Posted in Kuala Lumpur, Malaysia

Day 7 Kantoi Ch. 1 : Ngubek-ngubek Taman Tasik Perdana

Agenda hari ini adalah menyusuri kuala lumpur dengan rute taman tasik perdana beserta isi-isinya, petronas/suria klcc dan kl tower. Planning sedari Jakarta adalah kita akan menggunakan bus khusus wisatawan yaitu hop on hop off, karena memang tidak ada kendaraan umum yang melewati kawasan Taman Tasik Perdana.

KL Hop on Hop Off

Ada cara yang praktis untuk keliling kuala lumpur, naik saja bus Hop On Hop Off, yang akan mengantar kita ke hampir seluruh tempat wisata populer di Kuala Lumpur, terutama karena memang beberapa kawasan wisata tidak ada akses transportasi umum (misalnya taman tasik perdana) , daripada naik taksi tentu tarif yang dikeluarkan akan lebih mahal. Dengan tiket RM 45 (24 hours) atau RM 79 (48 hours), kita bisa berkeliling Kota Kuala Lumpur dengan bus tingkat dua tanpa takut tersasar. Tiket bisa dibeli di semua halte Hop On Hop Off yang berjumlah 23 buah. Puluhan halte bus tersebut berada di tempat-tempat populer seperti Menara Petronas, Istana Negara, kawasan belanja Bukit Bintang, Museum Negara, juga Chinatown. Asyiknya, tiket bus ini berlaku untuk 24 jam/48 jam (tergantung jenis tiket yang dibeli). Kita tak perlu membeli tiket lagi untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi lain selama bus yang ditumpangi adalah Hop On Hop Off. Bus ini beroperasi mulai jam 08.30-20.30 waktu setempat.

Selama perjalanan, seorang operator akan menjelaskan tentang jalan atau bangunan yang dilewati. Bus ini punya balkon di dek atas bagian belakang, sehingga kita bisa menghirup udara Kuala Lumpur serta mengambil gambar dengan leluasa. Di setiap halte, bus ini akan menurunkan penumpang tanpa menunggu mereka naik lagi. Para penumpang yang ingin turun dan berkeliling bisa menaiki bus selanjutnya. Bus selanjutnya akan tiba di halte tersebut sekitar 20 menit-1 jam kemudian.

Rute KL Hop on Hop Off
Rute KL Hop on Hop Off
Penampakkan Bus KL Hop on Hop Off
Penampakkan Bus KL Hop on Hop Off

Sebenarnya yang namanya bus hop on hop off ini bukanlah hal yang baru, karena di beberapa negara maju lainnya misalnya inggris atau singapura juga memiliki bus jenis ini. Jadi berandai-andai misalnya Jakarta punya ini yang ada malah habis waktu 24 jam tempat wisata yang didatangi baru sedikit karena macet dan gak ada yang mau duduk di dek bus karena udara di Jakarta yang ampun-ampunan, haha, yah semoga pariwisata di Indonesia termasuk akomodasi yang ada bisa diperbaiki lagi.

For more info bisa kilik websitenya http://www.myhoponhopoff.com

Ilham gak jelas datang dari mana

Entah saya kesambet apa, pokoknya gara-gara malamnya dapet peta tourism kuala lumpur dari resepsionis hotel, saya memutuskan untuk berwalking tour saja menyusuri taman tasik perdana, yang kalo dari peta kayaknya sih gak jauh (ceritanya ngirit juga, sotoy deh). Akhirnya setelah sarapan di 7-11, berangkatlah saya dan suami untuk memulai petualangan ngubek-ngubek kuala lumpur.

map_lg
Kalau liat dari peta kan deket ya antara Petalling Street dengan Masjid Negara

Destinasi 1 : Sri Mahamariamman Temple, Kuala Lumpur

Dengan semangat 45 dan berbekal senjata berupa peta, berangkatlah kita menuju spot tourist terdekat yaitu Sri Mahamariamman Temple. Kuil Sri Mahamariamman merupakan tempat yang disucikan oleh umat Hindu. Bangunan suci ini dibangun oleh Thambusamy Pillai pada tahun 1873 dan pada awalnya merupakan kuil pribadi keluarga Pillai. Dan seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1920 baru kemudian kuil ini dibuka untuk umum dan pengurusannya diserahkan seluruhnya kepada pihak yayasan yang secara khusus mengelola Kuil Sri Mahamariamman ini. Mahamariamman merupakan kuil India tertua di Malaysia dan banyak dikunjungi oleh umat Hindu juga kalangan wisatawan baik domestik maupun asing.

Sri Mahamariamman Temple
Sri Mahamariamman Temple
Ghophuram , piramid bertingkat 5 dengan hiasan dewa-dewa hindu
Ghophuram , piramid bertingkat 5 dengan hiasan dewa-dewa hindu

Sri Mahamariamman pada awalnya berlokasi didekat KL Railway Station, yang kemudian dialihkan ke Jalan Tun HS Lee, yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan Chinatown. Itu terjadi pada tahun 1885. Struktur kuilnya menyerupai bentuk manusia yang berbaring dengan posisi kepalanya berada di Barat dan kakinya di Timur. Tak lupa pula ada menara yang berbentuk Piramida (ghophuram) yang dihiasi dengan patung dewa dan dewi diukir oleh pengukir dari India bagian Selatan. Bangsa Tamil memandang bahwa Sri Mahamariamman sebagai wakil dari Parvati atau Dewi Ibu.

Saat kami berkunjung ke sini tentunya banyak pemeluk agama hindu yang kebanyakan adalah orang India sedang beribadah. Kami menyempatkan masuk untuk melihat-lihat areal dalam kuil, diharuskan membuka alas kaki saat memasuki area kuil, di dalamnya terdapat beberapa altar pemujaan dengan banyak relief dan patung dari dewa-dewa hindu. Di sekitar lokasi Sri Mahamariamman banyak terdapat penjual karangan bunga khas india seperti yang banyak dipakai oleh orang india saat beribadah.

Kuil Hindu Sri Mahamariamman berlokasi di Jalan Tun HS Lee (Jalan Bandar), 50050, Kuala Lumpur, Malaysia

Penjual bunga untuk ibadah di sekitar kuil
Penjual bunga untuk ibadah di sekitar kuil

Across the street, meet the beautiful Kuala Lumpur Old Railway Station and KTM Building

KL Old Railway Station
KL Old Railway Station

Mengikuti petunjuk arah yang menuju ke Mesjid Negara, melewati stasiun LRT Pasar Seni hingga menyebrang Jl. Sultan Shahalludin, sampailah kita ke Kuala Lumpur Old Railway Station, suatu bangunan kuno cantik yang berasitektur campuran antara barat dan timur, bangunan ini selesai dibangun pada tahun 1910 dan memegang peran besar dalam perkereta apian di Kuala Lumpur sebelum difungsikannya KL Sentral pada 2001. Bedakan ya antara Kuala Lumpur Old Railway Station dengan KL Sentral, sementara Kuala Lumpur Old Railway Station bangunannya kuno banget (pas masuk aja saya merasa seperti peronnya Harry Potter untuk ke Hogwarts) dan sekarang hanya difungsikan untuk KTM Komuter, sementara KL Sentral adalah bangunan dengan desain modern dan sekarang merupakan pusat dari sistem Rapid KL. Jarak keduanya cukup berdekatan (cuma beda 1 stasiun).

Inside the Station
Inside the Station

Di seberang Old Railway Station berdirilah gedung yang kontras warnanya dengan Old Railway Station (Old railway berwarna putih), tapi sama kuno dan cantiknya, yaitu KTM Headquarter Building. Untuk menuju ke KTM Building, kita harus melalui terowongan bawah tanah yang letaknya menyebrang jalan di antara kedua bangunan tersebut.

KTM headquarter
KTM headquarter
Kiri Old Railway Station, kanan KTM Headquarter
Kiri Old Railway Station, kanan KTM Headquarter

Here we are at Taman Tasik Perdana Area

Menyebrangi jalan perdana yang ada di depan KTM Headquarter, sampailah kita di area taman tasik perdana.

Taman Tasik Perdana yang lebih dikenal sebagai ‘Lake Gardens’ merupakan taman yang tertua dan paling populer di Kuala Lumpur. Terletak di pinggir jalan raya Kuala Lumpur dan merupakan tempat di mana warga Inggris dahulu mendirikan rumah-rumah kediaman mereka. Landskap awalnya adalah berupa tanah yang berbukit dan lintasan pejalan kaki yang cantik yang menyediakan sarana berjalan-jalan yang bagus untuk warga kota. Daya tarik utama taman ini ialah danaunya yang dikelilingi pohon-pohon segar menghijau, membentuk kawasan taman seluas 92 hektar (227 ekar) yang mempunyai suasana nyaman. Taman ini terletak berdekatan dengan Taman Burung ,Taman Rama-Rama ,Taman Rusa dan Taman Orchild. Dari taman-taman ini, kita juga bisa mengunjungi lokasi dengan daya tarik yang berdekatan seperti Tugu Negara, Planetarium dan Museum Kesenian Islam Antar Bangsa.

Plang Taman Tasik Perdana
Plang Taman Tasik Perdana
Taman Tasik Perdana Map
Taman Tasik Perdana Map

Nah dengan luas taman yang segitu besar, gila kan entah apa yang ada dalam pikiran saya saat itu, kok ya bisa kuat-kuatnya jalan mengarungi taman yang segitu luas di tengah hari bolong, dengan rute memutar, dimulai dari masjid negara hingga sampai di national museum of malaysia. Terbukti cewek lebih kuat betisnya dari cowok, suami saya aja mukanya kuyu banget campuran antara capek dan frustasi akibat jalan mulu, sementara saya happy-happy, hahaha.

Destinasi 2 : Masjid Negara, disangka non muslim di masjid

Masjid Negara Malaysia adalah masjid kenegaraan Malaysia yang terletak di Kuala Lumpur. Dibangun pada kurun 1963 dan 27 Agustus 1965, Masjid Negara merupakan lambang keagungan Islam sebagai agama resmi di Malaysia. Masjid ini dapat menampung sebanyak 15.000 orang jemaah. Merupakan salah satu mesjid terbesar di Asia. Arsitekturnya yang unik dan modern mencerminkan unsur kesenian, khas dan hiasan Islam tradisional di dalam gaya yang kontemporer. Kubah utama Masjid Negara dirancang dengan bentuk bintang bersudut 18 yang melambangkan 13 negeri di dalam Negara Malaysia dan 5 rukun Islam, malah kelihatan seakan-akan sebuah payung yang sedang dibuka yang membawa gambaran aspirasi negara yang merdeka.

Masjid Negara Malaysia
Masjid Negara Malaysia

Untuk memasuki mesjid pengunjung diharuskan berpakaian sopan, dan apabila tidak memakai jilbab dan baju muslim, maka di pintu masuk kita akan dipinjamkan baju tersebut oleh para pengurus masjid. Sebelum memasuki mesjid, kita diharuskan mengisi buku tamu terlebih dahulu. Untuk wisatawan muslim jam kunjungan tidak dibatasi, sementara untuk non muslim ada batasan jam berkunjung yaitu menjelang waktu-waktu sholat.

Ini jubah dan jilbab yang harus dipakai setiap wisatawan
Ini jubah dan jilbab yang harus dipakai setiap wisatawan

Karena saya datang bukan pada jam sholat, maka suasana masjid masih sepi. Di dalam masjid sangat sejuk dan tenang, sangat nyaman untuk melepaskan lelah sehabis berjalan dari petalling street tadi paginya. Terdapat sebuah kolam besar dengan air mancur di bagian tengah masjid, sementara di belakang mesjid terdapat makam dari para tokoh dan pahlawan Malaysia.

Kolam di tengah masjid
Kolam di tengah masjid
Makam Tokoh dan pahlawan Malaysia
Makam Tokoh dan pahlawan Malaysia

Saya dan suami bergegas untuk menuju ruangan shalat, ruangnya ditata sangat indah dengan karpet dan chandelier dan sangat terjaga kebersihannya, hanya wisatawan muslim yang diizinkan masuk ke mimbar. Saat akan masuk sang petugas mencegah saya, karena katanya “kamu non muslim, jadi tidak boleh masuk” lha saya langsung menjelaskan bahwa saya adalah muslim, sang petugas tercengang karena ternyata seragam yang dipinjamkan ke saya itu salah, yang saya pakai itu untuk non muslim(jubahnya ungu muda dengan kerudung hijau), sementara untuk yang muslim seharusnya jubahnya berwarna ungu tua dengan kerudung biru/ungu. Untungnya saya diizinkan masuk, petugas yang ada fasih berbahasa selain malaysia, selain inggris, juga bisa chinese, jepang dll, jadi kagum saya dengan masjid di malaysia ini. Untuk yang muslim janga lupa mengisi kotak amal (kotak amalnya bagus lho) yang ada di masjid.

Ruangan Shalat
Ruangan Shalat
Kotak amalnya bagus banget
Kotak amalnya bagus banget

Selesai mengunjungi masjid dan saat mengembalikan jubah ke petugas di pintu masuk, saya katakan bahwa sang petugas keliru memberikan jubah, dia menjawab “lho habisnya kamu tak pakai hijab”, haiyahhh jederr kena banget deh.

Walking-walking di siang hari bolong itu sesuatu banget

Melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya, keluar dari masjid negara kita sempat berhenti dulu untuk membuka peta di depan depan bangunan kantor TV Al Hijrah. TV Al Hijrah merupakan saluran televisi Islam pertama negara Malaysia. Yang menarik adalah bangunannya yang bergaya seperti timur tengah dengan cat jingga mencolok.

Di depan Stasiun TV Al Hijrah
Di depan Stasiun TV Al Hijrah

Menyusuri jalan di area Taman Tasik Perdana sebenarnya kalau menurut saya sih tidak terlalu melelahkan karena di sepanjang jalan dinanungi dengan pohon rindang, selain itu tidak banyak kendaraan yang melintas (paling sesekali hanya ada taxi atau mobil pribadi), menjadikan udaranya sejuk segar dan bebas polusi.

Rindangnya jalan di Taman Tasik Perdana
Rindangnya jalan di Taman Tasik Perdana

Destinasi 3 : Islamic Art Museum/Museum Kesenian Islam Malaysia

Tidak jauh dari Masjid Negara Malaysia, sampailah kita di Islamic Art Museum. Museum Seni Islami ini dibangun tahun 1998 dan hingga saat ini museum tersebut merupakan museum seni islami terbesar di Asia Tenggara. Bangunan museum berlantai empat ini berdiri di atas lahan seluas 3 hektar. Bangunan museum didesain dengan ornamen dan hiasan yang mencerminkan kemegahan seni islami yang berkembang sejak abad ke-7 Masehi.

dsc_0158

Museum Seni Islami memiliki 12 jenis galeri dengan lebih dari 7.000 artefak dan aneka koleksi bernuansa islami dari seluruh penjuru dunia. Galeri-galeri ini terletak di dua lantai utama yang tidak tersekat dinding ataupun pemisah sehingga kita dengan mudah dapat berpindah dari satu galeri ke galeri lainnya. Galeri-galeri yang secara permanen memamerkan koleksi-koleksinya adalah galeri arsitektur Islam, galeri Qur’an dan manuskrip, galeri India, serta galeri China dan galeri Melayu, yang semuanya terletak di lantai tiga. Sementara di lantai empat terdapat galeri kerajinan gelas dan keramik, galeri aneka bahan metal, karya ukir dan seni kayu, galeri aneka senjata, serta galeri perhiasan dan kriya tekstil.

1510318620X310Galeri arsitektur menampilkan miniatur dan maket bangunan-bangunan Islam yang bersejarah, terutama masjid-masjid yang terkenal di seluruh dunia, seperti Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah, Kubah Batu di Jerussalem, Istana Taj Mahal di India, Masjid Agung Umayyah di Suriah, dan masih banyak lagi. Koleksi  Al Quran tertua yang dimiliki museum ini adalah buatan tulisan tangan pada abad ke-8 yang disimpan di tempat khusus. Koleksi-koleksi Al Quran yang dipamerkan di museum ini berasal dari beberapa negara, seperti Iran, Turki, Suriah, dan Malaysia.Di Museum ini juga ditampilkan aneka senjata yang digunakan pada masa kerajaan-kerajaan Islam zaman dulu, mulai dari abad pertengahan hingga zaman modern, termasuk juga terdapat aneka senjata dari Nusantara, seperti keris, badik, dan panah.

Quran at the Islamic Arts Museum Kuala Lumpur

Selain menampilkan berbagai aneka koleksi islami, museum ini juga dilengkapi dengan perpustakaan anak-anak, auditorium, air mancur, dan teras pemandangan. Museum Seni Islami Kuala Lumpur dibuka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 10.00 hingga pukul 18.00. Setiap hari Senin museum tersebur tutup. Biaya masuk museum RM 12 untuk dewasa dan RM 6 untuk anak-anak antara 6 dan 12 tahun.

For more info klik http://www.iamm.org.my

Destinasi 4 : (Hanya Melewati) Butterfly Park/Taman Raman-rama dan (Singgah di Depan) Galeria Sri Perdana

Lurus terus hingga ke ujung jalan lembah dan mengikuti penunjuk arah, sampailah kita di depan Butterfly Park dan Galeria Sri Perdana. Karena sudah cukup capek sehabis mengunjungi Museum Kesenian Islam, maka kita memutuskan untuk tidak berkunjung ke kedua tempat tersebut, toh di Indonesia juga butterfly park ada, sambil beristirahat (dan cukup haus tentunya) kita duduk-duduk di warung makan yang banyak berada di depan Galeria Sri Perdana.

Njajan, di mana-mana minumnya tetep es teh
Njajan, di mana-mana minumnya tetep es teh
Butterfly Park/Taman Rama-Rama
Butterfly Park/Taman Rama-Rama

Butterfly park adalah sebuah taman dimana kita bisa melihat dan belajar tentang kupu-kupu secara lebih dekat. Taman ini mirip seperti bird park dimana kita akan masuk ke sebuah sangkar besar sehingga kupu-kupu nya tidak bisa terbang kemana-mana, hanya taman ini jauh lebih kecil saja. Di sini ada sekitar 6000 kupu-kupu dari sekitar 120 spesies dan 15000 jenis tanaman sebagai tempat hidupnya kupu-kupu. Selain itu juga ada museum kupu-kupu dimana kita bisa melihat berbagai macam insek seperti tarantula dll. Taman ini buka setiap hari dari jam 9 pagi s/d 18.00.

 

Galeria Sri Perdana
Galeria Sri Perdana

Galeria Sri Perdana awalnya merupakan kediaman dari Perdana Menteri Malaysia ke-4 yaitu Tun Dr. Mahathir Muhammad, sejak tahun 1983 hingga beliau pindah ke Putra Jaya pada tahun 1999. Galeria ini dibangun untuk memperingati dan mengenang jasa Tun Dr. Mahathir Muhammad sebagai “Bapak Permodernan” dan juga Perdana Menteri yang telah berjasa selama 22 tahun. pengunjung yang datang ke sini dapat melihat sendiri bagaimana kediaman resmi seorang pemimpin negara.

Destinasi 5 : Asean Sculpture Garden & National Monument/Tugu Negara

Mengikuti petunjuk arah hingga menyebrangi jalan parlemen, sampailah kita ke National Monument/Tugu Negara. Tugu negara ini konturnya agak berbukit dengan taman-taman di bagian bawahnya dan tugu negara di puncak bukitnya.

Di bagian bawah terdapat asean sculpture garden yang berisi karya seni modern dari tiap negara yang ada di Asia Tenggara. Area tamannya sendiri cukup sejuk dengan sebuah danau dan juga disediakan bangku-bangku taman, lumayan untuk beristirahat.

Asean Sculpture Garden
Asean Sculpture Garden
Baca peta di taman
Baca peta di taman
Tugu Negara
Tugu Negara

Tugu Peringatan Negara, atau juga dikenal sebagai Tugu Negara Malaysia adalah skulptur yang didirikan untuk menghormati lebih dari 11 ribu prajurit yang gugur pada masa Perang Dunia I (1914-1918), Perang Dunia II (1935-1942), dan Kedaruratan Tanah Melayu (1948-1960). Tugu ini terletak di Kuala Lumpur, dekat dengan bangunan Parlemen. Tugu Negara menggambarkan sekelompok tentara mengibarkan bendera negara, Jalur Gemilang. Tugu tersebut melambangkan kepemimpinan, penderitaan, persatuan, kesiagaan, kekuatan, keberanian, dan pengorbanan. Dibangun pada tahun 1966, tugu tersebut berdiri setinggi 15 meter, terbuat dari perunggu dan dirancang oleh pemahat  Austria, Felix De Weldon.

 

 

Okay, I give up

Sumpah mendaki bukit di tugu negara benar-benar menguras tenaga, apalagi matahari sudah mulai terik, capek dan lapar pun mulai menguasai (mana pas di sini dikit-dikit hop on hop off lewat mulu lagi). Akhirnya saya give up, tapi karena letak tugu negara ada di ujung (lihat peta) sehingga mau nggak mau kita tetap harus melewati jalan yang sama jauhnya dengan saat kita berangkat tadi dari Masjid negara, mengambil rute yang berbeda (karena tujuan akhirnya adalah Museum Nasional, kita melewati Jalan Tembusu dan melewati Taman Tasik Perdana – nya sendiri, Deer Park, Orchid and Hibiscus Park, Tun Abdul Razak Memorial Park dan Planetarium Negara. Okaylah kalau untuk kebun bunga dan binatang, saya gak terlalu minat karena toh di Indonesia juga ada, tapi sebagai penyuka sejarah sebenarnya saya pingin banget berkunjung ke Tun Abdul Razak Memorial Park, tapi karena kaki sudah capek dan perjalanan juga masih panjang, akhirnya saya memuaskan diri dengan cukup berfoto-foto di plang depannya saja, hahaha.

Memorial Tun Abdul Razak
Memorial Tun Abdul Razak

Pergi Damansara

Begitu sampai di dekat planetarium negara, kita kebingungan kok jalannya kayak buntu, haduh langsung lemes, masa iya kalau beneran buntu kita harus balik ke rute awal lagi, oh noooo. Tapi untungnya suami berinisiatif bertanya sama petugas yang lagi lewat, ternyata ada jembatan penyebrangan yang letaknya tersembunyi, agak di pojok dan tertutup rerimbunan pohon. Jembatan penyebrangan itu ternyata melintasi jalan damansara (ingat lagu zee avi kantoi deh) dan langsung menembus National Museum, akhirnya.

National Museum of Malaysia

Bangunan museum bercirikan istana Melayu tradisional negara bagian Terengganu. Desain gedung dipilih sendiri oleh Tunku Abdul Rahman. Pada bagian depan museum dipasang dinding mosaik yang menceritakan kegiatan ekonomi, adat istiadat, dan budaya Malaysia. Museum menempati bangunan bertingkat tiga. Sebagian besar koleksi mengenai sejarah malaysia. Di dalamnya terdapat empat galeri utama yang memamerkan kebudayaan china, kebuyaan india, tembikar, flora dan fauna Malaysia, dan cara hidup orang malaysia, seperti bangsawan melayu. Sudah semangat-semangat mau masuk ke museum, suami saya yang sudah capek banget menolak untuk masuk, jadilah batal tujuan saya ke museum malaysia ini.

National Museum of Malaysia
National Museum of Malaysia

For more info klik websitenya http://www.muziumnegara.gov.my/

Walking (again) to KL Sentral

KL Sentral, finally
KL Sentral, finally

Kalau melihat peta sih memang semua dekat, karena tujuan selanjutnya adalah Petronas, jadi kita harus naik kereta dulu dari stasiun terdekat yaitu KL Sentral, untuk menuju KL Sentral tentulah kita berjalan kaki. Berjalan kaki menuju KL Sentral jauh lebih capek, bukan karena jauhnya, tapi karena jalan yang harus kita lalui adalah jalan biasa dengan banyak kendaraan melintas dan tentunya karena sudah jam 13.00 lewat dan masih panas. Akhirnya setelah 15 menit berjalan sampailah juga di KL Sentral.

 

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

3 thoughts on “Day 7 Kantoi Ch. 1 : Ngubek-ngubek Taman Tasik Perdana

  1. tapi destinasi di sini justru banyak yang cocok untuk anak-anak ya mbak, tapi ya iya kalo walking tour yang ada anak-anak malah rawel, lha wong suamiku yang udah gede gitu aja rewel, hahaha

  2. Hey there! This is kind of off topic but I need some advice from an established blog.
    Is it difficult to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure
    things out pretty quick. I’m thinking about making my own but I’m not sure where to start.
    Do you have any points or suggestions? Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s