho, bikin ngiler apalagi kebaya beludru modern pengantin jawa-nya yang sering ditampilkan dalam pameran, bikin kepingin banget, oh iya Miarosa ini kebayanya juga suka dipakai di acara OVJ.  Pokoknya udah sreg banget dan pingin pakai Miarosa bahkan saya udah datang ke kantor sanggarnya untuk minta price list lengkap dan liat-liat koleksi kebanyanya

Tapi…. Berhubung (seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya) orang tua saya adalah penganut pakem jawa tradisional yang totok banget, mereka itu maunya perias adalah orang yang benar-benar dukun manten. Dukun di sini bukan berarti dukun musyrik yang pake kemenyan itu ya, melainkan sebutan untuk perias adat jawa yang benar-benar memahami adat istiadat jawa termasuk prosesi,pakemnya dan segala tetek bengek yang diperlukan dan tentunya orang jawa tulen (bahkan diutamakan yang Solo, karena adat jawa sendiri dibagi dua adat Yogyakarta dan Solo yang tentunya berbeda). Waktu saya bawa orang tua ke pameran dan ketemu marketingnya Miarosa, mereka gak sreg karena marketingnya gak mengerti secara mendalam, akhirnya batal deh.

Selanjutnya saya akhirnya pusing ke sana kemari cari vendor yang satu ini, googling sana sini termasuk buka-buka milis. Sempat mempertimbangkan juga antara Kusumo Inten,Kencana Lestari sampai Puri Kamaratih, tapi orang tua masih belum berkenan, ada aja yang kurang. Akhirnya setelah googling tersebutlah suatu nama yaitu “Sanggar Harlina by Anna Pramono”, banyak yang rekomendasi untuk pakai Harlina kalau mau menggunakan adat Jawa bahkan ada salah satu anggota milis yang ibunya adalah seorang perias yang cukup terkenal tapi maunya ibunya kalau anaknya married justru pakai Harlina. Katanya sih, menurut perias-perias ahli yang mengerti pakem jawa, Ibu Anna Pramono ini sangat ahli dalam membuat lukisan paes (hiasan item-item di jidat pengantin itu lho), paesnya bukan paes tempel (seperti kebanyakan perias modern yang cukup tempel) tapi asli lukisan tangan dan hasilnya halus. Kebetulan marketing vedor photo saya (mbak Citra dari Le Sae) juga menyarankan untuk memakai Ibu Anna bila mau pakai adat Jawa totok, katanya hasil riasannya “manglingi”. Saya googling portfolio Harlina dan memang hasil riasnya bagus walau memang sangat tradisional terlihat dari warna make up nya yang “berat” khas pengantin tradisional, berbeda dengan riasan modern yang lebih menggunakan warna soft dan natural.

Sanggar Harlina
Sanggar Harlina

Akhirnya saya mengajak orang tua ke kantor Sanggar Harlina ini, dan kebetulan Ibu Anna Pramono sendiri sedang ada dan kami ditangani langsung oleh beliau. Alhamdulillah, ternyata orang tua saya sreg banget karena Ibu Anna ini memang sangat mengerti segala macam keribetan dan seluk beluk prosesi adat Jawa bahkan sampai sesajen yang harus disediakan termasuk banyak printilan lainnya. Dari photo-photo hasil make upnya juga orang tua saya suka karena sangat tradisional dan (bagi orang yang tahu) katanya sih memang paes nya itu beda, selain itu Ibu Anna juga sangat paham mengenai perbedaan adat Jawa Solo dan Yogyakarta (maklum orang tua saya hobi komentar pengantin jawa sekarang gak ngerti pakem,adatnya suka-suka, bahkan banyak yang amburadul busananya,misalnya pengantin perempuannya pakai riasan ala yogya eh yang cowok pakai riasan adat solo).

Pengantin adat Solo : Solo Putri
Pengantin adat Solo : Solo Putri
Pengantin Jogjakarta
Pengantin Jogjakarta

Ibu Anna ini juga memberikan banyak masukan mulai dari acara adat siraman, midodareni, akad nikah,upacara adat hingga ke resepsi. Cuma sayangnya karena jadwal Ibu Anna yang sangat padat (maklum beliau laris banget) dari tiga hari rangkaian pernikahan saya, beliau hanya bisa menangani satu hari saja, untungnya dapat di acara puncak yaitu resepsi, sementara untuk acara siraman dan akadnya beliau khusus mendatangkan adiknya yang juga seorang perias pengantin dari Klaten.

Untuk busana tentunya saya memilih busana dodot adat Solo tapi dengan nuansa modern yaitu penambahan bolero beludru (malu kalau suruh pakai dodot asli,hehe). Untuk pengantin perempuan saya hanya menyewa dodot untuk resepsi karena kebaya untuk acara lainnya sudah saya jahitkan sendiri, sementara untuk pengantin prianya saya menyewa beskap untuk keseluruhan acara, mulai dari akad (beskap broken white), upacara panggih (merah marun) hingga resepsi.

Koleksi Ibu Anna ini banyak banget, mulai dari kebaya hingga beskap beraneka rupa. Oh iya yang harus diingat, untuk ibu-ibu (baik ibu pengantin maupun saudara) umumnya Sanggar tidak menyewakan kebaya, tapi hanya kainnya saja, tapi kalau untuk yang masih muda misalnya pengiring atau penerima tamu, kebaya bisa disediakan. Karena untuk seragam ibu kandung, saudara-saudara dan penerima tamu sudah dijahitkan sendiri, saya hanya menyewa beskap untuk bapak-bapak saja dan juga paket riasan untuk semua penerima tamu dan saudara yang berseragam.

Oh iya, Ibu Anna juga bisa menangani dekorasi sebenarnya, Cuma karena untuk dekor gedung saya sudah mengambil paketan dari catering, saya tetap memakai dekorasi Ibu Anna untuk panggung siraman dan juga kamar pengantin.

Enaknya karena Ibu Anna sangat mengerti printilan adat, segalanya sudah disediakan, kita tinggal duduk manis saja, misalnya saat acara siraman, mulai dari janur,pisang,kain sindur,ayam betina,dawet,duit genteng hingga air tujuh sumber sudah disediakan, begitu pun saat upacara adat panggihnya semua properti sudah disediakan.

Umumnya Ibu Anna akan mengirim asistennya minimal satu kali untuk ikut dalam rapat keluarga yang membahas acara pernikahan. Dalam rapat itu, stafnya akan menjelaskan apa-apa saja yang dibutuhkan termasuk penjelasan detilnya. Ibu Anna sendiri juga akan datang ke rumah untuk survey lokasi apabila kita ingin mendekor kamar pengantin dan membuat panggung siraman.

H-1

Staff Ibu Anna sudah datang ke rumah saya sejak pagi untuk membuat panggung siraman dan mendekor kamar pengantin. Dekorasinya bagus dan menggunakan fresh flower semuanya.

Dekorasi Panggung Siraman & Bebagai properti upacara
Dekorasi Panggung Siraman & Bebagai properti upacara

Day 1 – Acara Siraman

Karena acara siraman dilaksanakan sehabis ashar (jam 15.00) staff Ibu Anna termasuk Adik beliau (sayangnya saya lupa namanya) yang merupakan perias pengantin sudah tiba sekitar pukul 10.00 untuk melakukan berbagai persiapan. Acara hari ini hanya saya dan Ibu saya yang akan dirias, dan berhubung nanti saya akan disiram, maka make-upnya tipis dan natural. Kedua orang tua saya juga dirias dan memakai kebaya dan beskap lengkap. Setelah melalui acara adat siraman, sorenya setelah dibersihkan, akhirnya dahi saya dikerik  untuk membersihkan bulu-bulu halus di sekitar dahi (botak-botak deh) dan persiapan paes, setelah beres saya kembali dirias untuk malam midodareni, full make up dan pakai sanggul tentunya dan pakai kebaya walau gak ngapa-ngapain dan gak boleh keluar kamar juga (hiks bosan). Selepas jam 12.00 malam barulah riasan boleh dibersihkan.

270920_10151071746904623_1749145804_n
Riasan selama siraman
Riasan Midodareni
Riasan Midodareni

Day 2 – Acara Akad & Upacara Panggih

Pagi-pagi jam 05.00 subuh saya sudah dibangunkan oleh rombongan Ibu Anna dan kembali kali ini adik beliau yang akan menghias saya. Setelah beres di make up dan kali ini tentunya sudah berpaes dan bersanggul rapi, pukul 08.00 tepat acara akad dilangsungkan. Kedua ibu pengantin juga dimake up, kedua bapak dan saudara kandung saya berbeskap lengkap. Selain itu untuk pengiring upacara (saudara tua) saya juga menyewa beskap dan kostum untuk pembawa property upacara. Setelah acara akad selesai, saya kembali di-make up (re-touch) untuk upacara panggih, tentunya semua property upacara sudah disiapkan oleh Sanggar Harlina termasuk acara begalan (pembagian alat-alat rumah tangga kepada ibu-ibu). Cuma sebelnya karena kurang koordinasi sama orang tua, saya pikir setelah acara upacara selesai.kurang lebih jam 12.00 siang saya sudah bisa beristirahat, eh ini orang tua maunya sampai maghrib, ini mah udah kayak resepsi yang diadakan di rumah, full seharian, padahal saya capeknya bukan main dan besok masih harus menghadapi resepsi sebenarnya.

Riasan selama akad
Riasan selama akad
Riasan selama upacara adat
Riasan selama upacara adat

Day 3 – Resepsi

Karena acara resepsi berlangsung pukul 19.00, jam 16.00 semua yang akan dirias harus sudah hadir di gedung untuk dirias. Kali ini saya ditangani langsung oleh Ibu Anna Pramono, riasannya memang bagus dan saya bahkan bisa melihat perbedaanya antara riasan yang dihasilkan antara Ibu Anna dan adiknya. Hasil riasan adiknya Ibu Anna juga sudah bagus tapi hasilnya Ibu Anna masih lebih bagus lagi. Oh iya umumnya kepala sanggar hanya menangani pengantin wanita saja ya, yang lainnya akan ditangani oleh asisten, secara riasan pengantin wanita sangat rumit dan butuh waktu berjam-jam.

Dan memang baju adat pengantin jawa sangat banyak printilan dan detailnya, sampai saya heran karena gak selesai-selesai dan ternyata kembang seroja yang dipakai di sanggul itu beratnya bukan main,bahkan mengalahkan berat baju pengantinny sendiri, sampai  awalnya saya agak limbung.

Staf ibu Anna sendiri terbukti cekatan dan gesit, ceritanya waktu itu saya salah info mengenai jumlah ibu-ibu yang akan mengenakan jilbab sehingga jilbabnya kurang, langsung stafnya ngacir ke salah satu mall terdekat untuk melengkapi kekurangannya.

Saat resepsi
Saat resepsi

Conclusion

Overall saya puas banget dengan Ibu Anna Pramono. Pelayanannya bagus dan sangat professional, untuk harga memang agak tinggi tapi worthed dan sepadan dengan hasil yang didapat.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

9 thoughts on “My Wedding Story – Preparation – Sanggar Rias

    1. Waduh sy juga lupa mbak,maklum udah 2 thn yang lalu,apalagi ngitung biaya akhirnya setelah acara selesai karena saya banyak penambahan,enaknya lgsg dateng deh mbak,biasanya sama bu anna lgsg dihitungin

  1. hallo… salam kenal mbak.. aku nanti juga akan pake bu anna.. deg degan, karena pemilihannya sesuai dengan mama… tdnya mau pake MUA MUA yang ada di IG.. takut salah pilih aja.. namun setelah membaca ulasan mbak di atas.. jadi semangat… heheheh terima kasih mbak info nya..

  2. mbakk.. blognya detail sekali, aku sukaaa.. aku baru kemarin datengin tante Anna, nah tapi kalo aku, akunya yang ngotot pengen pake pakem jawa.. hihi.. bener-bener seneng diskusi sama tante Anna nya (maupun dengan asistennya) karena memang benar-benar mengerti ya mba.. jadi makin yakin aku mau pakai tante anna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s