Posted in Phuket, Thailand

Day 3 Phi Phi Island

Keesokan harinya kami dijemput tepat pukul 07.00 di lobby hotel, anyway kalau kamu ikutan tour selalu siaplah di lobby paling nggak 5 menit sebelum waktu penjemputan, karena travel agent selalu tepat waktu dan tidak mau bertoleransi, kalau telat kita bakalan ditinggal. Phi-phi Island ini merupakan super starnya Phuket dan juga icon pariwisata di sini, dan tentunya tempang syuting aktor favorit saya Leonardo Di Caprio untuk film the beach.

phuket_map

To Rassada Pier

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 90 menit menuju ke Rasada Pier, dari Rasada Pier ini barulah kita akan menggunakan big cruise menuju Phi Phi Island. Sebenarnya untuk menuju ke Phi phi Island ini ada dua jenis kapal yang bisa kita gunakan, yang pertama big cruise seperti saya dan yang kedua adalah speed boat. Kalau kamu suka banget aktivitas snorkeling better menggunakan speed boat karena speed boat ini hanya berisi beberapa orang, jadi aktivitas snorkelingnya bisa lebih lama dan juga karena speed boat ukurannya kecil, kita bisa merapat ke pulau-pulau yang akan dilewati. Sementara kalau menggunakan big cruise, penumpangnya banyak (bisa ratusan) jadi aktivitas snorkelingnya sebentar dan kita cuma bisa sightseeing pulau-pulau saja. Untuk harga tentunya menggunakan speed boat lebih mahal. Karena saya tidak begitu suka snorkeling makanya saya memilih naik big cruise.

Kantor Penukaran Tiket
Kantor Penukaran Tiket

Di minivan saya berkenalan dengan gadis manis berjilbab asal malaysia yang juga sedang honeymoon, namanya Azura, seneng deh ada temen ngobrol sepanjang perjalanan. Begitu sampai di Rasada Pier, kita akan dibimbing sama supir van yang merangkap guide ke antrian yang sesuai dengan paket tour kita untuk mendapatkan tiket.

Untuk memudahkan perbedaan antara paket tour , tiket yang diberikan kepada kita bentuknya sticker yang harus ditempelkan di dada. Setelah mendapatkan sticker, kita menuju ke bagian belakang bangunan rasada pier untuk langsung masuk ke big cruise. Big cruise nya sendiri memang besar, terdiri atas 3 tingkat, tingkat pertama merupakan area ber-AC, tingkat kedua non AC dan tingkat teratas adalah dek kapal beratapkan langit. Karena kalau di dalam kapal saya suka mabok dan juga ingin lebih menikmati pemandangan (kalau dari dek pemandangannya tentu lebih jelas), saya memilih tempat di dek kapal. Oh ya, jangan lupa nama kapal masing-masing ya, karena kapal yang berlabuh banyak banget, nanti bisa keliru naik kapal kan berabe. Rasada Pier sendiri gak terlalu menarik, karena seperti pelabuhan lainnya, kawasannya cenderung jorok dengan air laut yang sudah kehitaman serta galangan kapal ikan dan perahu nelayan yang bikin bau khas ikan yang amis menyeruak ke mana-mana, tapi jangan khawatir sekitar 5 menit meninggalkan pelabuhan, air lautnya sudah mulai jernih dengan pemandangan yang indah.

Rassada Pier
Rassada Pier
The Cruise
The Cruise

Perjalanan menuju phi phi island menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. Karena masih pagi dan saya masih terlalu excited, jadi pas berangkat gini sinar matahari masih enak-enak aja di kulit, apalagi saya gak bisa berhenti take pic sana sini (secara kan banci kamera ya, hehehe).  Phi phi island merupakan gugusan kepulauan dari koral yang sangat eksotik, berhubung menaiki big cruise kita hanya bisa sightseeing di Maya Bay dimana Film Hollywood “The Beach” di filmkan dengan keindahan yang mempesona dari tanaman kelapa sawit dan kejernihan air lautnya. Kemudian melihat keindahan dari Bida Island,Loh Samah BayPileh Bay dan Viking Cave dengan air yang jernih sejernih kristal. Penjelasan mengenai pulau-pulau disiarkan lewat speaker kapal dengan english yang quite fluent.

(1) Monkey Beach (2) Viking Cave (3) Phi Leh Bay (4) Loh Saman Bay (5) Maya Bay
(1) Monkey Beach (2) Viking Cave (3) Phi Leh Bay (4) Loh Saman Bay (5) Maya Bay
Viking Cave
Viking Cave
Maya Bay
Maya Bay

Mendekati monkey beach dan coral beach, kita diberikan waktu untuk melakukan aktivitas snorkeling. Peralatan snorkeling sudah disediakan di kapal, tapi karena orangnya banyak tetep harus antri dulu. Sambil melakukan aktivitas snorkeling kita juga bisa memberi makan ikan-ikan dengan roti. Sayangnya waktu snorkeling yang diberikan hanya sebentar, kurang lebih cuma sejam-an lah.

Snorkeling @ Monkey Beach
Snorkeling @ Monkey Beach
Tonsai Pier
Tonsai Pier

Kapal berlanjut untuk berlayar ke Ko Phi Phi Don yang merupakan pulau terbesar dari gugusan kepulauan di Phi-phi Island. Oh ya, jangan lupa pasang telinga loh ya, karena pengumuman disuarakan lewat speaker, pengumumannya isinya tentang jam berapa kapal akan berlayar kembali dan detail-detail lainnya (karena tour di sini beraneka ragam, ada yang cuma ikut berlayar dan nantinya menginap di sini , ada juga yang pulang seperti saya, ditentukan oleh jenis stikernya), terkadang ada juga petugas yang berkeliling untuk memberikan pengarahan dalam english tentunya, lucunya entah mengapa sejak menginjakkan kaki di phuket, selalu diajak ngomong dalam bahasa thai, setelah memberi penjelasan sama bule-bule di samping saya, si bapak pemandu ngomong dalam bahasa thai ke saya, selalu disangka penduduk thailand.

 

Koh Phi Phi Don
Koh Phi Phi Don

Pelabuhan yang ada di Phi-phi Don ini bernama Ton Say Pier, untuk masuk ke kawasan Phi phi tidak dipungut biaya lagi, namun tetap ada kotak donasi yang diisi seikhlasnya. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.30, sudah waktunya untuk lunch di restoran yang sudah termasuk dalam paket tour. Untuk menuju restoran, kita harus melewati pasar tradisional (seperti kebanyakan pasar senggol yang ada di obyek wisata kita, misalnya borobudur atau prambanan) yang menjual cendera mata, makanan dan lain-lain.

Phi Phi Island
Phi Phi Island

Restorannya sendiri cukup bagus dan luas dan terletak di pinggir pantai, menu makanan cukup bervariasi tentunya dengan cita rasa thailand (sumpah semua makanan rasanya asem dan pake nanas melulu) dan disajikan secara buffet. Setelah makan kita diberikan waktu bebas sekitar 2 jam untuk mengeksplor phi-phi island. Saya hanya menyusuri garis pantai sambil duduk-duduk di pinggir pantai, pantainya cukup sejuk dan bikin ngantuk. Kamu juga bisa melakukan aktivitas watersport di pantai ini, mulai dari berenang, snorkeling atau main perahu untuk sightseeing (lagi-lagi dibikin terkejut sama bapak-bapak tua dekil yang englishnya jago).

The Lunch
The Lunch

Mendekati waktu keberangkatan kapal, saya langsung menuju kembali ke dermaga, tapi mampir dulu di pasar tradisional untuk mencoba pancake ala thailand, dan mulai saat itu saya rasanya jatuh cinta sama pancake tersebut dan di patong selalu beli terus.

Kapal berlayar kembali ke Rasada Pier dengan waktu tempuh selama dua jam. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 dan matahari masih terik-teriknya dan sok taunya (dan sok bule) lagi saya tetap berkeras untuk duduk di dek walau ditutupi sama handuk. Sesampainya di rasada pier kita diantar oleh minivan masing-masing ke hotel (satu tips lagi jangan lupa wajah driver dan hapalkan nomor mobilnya, soalnya di rasada pier minivannya ada ratusan), oh ya di rasada pier ini juga dijual foto-foto kita yang diambil secara candid saat menaiki kapal di pagi harinya.

Akibat ke sok tauan saya, walhasil saat mandi malamnya kulit saya terasa perih dan memang sukses terbakar matahari sampe gosong dan malamnya saya melewatkan waktu dengan memasker wajah agar lebih dingin, dan sesampainya di Indonesia kulit badan masih belang-belang sampe sebulanan lebih, hiks.

 

 

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s