Posted in Kuala Lumpur, Malaysia

Day 5 Assalammualaikum Malaysia

Penerbangan dari phuket ke kuala lumpur hanya membutuhkan waktu satu jam, namun karena malaysia waktunya lebih cepat sejam, kita menginjakkan kaki di kuala lumpur pukul 16.00 waktu malaysia. Untuk memasuki negara malaysia kita tidak perlu mengisi lembar custom declaration (biasanya dibagikan di pesawat dan diserahkan di imigrasi) seperti saat akan ke phuket atau singapore, padahal saya sudah tidak tidur di pesawat takut pramugarinya kelewatan, eh begitu saya tanya ke petugas imigrasi memang tidak pakai.Pesawat mendarat di apron dan gilanya harus jalan jauh menuju bandara, jalannya tuh muter-muter pula.

Karena LCCT ini memang diperuntukkan untuk low cost carrier, misalnya Air Asia, maka wajarlah kalau bandaranya biasa saja tanpa bentuk bangunan dan interior yang megah, tidak seperti KLIA yang memang peruntukkannya untuk pesawat yang tidak low budget, tapi di luar itu fasilitas nya cukup lengkap dan terawat, selain itu petugas informasinya juga profesional. Info lengkap mengenai lcct bisa diklik di sini. Setelah keluar dari bagian imigrasi dan bagasi, kita langsung mencari lunch karena sudah sangat telat tentunya, tadinya mau makan di food courtnya yang bernama medan selera, tapi saya berubah pikiran saat melewati marry brown karena resto ini sering disinggung dalam blog-blog yang pernah saya baca.

LCCT Airport
LCCT Airport

Marry Brown

Marrybrown Restaurant
Marrybrown Restaurant

Marry brown ini sebenarnya merupakan resto fast food tapi dengan cita rasa malaysia dan memang resto lokal di malaysia. Hidangan yang disajikan kurang lebih sama yaitu fried chicken seperti kfc/mcd, tapi yang membedakan adalah karena nasi yang digunakan adalah nasi lemak plus sambal terasi, kacang goreng dan teri kering, selain itu resto ini jga menyajikan kuliner khas malaysia lainnya seperti mie kuah kari. Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju ke kuala lumpur. For more info about marry brown klik here.

Menu Marrybrown

Menu Marrybrown

Star Shuttle Bus to Kuala Lumpur

Menuju Perkhidmatan Bas
Menuju Perkhidmatan Bas

Keluar dari entrance bandara, berjalanlah mengikuti petunjuk arah ke perkhidmatan bas (bus services) tempat bus-bus menuju kuala lumpur atau daerah lainnya berkumpul. Karena hotel yang kami booking berada di petalling street, maka kami menaiki bus “star shuttle” yang akan berhenti di pudu raya, sekitar 10 menit berjalan kaki dari petalling street, untuk info jelas mengenai star shuttle bisa diklik di sini.

Bus ini bertarif 9 RM, di bus saya ketemu dengan tiga orang cowok mahasiswa asal Indonesia yang juga habis backpacker dari Phuket, tapi karena mereka mau langsung menuju ke klcc/petronas maka mereka turun duluan.  Bandara LCCT berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Kuala Lumpur, sepanjang perjalanan kita melewati tol yang benar-benar bebas hambatan.

Hampir sejam kemudian akhirnya sampailah saya di pudu raya (kalau takut terlewat, mintalah pada supir bus untuk diberi tahu saat sampai di tempat yang dituju, kalau perlu duduk di belakang supir bus seperti saya, hahaha). Saya tidak menemukan kesulitan berarti saat menuju ke Petalling Street karena ada papan penunjuk jalan, jadi saya cukup mengikuti arah yang ditunjukkan saja.

Star Shuttle Bus
Star Shuttle Bus

Chinatown Inn Hotel at Petalling Street

Petalling Street
Petalling Street

Petalling Street ini adalah china town-nya Malaysia, saya akan bercerita mengenai petalling street di bagian lainnya. Saya memilih hotel ini dengan pertimbangan lokasi yang sangat strategis, terletak tepat di petalling street dan hanya 300 m dari Central Market dan juga LRT Central Market (memudahkan akses saya untuk mengeksplor area Kuala Lumpur) dan juga puduraya lrt (memudahkan saya saat akan ke singapore). Hotel ini juga direkomendasikan di trip advisor dan di pintu masuknya ada sticker trip advisornya.

Hotel ini agak sulit ditemukan karena papan reklame yang ada di petalling sangat banyak, jadi harus agak jeli melihatnya. Hotelnya sendiri ada di tingkat dua, cukup bersih dan nyaman untuk hotel kelas backpacker, kamar yang ada tanpa jendela tapi ac-nya dingin. Enaknya tersedia lift di dalam hotel, di resepsionis ada fasilitas internet yang bisa disewa dengan tarif 1 RM/jam dan juga disediakan galon air minum.

China Inn Hotel Room
China Inn Hotel Room

China Town Inn Hotel

52-54 Jalan Petaling, Pecinan, Kuala Lumpur, Malaysia 50000

http://www.chinatowninn.com/

Food Street at Tun Tan Cheng Lock Rd

Gini nih penampakan street foodnya
Gini nih penampakan street foodnya

Malam ini kita memang merencanakan untuk tidak kemana-mana, sekedar menyimpan energi untuk bermain di genting highlands esok harinya. Untuk dinner kita sengaja mencari yang dekat-dekat dari area hotel, sebenarnya di Petalling street banyak restoran china yang kayaknya enak, tapi agak meragukan kehalalannya, akhirnya kita keluar dari petalling street ke jalan tun tan cheng lock. Di jalan ini banyak terdapat food street, warung makan, resto franchise seperti mcd atau 711 dan lain-lain. Karena pingin nyoba yang baru, akhirnya kita memutuskan untuk makan di sebuah warung makan yang ramai banget pengunjungnya, warung makannya cukup sederhana, di mana kita makan ambil sendiri (nasi dan lauk dijejerkan dengan sistem prasmanan) bayarnya belakangan. Suami saya seneng banget karena bisa nemu jantung pisang di sini, hahahaha. Makannya murah banget, cuma habis sekitar 8 – 9 RM berdua. Pulang makan kita kembali ke hotel dan langsung tertidur lelap saking capeknya.

 

 

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s