Posted in Kuala Lumpur, Malaysia

Day 8 Bye-bye Malaysia

Subuh – subuh (kenapa subuh? karena di malaysia yang waktunya lebih cepat sejam, jam 6 pagi masih seperti jam 5 di jakarta), kami sudah menggeret koper menuju ke stasiun LRT Plaza Rakyat yang jaraknya cukup dekat dengan area hotel. Dari LRT kami akan menuju Bandar Tasik Selatan untuk menaiki bus menuju Singapore. Rute perjalanan dari petalling street – bandar tasik selatan

  • Jalan kaki sekitar 5-10 menit menuju Stasiun LRT Plaza Rakyat
  • Naik LRT dari Plaza Rakyat (ST 4) turun di LRT Chan Show Lin (ST 1)
  • Dari Chan Show Lin, naiklah kereta jurusan Sri Petaling, turun di LRT Bandar Tasik Selatan (PH 5)
  • Dari Stasiun LRT Bandar Tasik Selatan sebrangilah jembatan (ikuti petunjuk arah) menuju Terminal Bus Bandar Tasik Selatan

Hebatnya sistem transportasi di negara maju, cuma dalam waktu satu jam kita sudah sampai di terminal bus bandar tasik selatan, no delay, no drama.

Nyamannya Terminal serasa di Bandara

Image
Terminal Bersepadu Selatan

Terminal Bersepadu Selatan atau yang selanjutnya disebut dengan TBS merupakan pusat terminal bus untuk jalur-jalur selatan di Malaysia. Sejak tahun 2012, semua bus yang akan berangkat menuju luar kota ke arah selatan akan beroperasi dari terminal bus ini (dulu memang masih ada yang dari kuala lumpur, sekarang tidak lagi). Untuk ukuran terminal bus gedungnya sungguh mewah, tidak terlihat kalau ini adalah sebuah terminal bus. Meski masih terdapat sejumlah pembenahan gedung bangunan, jalur dari stasiun LRT Tasik Selatan menuju gedung TBS sangat nyaman dilalui. Setelah itu, kita dapat mempergunakan eskalator ataupun tangga manual untuk naik dua tingkat menuju gedung TBS. Bagi manula dan penyandang cacat juga disediakan lift khusus. Setelah sampai di atas bangunan tetap ini, berjalan sekitar 50 meter di atas jembatan penyeberangan, maka sampailah Anda di Terminal Bersepadu Selatan.

Image

Pada saat sampai di pintu masuk TBS, ucapan selamat datang akan menyambut . Begitu pula dengan alat pendingin ruangan. Kebersihan gedung ini sangat terjaga. WC yang nyaman. Tersedia pula banyak loket-loket tiket untuk pembelian tiket perjalanan ke berbagai tempat di jalur selatan Malaysia. Meski tersedia banyak loket, masih juga banyak yang mengantre, lho. Jangan khawatir akan penyerobotan. Di sana para calon penumpang ini antre dengan rapi dan terbit. Benar-benar dibuat nyaman deh pokoknya. Penjaga loket pun bersedia memberi penjelasan tentang tujuan yang kita maui.Saya bergegas ke loket tiket terlebih dahulu untuk menukarkan tanda terima yang sudah dibeli di puduraya kemarin dengan tiket sungguhannya. 

Satu jam sebelum keberangkatan saya ke Singapura saya sarapan singkat di 7-11, di lantai atas terdapat ruang tunggu yang telah disediakan. Ada banyak ruang tunggu yang disediakan di sini. Bangku panjang berjajar. Ada layar televisi yang menemani para calon penumpang sembari menunggu keberangkatan bus. 

Image
Ruang Tunggu di Lt 1

Waktu keberangkatan makin dekat. Setengah jam sebelum keberangkatan, kami menuju gate keberangkatan, yakni gate 1. Benar-benar seperti di bandar udara. Gate keberangkatan berada di lantai bawah. Setiap eskalator yanng menuju gate keberangkatan, dijaga oleh petugas keamanan sekaligus pemeriksa tiket yang telah kami beli. Tiket yang sudah kami beli, dicek, apakah gate-nya benar atau tidak. Jika benar, silahkan menuju gate yang kita maksud.Akhirnya saya pun sampai di lantai bawah, persis di depan Gate 1 keberangkatan TBS-Johor Baru. Di lantai bawah ini juga disediakan tempat menunggu. Jadi, Anda masih bisa duduk santai sembari menunggu bus datang. Saya pun sempat singgah di wc-nya, benar-benar bersih dan sangat terawat.Akhirnya bus yang ditunggu pun tiba juga, bye-bye malaysia.

Perjalanan Menuju Singapore

Image
Transnasional bus

Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam, pemandangan yang ada sangatlah membosankan karena terus menerus melewati jalan tol ataupun kebun-kebun sawit. Mendekati perbatasan malaysia-singapore, kita akan melewati imigrasi sebanyak dua kali, yang pertama adalah imigrasi malaysia, di sini kita tidak perlu membawa barang-barang turun, cukup membawa paspor saja (duh petugas imigrasinya cakep banget, melayu banget mukanya). Selepas dari imigrasi malaysia, kita menaiki kembali bus yang tadi (ingat-ingat nomor bus agar jangan sampai tertukar) untuk menuju imigrasi singapore. Beberapa waktu kemudian sampailah ke bagian yang kedua yaitu imigrasi singapore, di sini kita diharuskan membawa semua barang bawaan kita untuk diperikda di mesin detektor (seperti di bandara) dan jangan lupa pula untuk mengisi lembar declaration form yang dibagikan di bus sebelum sampai di imigrasi singapore. Finally, bye-bye malaysia.

Image
Bridge between Malaysia and Singapore

Kesan saya tentang malaysia, indonesia banget deh

Terlepas dari sering berseterunya negara kita dengan negara tetangga yang satu ini, tetap tak dapat dipungkiri bahwa komoditas indonesia terutama band-band nya itu laku banget di Malaysia, selama saya di sana saya lebih sering mendengar lagu indonesia diputar di mana-mana, bahkan di mall besar. Lucunya lagi saat saya menyetel tivi, di salah satu channel tv ada sinetronnya nabila syakieb yang judulnya nugerah diputar, malah besoknya lagi ada sinetronnya kiwil, haha. Yang lebih lucu lagi, sepanjang perjalanan saya menuju singapore, pengemudi bus non stop memasang lagu dangdut lama macam dari evi tamala atau rhoma irama, nah ya, ngefans indonesia nih.

Tapi melihat siaran tv malaysia terus terang saya salut banget, banyak banget iklan layanan masyarakat yang sifatnya patriotisme (seperti di zaman pak harto dulu itu lho) yang isinya cintai negeri, cintai bahasa, juga sering banget diputer lagu kebangsaan di sela-sela acara tv. Selain itu di malaysia gak seperti di negara kita, mereka gak menjunjung tinggi pribumi seperti di negara kita, yang namanya bangsa pendatang keturunan seperti china dan india tetap dihargai dan bisa masuk jajaran pemerintahan, salut deh.

Udah gitu, menurut saya malaysia tuh santun banget, islamnya lebih kental berasa daripada di Jakarta. Kebanyakan warga melayu yang saya temui di sana berjilbab, yang gak berjilbab paling adalah warga keturunan china/india yang kemungkinan memang non muslim. Apalagi secara saya kebetulan kemarin baru pulang dari phuket yang serba wild, gila-gilaan dan maksiat (hahaha), berada di kuala lumpur ini berasa diingatkan lagi karena banyaknya masjid dan adzan berkumandang. 

 

 

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s