Posted in Singapore

Day 8 Singapore : A study di mana yang biasa aja bakalan terlihat cantik kalau dirawat

Bus yang kita tumpangi akhirnya sampai dengan selamat di SIngapore setelah menempuh perjalanan selama 5 jam dari Malaysia, bus berhenti di dekat stasiun MRT Little India, sebenarnya untuk menuju hotel kita yang berada di dekat Mustafa Center, kita bisa berjalan kaki selama 20-30 menit, tapi karena capek plus males banget nenteng-nenteng koper yang semakin membengkak, akhirnya kita naik MRT dari Little India ke Ferrer Park.

A Little’ bout Transportation System in Singapore

Karena bagi saya Singapore adalah negara sejuta umat (which means udah banyak banget orang Indonesia yang ke sini), pastinya banyak yang sudah paham sistem transportasi di sini yang dioperasikan oleh SMRT Corporation. Moda transportasi favorit saya adalah MRT, karena menjangkau hampir seluruh wilayah SIngapore, aman, nyaman, cepat, gak pernah delay, pokoknya sampai saya merasa kalau saya jadi Singaporean saya gak kepikiran lah buat beli motor apalagi beli mobil, lha wong tranport umumnya nyaman banget kok. Karena sebelumnya sudah pernah ke sini, makanya saya sudah berbekal ez link (kalau suami saya hasil pinjem dari temennya sepupu saya), ez link card ini adalah kartu yang digunakan untuk menaiki moda transportasi seperti MRT atau bus, ez link ini bisa di top up dan dicek saldonya di mesin-mesin otomatis yang terdapat di stasiun MRT.

EZ Link
EZ Link

Hebatnya memang yang namanya sistem transportasi di negara maju adalah ada websitenya di mana bisa dilihat rute yang dituju termasuk biayanya. Website SMRT dapat diklik di sini. Sementara seluk beluk mengenai ez link bisa dilihat di sini.

MRT dan LRT Map
MRT dan LRT Map

Arianna Hotel at Syed Alwi Road

Arianna Hotel - Singapore
Arianna Hotel – Singapore

Terletak sekitar 400 m dari Stasiun MRT Ferrer park (sekitar 10 menit berjalan kaki) dan 100 m dari toko serba ada 24 jam Mostafa Center menjadikan pertimbangan saya dalam memilih hotel ini. Hotelnya terletak bersebrangan dengan kompleks Mostafa Center di jalan Syed Alwi Road. Hotelnya seperti kebanyakan hotel di Singapore yang pernah saya tempati, bergaya budget hotel tapi harganya selangit ,secara biaya hidup di Sg memang lebih tinggi, kebayang aja dengan harga setara 800 K, kalau di Indonesia/Thailand/Malaysia udah dapet hotel berbintang, kalau di Singapore cuma dapat kamar uk. 4×4 meter, belum lagi dengan adanya kamar mandi dalam (kamar mandinya pun cuma pakai partisi kaca, bukan dinding bata beneran), bener-bener sempit.

Tapi overall hotelnya cukup nyaman, dengan tempat tidur double, plus fasilitas standar seperti pembuat kopi/teh, hair dryer, tv lcd, toiletterries dan fasilitas menyetrika. Tapi sebelnya hotel jenis gini di singapore selalu aja ac-nya sentral dan diset dengan suhu yang rendah banget. Begitu kita masuk kamar (dengan meng-scan kartu kamar), ac dan listrik otomatis hidup, ac gak bisa dikecilin apalagi dimatiin, jadi kalau malam sampai harus rebutan selimut. Karena capek sehabis menempuh perjalanan panjang, ditambah di luar mulai turun hujan yang cukup deras, akhirnya kita istirahat dulu sebelum sorenya melanjutkan petualangan kita.

Double Bed Room, cuma gini harganya hampir 800 K
Double Bed Room, cuma gini harganya hampir 800 K

Arianna Hotel

83 Syed Alwi Road S(207662)

http://www.arianna.com.sg

Marina Bay & Merlion Park : Lokasi Wajib bagi yang belum pernah ke Singapore

Sekitar jam 5 sore hujan sudah mulai berhenti, berangkatlah kita menuju icon sekaligus lokasi wajib bagi orang yang pertama kali ke Singapore, yaitu marina bay dan merlion park.

Rute perjalanan dari hotel ke Merlion Park :

  • Naik MRT dari Ferrer Park ke arah Harbour Bay, turun di stasiun Interchange Dhobby Ghaut
  • Ganti MRT dari Dhobby Ghaut ke arah Marina Bay, turun di Raffless Place

Di negara tetangga kita, Singapura, memang banyak hal menarik yang bisa menjadi objek foto bagi pencinta fotografi. Gedung-gedung dengan arsitektur modern dan juga bangunan-bangunan tuanya yang terjaga dengan baik, taman-taman yang tertata indah, belum lagi objek-objek wisatanya yang menarik. Sebenarnya kalau dibilang menarik relatif sih, bagi saya singapore adalah studi di mana hal yang biasa saja akan menjadi cantik dan laku dijual bila terawat dengan baik, obyek wisata di singapore kebanyakan adalah bangunan dan situs buatan, bukannya keindahan alam atau situs kuno ratusan tahun seperti yang dimiliki Indonesia. Tapi karena dirawat dengan baik dan dibuatkan fasilitas yang menunjang sehingga laku dijual. Stasiun MRT Raffless Place terletak di bawah tanah sebuah gedung perkantoran, untuk menuju ke marina bay, ikuti saja petunjuk arah yang ada di sekitar. Kunjungan saya terakhir kali ke marina bay adalah pada siang hari bolong dan masya allah panasnya bikin capek 2x lipat, makanya sekarang saya memutuskan untuk sore hari berkunjung ke sana.

Marina Bay Promenade

Marina Bay ialah sebuah teluk dekat Central Area di daerah selatan Singapore dan berada di sebelah timur dari Downtown Core. Marina bay promenade merupakan sebuah Jalan pesisir sepanjang 3,5 km menghubungkan seluruh atraksi di Marina Centre, Collyer Quay dan daerah Bayfront. Mendengar kata “bay” jangan dibayangkan pantai berpasir ya, di jalan sepanjang marina bay terdapat banyak gedung-gedung indah yang menjadi spot menarik untuk berfoto ria di antaranya merlion park, esplanade, marina bay sands art science museum, helix bridge dll, juga banyak terdapat restaurant dan coffee shop. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi kawasan marina bay adalah sore menjelang malam hari, karena saat malam hari kerlap kerlip lampu dari bangunan di sekitarnya menambah keindahan lokasi ini.

Marina Bay promenade dengan latar belakang sg flyer, art science center & marina bay sands
Marina Bay promenade dengan latar belakang sg flyer, art science center & marina bay sands

Merlion park

Merlion park
Merlion park

Ikon dari Singapura yang tentunya juga menjadi objek foto utama di negara ini. Patung Merlion selalu tampil di segala hal yang berhubungan dengan Singapura, mulai dari brosur pariwisata, magnet kulkas, gantungan kunci, dan berbagai produk lainnya. The Merlion yang memiliki arti ‘Singa Laut’ ini digambarkan sebagai hewan mitos yang bertubuh ikan dan berkepala singa, telah menjadi maskot Singapura. Simbol Merlion sendiri di desain oleh Alec Fraser-Brunner, untuk logo dari Singapore Tourism Board (STB) yang digunakan dari tanggal 26 March 1964 hingga tahun 1997. Walau pada tahun 1997 logo STB berubah, tapi Merlion tetap diabadikan sebagai salah satu aset penting negara Singa ini. Jadi jangan sampai lewatkan kesempatan untuk berfoto di depan patung setinggi 8,6 meter dengan berat 70 ton ini, yang berada di Merlion Park, di pinggir Singapore River, seberang gedung Esplanade.

Marina Bay Sands

Marina Bays Sands merupakan pusat hiburan yang terdiri atas kasino dan hotel dengan desain arsitektur yang unik, perahu yang nangkring di atas tiga buah bangunan hotel tinggi yang identik. Merupakan kawasan baru yang juga menjadi ikon bagi kota Singapura. Bangunan unik dan megahnya dapat terlihat dari Esplanade dan juga Merlion Park.

Helix Bridge
Di bagian luar Marina Bay Sands ada sebuah jembatan pejalan kaki yang panjangnya sekitar 280 meter dengan desain melingkar unik dan merupakan jembatan terpanjang di Singapura, berada disamping Benjamin Shears Bridge dan Bayfront Bridge. Pada malam hari, Helix Bridge dipercantik dengan lampu-lampu yang berganti warna setiap saat. Helix Bridge ini sering dijadikan lokasi pemotretan pre-wedding, bahkan saat saya ke sana juga ada yang sedang pre-wedding.

Marina Bay Sands & Helix Bridge
Marina Bay Sands & Helix Bridge

Art Science Museum

Tidak jauh dari Helix Bridge Anda ada sebuah bangunan unik yang mirip bunga lotus sedang mekar, bangunan ini adalah Art Science Museum. Berbagai eksibisi menarik digelar disini. Bagian luar gedung ini sangat menarik untuk dijadikan objek foto. Museum ini berada di area Promenade utara, di area luar mal The Shoppes at Marina Bay Sands.

Art Science Museum
Art Science Museum
Esplanade Park & Esplanade Building
Esplanade Park & Esplanade Building

Esplanade – Theatres on the Bay

Gedung durian! Mungkin inilah sebutan lain yang pas untuk Esplanade – Theatres on the Bay, gedung yang selesai dibangun pada tahun 2002 dan merupakan teater pertunjukan ini selain merupakan pusat hiburan dan seni di Singapura, juga telah menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya untuk datang dan berfoto dengan latar belakang kubah gedung ini. Di dalam Esplanade selain terdapat berbagai teater untuk tempat pertunjukan, juga ada toko-toko yang menjual berbagai barang menarik, serta area terbuka dimana sering diadakan pertunjukan seni gratis.

Esplanade Park

Taman yang dibangun pada tahun 1943 ini merupakan taman tertua dan bersejarah di Singapore, terletak di esplanade, di pinggir singapore river. Di Esplanade park ini banyak disediakan bangku-bangku untuk beristirahat sambil melihat pemandangan sekitar.

Marina Bay Floating Stadium

Marina Bay Floating Stadium
Marina Bay Floating Stadium

Ini adalah stadion terapung terbesar yang berlokasi di di Marina Resevoir, di Marina Bay, Singapura. Bangunannya terbuat dari baja dan sedikit lebih besar daripada lapangan sepakbola di National Stadium. Galeri di stadion itu bisa menampung 30,000 orang. Yang menarik adalah warna-warni dari bangku penonton yang dari kejauhan sangat cantik dipandang.

The Fullerton Hotel Singapore

Merupakan hotel mewah berbintang lima yang terletak di muara Singapore River , menempati areal bangunan tua yang terawat dengan sangat baik, bangunan tersebut dulunya dikenal dengan nama Fullerton Building dan pernah digunakan sebagai General Post Office Building.

One Fullerton Hotel
One Fullerton Hotel

Fullerton Road

Merupakan sebuah jembatan yang menghubungkan area merlion park dengan esplanade park, di sisi-sisi jembatan ini banyak ditanam bunga asoka berwarna pink dan jangan lupakan food street khas singapore yaitu 1 SGD ice cream yang merupakan ice cream homemade/bermerk yang dipotong tebal dan dimakan bersama roti tawar atau waffle tipis. Ice cream ini banyak dijual di area merlion park dan juga fullerton road. Tipsnya adalah pilih es krim yang homemade daripada yang bermerk karena lebih enak.

1 SGD ice cream @ fullerton bridge
1 SGD ice cream @ fullerton bridge

Anderson Bridge

Jembatan vehicular ini terletak di sebelah jembatan fullerton road, namun dengan desain yang lebih kuno.

Cavenagh Bridge

Merupakan jembatan tertua di Singapore, karena dikhawatirkan akan kekuatan strukturnya, maka sekarang hanya pedestrian yang boleh melintas di sini.

Dalhousie Obelisk

Dalhousie Obelisk terletak di distrik Civic Singapura dan dibangun untuk memperingati kunjungan kedua Marquis Dalhousie pada bulan Februari 1850. Tugu peringatan berupa batu Obelisk yang dibangun berfungsi sebagai pengingat kepada semua pedagang tentang manfaat dari perdagangan bebas.

Patung-patung di Singapore River

Di sisi kiri Cavenagh Bridge, ada patung anak laki-laki meloncat, dalam gerakan membeku dimana sekelompok anak laki-laki berjumlah lima orang dengan telanjang meloncat untuk menyelam dari jembatan dan kemudian berenang. Rich Merchant dekat Fullerton Hotel yang bersejarah menggambarkan salah satu pedagang awal di Singapura, Alexander Laurie Johnston sedang berbaur dengan para pedagang, sementara beberapa langkah dari sana, sebuah kelompok kuli Cina terlihat memuati gerobak barang.

The statues
The statues

Asian Civilization Museum

Asian Civilization Museum
Asian Civilization Museum

Asian Civilisations Museum berfokus pada warisan sejarah budaya Asia. Bangunan sayap pertama (ACM I), yang berlokasi di Armenian Street, merupakan sebuah bangunan neo-klasik dari tahun 1910 yang telah direnovasi secara mendetil. Sayap kedua Museum (ACM II) dibuka di Empress Place dalam bulan Februari 2003 setelah perluasan renovasi. Tersebar dalam tiga tingkat, serangkaian galeri bertema khusus ini akan memberi wawasan ke dalam warisan budaya India, China, Asia Tenggara dan Dunia Islam. Berbagai teknologi pameran interaktif tercanggih dengan muatan pendidikan dipadukan dengan seksama ke galeri-galeri ini, beserta sebuah pusat pameran yang dikhususkan bagi para pengunjung cilik. Juga tersedia sebuah galeri pameran khusus untuk menampilkan pameran yang istimewa. Pameran ini diperkuat dengan acara-cara tambahan yang menarik, untuk menghidupkan kembali tradisi, praktik serta bentuk seni kuno.

Boat Quay

Boat Quay and Clarke Quay dipenuhi dengan restaurant, pub dan club, jadi suasana di sini sungguh ramai dan bercampur baur. Tempat ini didatangi oleh para tukang dugem, para eksekutif muda yang baru pulang dari kantor, pasangan-pasangan yang ingin menikmati suasana makan malam yang romantis, dan juga tidak kalah banyaknya turis-turis mancanegara. Dari area yang saya datangi yaitu sekitar esplanade ini saya hanya bisa melihat boat quay dari kejauhan.

Boat Quay
Boat Quay

Setelah puas menjelajahi area marina bay dan sekitarnya, kita menuju ke tujuan selanjutnya yaitu Singapore flyer yang jaraknya cukup dekat dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari marina bay.

Merinding di Singapore Flyer

Singapore Flyer adalah kapsul pengamatan tertinggi di dunia dengan tinggi 165 meter. Singapore Flyer menawarkan pemandangan 3 negara sekaligus, Singapire, Malaysia dan Indonesia (Batam). Singapore Flyer terdiri dari roda pengamatan berdiameter 150 meter, pada keliling roda tersebut terdapat 28 kapsul berpendingin udara yang dapat menampung 28 orang, dan gedung terminal 3 lantai yang didalamnya terdapat toko souvenir, restoran, dan bar. Untuk berputar satu putaran penuh, Singapore Flyer membutuhkan waktu 37 menit. Pada awalnya, Singapore Flyer berputar berlawanan arah jarum jam, namun atas saran ahli Feng Shui, putaran Singapore Flyer diubah arahnya pada tanggal 4 Agustus 2008.

Singapore Flyer
Singapore Flyer
Kapsul Singapore Flyer
Kapsul Singapore Flyer

Sebelum menaiki singapore flyer kami dinner dahulu di popeye’s yang terdapat di lantai dasar. Setelah itu kami segera menuju konter pembelian ticket untuk membeli ticket. Pengunjung yang telah membeli ticket diperbolehkan untuk menuju ke lantai atas, sebelum measuki kapsul ada simulator dan maket penjelasan mengenai pembuatan singapore flyer.

Waktu yang dibutuhkan untuk satu putaran penuh adalah 45 menit, dan begitu kapsul naik 1/4 putaran sayapun mulai pucat. Sejujurnya permainan yang paling membuat saya takut di theme park bukanlah jet coaster ataupun mainan adrenaline lainnya, yang paling bikin saya takut adalah ferris wheel alias bianglala, karena entah mengapa saya selalu berimajinasi kalau tiba-tiba kapsulnya putus dan kita jatuh ke bawah. Jadi sementara suami saya menepi ke dekat kaca untuk mengambil foto-foto pemandangan singapore dari ketinggian, saya mah duduk di tempat duduk yang terletak di bagian tengah dengan muka pucat, apalagi pas kapsul mencapai ketinggian maksimal, saya ogah melihat ke luar.

Inside the capsule
Inside the capsule
Singapore dari ketinggian
Singapore dari ketinggian

Katanya sih naik singapore flyer ini sebenarnya merupakan pengalaman romantis bareng pasangan, apalagi kalau kamu punya kocek lebih, bisa tuh mengadakan romantic dinner di dalam kapsul sambil melihat indahnya singapore dari ketinggian. Website dari singapore flyer bisa diklik di sini.

Setelah merinding di singapore flyer, akhirnya kami pulang kembali ke hotel dengan rute sebagai berikut :

  • Jalan kaki menuju stasiun MRT terdekat yaitu Promenade
  • Naik MRT dari Promenade dan turun di stasiun Interchange Dhobby Ghaut
  • Ganti MRT di Hobby Ghaut ke arah Punggol, turun di Ferrer park

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s