Posted in Phuket, Thailand

Day 4 Patong Beach & Phang nga Tour

Yippie, hari ini saya terbangun dengan persaan yang sangat senang karena hari ini tanggal 27 februari 2012 saya berulang tahun yang ke-25. Karena jemputan minivan untuk phang nga tur baru akan datang pukul 10.00 siang nanti, pagi harinya akan saya isi dengan menyusuri area Patong Beach.

Patong Beach

Patong Beach
Patong Beach

Sebagai kota yang terkenal dengan kehidupan nightlife-nya, kehidupan di Patong ini baru berjalan mulai pukul 09.00 tiap harinya, jadi saat saya  keluar hotel pada pukul 07.00-an, suasana di sekitar masih sepi, toko-toko belum ada yang buka satupun.

Patong beach ini berbatasan langsung dengan Thaweewong road , sangat mengingatkan saya akan kuta-nya Bali, sama-sama dengan hamparan pasir putih,bukit-bukit karang, bangku dan payung pantai  serta bule di mana-mana. Saat pagi hari datang ke sini, pantai masih sepi, hanya ada beberapa turis asing yang sedang jogging atau jalan santai seperti saya. Sebagai tipikal turis Indonesia saya lebih bisa menikmati pantai pada pagi hari/sore hari saat matahari belum bersinar terik dan pantai belum ramai, seneng aja mendengar suara deburan ombak di kejauhan.

Puas menyusuri pantai saya kembali ke hotel untuk breakfast dan bersiap-siap untuk phang nga tour siangnya.

Phang Nga Tour

Phang Nga Location
Phang Nga Location

Pilihan transportasi dan aktivitas di phang nga ini sebenarnya banyak banget,  bisa dengan speed boat, cruise atau malah bisa ber sea-canoe. Berdasarkan rekomendasi dari pemilik tour, saya dianjurkan untuk naik long tail boat dan juga untuk mengikuti tur terbaru yaitu mengunjungi tum pung chang cave.

Provinsi Phang Nga ini terletak di daratan Thailand, sebelah utara Pulau Phuket, untuk menuju ke Phang nga kita akan melewati suatu jembatan panjang yang menyebrangi lautan.

The Bridge between phuket and phang nga
The Bridge between phuket and phang nga

Buddha Cave/Wat Tham Suwan Khuha & Monkey Temple

Perhentian pertama adalah sebuah kuil yang dinamakan monkey temple dan buddha cave. Di areal luar kuil memang banyak terdapat monyet yang bebas berkeliaran (bikin saya jiper tentunya), kita bisa memberi makan monyet-monyet ini dengan umpan yang bisa dibeli dari pedagang sekitar.

Feeding the monkey
Feeding the monkey
Pintu Masuk ke Monkey Temple/Buddha Cave
Pintu Masuk ke Monkey Temple/Buddha Cave

Kuilnya sendiri terletak di dalam sebuah gunung, di dalam kuil surprisenya terdapat sebuah patung reclining buddha yang cukup besar. Selain itu juga ada patung-patung buddha dengan berbagai pose, kalau kamu buddhist bisa berdoa di sini dan memberikan donasi seikhlasnya.

Masuk lebih dalam ke area kuil adalah buddha cave, merupakan gua dengan formasi stalagtit dan stalagmit, ada dua area yaitu light cave dan dark cave, untuk berjalan harus berhati-hati karena agak terjal dan penerangannya juga minim. Tapi selain itu, isi dari buddha cave ini cukup menarik dan bikin saya nyesel kenapa bawa camera digital. Beware ya, di area kuil dan gua juga monyet-monyetnya bebas berkeliaran.

Reclining Buddha @ Monkey Temple

Reclining Buddha @ Monkey Temple
Inside the Monkey Temple
Inside the Monkey Temple
Buddha cave Temple
Buddha cave Temple

Thai Food Lunch

Perjalanan dilanjutkan dengan lunch di sebuah restoran lokal, menu yang disajikan tentu saja masakan thailand yang sour and spicy. Tapi sayangnya porsinya sedikit banget, satu meja dijatah porsi yang pastinya tidak cukup untuk 10 orang, apalagi bule-bule itu makannya banyak, hiks.

The Lunch
The Lunch

Tum Pung Chang Cave

Lokasi selanjutnya adalah Tum Pung Chang Cave (Elephant’s Cave) yang merupakan lokasi wisata yang baru saja diresmikan di Thailand. Untuk menuju lokasi kita tidak diperkenankan membawa barang apapun karena dikhawatirkan akan rusak atau hilang (di sini kita main basah-basahan, jadi kalau kamu mau ngerekam pastikan untuk membawa kamera waterproof).

Gunung Pung Chang
Gunung Pung Chang

423012_2957780380345_1643052500_nSebelum masuk kita akan diberi peralatan berupa senter yang dikenakan di kepala dan life vest. Tum pung chang cave ini berada di dalam sebuah gunung yang kalau dari kejauhan bentuknya seperti gajah. Aktivitas pertama adalah kita akan menaiki perahu karet (saat naik perahu karet ini kita aka difoto sama petugas, fotonya bisa diambil di counter ticket) yang dipandu sama si bolang (kenapa bolang? Karena pemandunya ini semuanya adalah anak berusia belasan tahun, kelihatannya masih usia sma/smp, tapi hebatnya englishnya euii, fasih banget, padahal penampilannya bolang banget seperti anak-anak kampung), memasuki kegelapan gua, kita disuruh untuk menyalakan senter yang ada di jidat, di sini kita gak boleh bersuara keras, karena dikhawatirkan akan menganggu populasi kelelawar di langit-langit gua. Turun dari perahu karet, kita disuruh menaiki rakit, tentunya sambil mendayung. Gua ini tidak kering melainkan ada aliran sungai di dalamnya, di sekitarnya ada formasi stalagtit dan stalagmit alami.

Puncaknya dari perjalanan ini adalah kita harus berjalan kaki di dalam kegelapan gua dengan genangan air yang mencapai pinggang saya, kebayang kan capek dan sulitnya, apalagi air dalam gua itu cukup berarus dan mengandung lumpur, bodohnya lagi saya pake sendal jepit, sampai akhirnya kaki saya lecet-lecet semua. The power for the beautiful cave is imagine, kan katanya di dalam gua ini banyak stalagmit/stalagtit yang bentuknya seperti gajah ,makanya dinamakan pung chang cave. Sambil walking tour di dalam air, si bolang yang merangkap pemandu wisata menjelaskan tiap formasi stalagtit/stalagmit dengan kata – kata “imagine, imagine. This rock is like an elephant, isn’t it?, can you see?”, menurut saya emang sih kalo dimirip-miripin ya mirip, tapi gak eksplisit ah bentuknya, makanya saya suka jail dan menjawab “ i see nothing, where’s the elephant” sampe si bolang merengut karena saya selalu jawab gitu, hahaha.

Inside Pung Chang Cave
Inside Pung Chang Cave

Klimaksnya adalah di suatu area kita semua disuruh mematikan senter di jidat, dan lima menit kemudian si bolang menyenter ke suatu arah di langit-langit “look over there, there’s an elephant, it’s the eye, it’s the wide ear, the body”, saya yang memang gak punya daya imajinasi cuma melongo aja, terus ngoceh-ngoceh dalam bahasa indonesia mana gajahnya, haha.

Anyway, saya sebagai orang Indonesia jadi menyesalkan kenapa pemerintah kita gak bisa mengelola potensi pariwisata dengan baik ya, padahal gua kayak gini di Indonesia sih banyak banget, kalau cuma mengandalkan “imagine” sih banyak yang lebih bagus.

James Bond Island

Merupakan highlight dari pariwisata phuket dan tujuan utama dari rangkaian tour kali ini. Sebenarnya james bond island ini bernama asli khao ping khan denagan formasi batuan yang bernama koh tapu dan termasuk dalam ao phang nga national park, pulau ini dinamakan james bond island dan menjadi terkenal banget sejak dijadikan lokasi syuting James Bond – The Man with the Golden Gun (1974).

Saya menggunakan long tail boat untuk menuju ke james bond island, memang menggunakan long tail boat ini paling enak, cukup sejuk karena ada atapnya dan dekat ke air laut, hahaha. Kita diberikan waktu bebas selama sejam untuk mengeksplor pulau ini.

Long tailed boat
Long tailed boat
James Bond Island
James Bond Island

James Bond Island ini merupakan pulau kecil dengan formasi batuan raksasa alami, ada sebuah tembok miring yang terbentuk secara alami dan cukup populer untuk menjadi spot photo. By the way, di sini saya ketemu segerombolan ababil korea dan sejak saat itu menganggap orang korea gak cool lagi, sumpah pada norak dan annoying banget.

James Bond Island ini juga terkenal sebagai daerah muslim thailand, jadi di sini kita banyak menemukan penjual souvenir dan makanan yang muslim dan berjilbab (serasa di negara sendiri). Untuk mendapatkan view yang indah, kita bisa mendaki bukit untuk melihat james bond island dari ketinggian, dan jangan lupa pula untuk berfoto-foto dengan spot paling populer dari james bond island ini yaitu koh tapu.

 

Dinding miring alami yang jadi spot photo
Dinding miring alami yang jadi spot photo
Koh Tapu
Koh Tapu

Muslim Fishing Village at Phanyee Island

Selepas mengunjungi james bond island, dalam perjalanan pulang kita mengunjungi phanyee island yang merupakan komunitas terapung di mana penduduknya adalah muslim thailand. Sebenarnya ini bukan pulau, melainkan gabungan dari perahu-perahu yang saling dikaitkan satu sama lain sehingga membentuk pulau terapung. Di dalam phanyee island ini banyak terdapat toko souvenir dan restoran, cuma sayangnya penjualnya tidak begitu pandai berbahasa inggris, jadi untuk transaksi kita menggunakan kalkulator. Di Koh Phanyee ini ada sebuah masjid yang cukup besar, dan saat saya ke sana adalah waktu maghrib, rasanya damai banget mendengar adzan setelah beberapa hari gak denger. Sehabis dari Koh Phanyee selesailah rangkaian tour di Phang Nga ini dan kita diantar kembali ke hotel oleh minivan.

Koh Phanyee
Koh Phanyee

Intermezzo : A little bout thailand muslim in Phuket

Penjual Souvenir di James Bond Island
Penjual Souvenir di James Bond Island

Dari pengamatan saya, mungkin karena phuket ini letaknya di selatan dan cukup dekat dengan malaysia, banyak komunitas muslim thailand dan juga masjid. Di Phuket sendiri, dalam perjalanan dari bandara ke old phuket town, saya melewati sebuah islamic center yang besar dan sedang ada kegiatan keagamaan seperti tabligh akbar, ramai banget seperti di negara kita. Di kawasan patong sendiri di Rat U Thit Rd ada sebuah masjid (kebayang kan, letaknya di depan pusat maksiat bangla road, jadi kontradiksi banget, hahaha), walau saya gak semept mengunjungi  masjid itu selama di sana.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

One thought on “Day 4 Patong Beach & Phang nga Tour

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s