Posted in Phuket, Thailand

Day 2 Hunting Tour, Jungceylon & Phuket Phantasea

Begitu memasuki kembali kawasan Patong beach, Songthaew yang saya naiki akan melewati Rat-U-Thit 200 Pee Rd. Saya memutuskan untuk turun di sini sekalian mencari agen tour untuk perjalanan ke phi-phi island & phang nga.

South Tours at Rat-U-Thit 200 Pee Rd

South Tours
South Tours

Sebenarnya di kawasan patong beach ini banyak sekali agen-agen tour bertebaran, kalau kamu telaten dan pintar menawar pasti kamu bisa mendapatkan harga yang termurah. Tapi karena saya malas berkeliling akibat kecapekan (walking tour di old phuket town lumayan menguras tenaga), saya langsung menuju ke agen tour ini dengan pertimbangan setidaknya agen tour ini ada kantornya dan ada website jadi cukup reliable (kan saya takut juga kalau ternyata ketemu agen tour odong, takut kena tipu, namanya juga di negeri orang). Tips dari internet yang saya baca adalah tawarlah lebih murah dibanding harga yang tertera di brosur, lucunya begitu saya nanya paket tour, sang mbak-mbak petugasnya malah sudah langsung memberi diskon dari harga yang ada di brosur (tentunya juga lumayan lebih murah), jadinya saya yang emang juga gak punya bakat nawar langsung men-dealkan saja, hahahaha. Paket tour yang saya ambil berikut ini

  • Sabtu malam : Phuket Phantasea : show + buffet dinner + minibus transfer
  • Minggu pagi   : Phi-phi Island by big boat : Sightseeing, lunch + snorkeling land and boat transfer
  • Minggu malam : Simon Cabaret Show : Travestite cabaret show, minibus transfer
  • Senin pagi       : James Bond Island & Tum Pung Chang Cave : Sightseeing, lunch and boat transfer

 

South Tours Staff, yang ngelayanin saya mbak yang paling kiri
South Tours Staff, yang ngelayanin saya mbak yang paling kiri

Pemilik agen travel ini adalah bule berkebangsaan kanada yang sudah 10 tahunan tinggal di Phuket. Kebetulan waktu saya ke sana, sang mr sedang berada di kantornya, dia banyak menjelaskan tentang phuket ini ke saya termasuk menyarankan tour-tour yang akan diambil.

South Tours 

194 Rat-U-Thit 200 Pee Rd., Patong Beach, Phuket 83150

Tel: (66-76) 294127, 294129, Fax: (66-76) 341327

http://www.southtours.net

 

Lunch at Jungceylon

Jungceylon Mall
Jungceylon Mall

Sehabis hunting paket tour dan sudah sangat kelaparan, akhirnya kita jalan kaki menuju mall terdekat untuk luch yaitu Jungceylon. Jungceylon ini mall yang masih baru dan kayaknya memang satu-satunya mall yang berada di kawasan Patong.

Spot menarik di sini adalah area yang dinamakan the port yang terletak di main entrance, berupa kolam raksasa yang dilengkapi dengan chinese junk boat, di kolam ini ada pertunjukkan musical fountain yang dipadu dengan musik dan cahaya setiap harinya.

Jungceylon Map
Jungceylon Map

Kita langsung menuju ke food court yang terletak di basement, sistem food courtnya mirip dengan eat n’ eat, di mana kita membeli dan mengisi kartu dulu untuk pembayaran, kartunya berlaku selama sebulan, bisa di top up dan refundable. Food courtnya sendiri cukup luas dan bikin kita bingung memilih makanan karena meragukan kehalalannya, untungnya ada suatu counter yang menjual makanan halal, nama gerainya “Islamtai Bangja”.

Jungceylon Food Court
Jungceylon Food Court
Pemilik gerai "Islamtai Bangja" yang seorang thailand muslim
Pemilik gerai “Islamtai Bangja” yang seorang thailand muslim

Setelah makan kita sempet keliling untuk melihat-lihat mall, tapi kebanyakan juga outlet-outletnya sama dengan yang ada di Indonesia, jadi tidak menimbulkan minat untuk belanja, mending saya belanja di patong otop shopping paradise yang khusus menjual souvenir dengan harga miring, hahahaha. Setelah capek berkeliling, kita memutuskan untuk jalan kaki ke hotel untuk beristirahat, soalnya jam 17.00 akan dijemput dengan minivan untuk menonton Phuket Phantasea.

http://www.jungceylon.com

Phuket Phantasea at Kemala Beach

Jam 17.00 saya dan suami sudah bersiap di lobby hotel untuk menunggu jemputan minivan ke phuket phantasea, minivan phuket phantasea mudah dikenali karena ada logo-logo dan gambar phuket phantasea di body mobilnya.

Minivan ngejreng Phuket Phantasea
Minivan ngejreng Phuket Phantasea
Phuket Phantasea
Phuket Phantasea

Phuket Phantasea adalah show terbesar di Phuket yang sudah mendapatkan banyak penghargaan. Merupakan show yang memadukan antara drama, sirkus, pertunjukkan tari-tarian dan musical, pertunjukkan gajah dan juga binatang lainnya. Pertunjukkan nya sendiri adalah cerita kebudayaan thailand yang dikemas dengan tata panggung dan special effect yang indah.

Phuket phantasea terletak di kemala beach, sebelah utara dari Patong Beach. Pemandangan sepanjang patong beach ke kemala beach sangatlah indah, melewati jalan berbukit-bukit yang di sisinya adalah pantai dan lautan. Saya sevan dengan rombongan keluarga turis dari rusia dan australia,sekitar 45 menit sampailah di area Phuket Phantasea.

Saya langsung menuju loket untuk menukarkan voucher tiket yang sudah dibeli dari travel agent. Loketnya sendiri didesain sangat indah, sampai membuat saya menganga dan tentunya tidak melewatkan kesempatan berphoto- photo ria sembari menunggu antrian yang mengular. DI locket ticket kalau kamu muslim jangan lupa untuk mengatakan ke petugas bahwa buffet yang kamu minta yang halal, karena nati di restaurant akan dipisah buffetnya antara yang halal dan non halal. Selesai ke booth ticket dan sebelum masuk area pertunjukkan, jangan melewatkan kesempatan berphoto dengan beberapa staff yang berkostum tradisional thailand, , free alias gratis tanpa bayaran, tapi jangan lupa mengucapkan kapunka/thank you ya.

Staff berbaju tradisional thailand
Staff berbaju tradisional thailand

Sebelum memasuki gerbang pemeriksaan ticket, ada suatu spot yang sangat cantik berupa kolam yang didekorasi dengan patung tokoh-tokoh phuket phantasea dan juga special lighting yang sangat menunjang. Begitu melewati gerbang pemeriksaan ticket, kita akan melewati areal phuket phantasea park, ini merupakan area carnival, gift shop juga beberapa area permainan yang ditata dengan sangat indah, bikin saya gak berhenti untuk jeprat-jepret sana sini. Phuket Phantase Park ini ditata seperti sebuah theme park bertema tokoh-tokoh phuket phantasea.

The Beautiful Pond
The Beautiful Pond
Phantasea Park
Phantasea Park
The Park
The Park

 

Golden Kinnaree Restaurant
Golden Kinnaree Restaurant

Semakin membuat saya terkagum-kagum adalah restaurant tempat buffet dinner dilaksanakan, bangunannya dirancang khas thailand dengan kolam di sekelilingnya, begitu malam indah dan megah banget dipandang. Dan dekorasinya sendiri luar biasa awesome, sangat mewah dan kreatif. Resturantnya sendiri sebenarnya terdiri dari dua area yaitu Suriyamas Seafood & Buffet Restaurant dan Golden Kinnaree Buffet Restaurant, untuk harga suriyamas mematok harga yang lebih tinggi, jadi saya memilih yang di golden kinnaree. Tapi sajian buffet di golden kinnaree juga sangat memuaskan dan bervariasi dengan rasa yang sangat enak, dan senangnya lagi area halal pengunjungnya lebih sedikit, jadi saya bisa nyobain semua makananannya sampe kenyang, hahahaha.

 

Inside the Golden Kinnaree, awesome

Inside the Golden Kinnaree, awesome

Setelah perut kenyang, karena show di teater utama baru akan dilangsungkan pada pukul 20.30, kita masih memiliki waktu untuk meng-eksplor areal depan teater utama. Di depan areal utama kita bisa mengisi waktu dengan naik gajah atau memberi makan gajah dengan umpan pisang atau sayuran yang bisa dibeli di areal taman. Kalau saya sudah cukup puas dengan duduk – duduk dan berfoto-foto di depan areal teater utama. Teaternya diberi nama Palace of the Elephants Theater, bangunannya sangat megah dengan bentuk mirip seperti kuil-kuil di angkor wat dan juga relief dan patung gajah di sekelilingnya.

5477f506aacb0730b98767d465aae01f
Palace of Elephant Theater

Theater baru dibuka tepat menjelang pukul 20.30, saya dan suami bergegas ke antrian karena takut dapat tempat duduk di belakang (di sini tidak ada nomor bangkunya, siapa cepat dia dapat). Memasuki area teater kita diharuskan menitipkan segala barang bawaan kita tidak terkecuali handphone dan dompet (karena phuket phantasea ini dijaga agar tidak boleh direkam, makanya yang namanya camera,videocam dan hp is strictly prohibited), tapi jangan khawatir barang kita hilang, petugas di sana sangat profesional kok, barang-barang kita akan diletakkan di dalam loker dan kita diberi nomor lokernya, barang bawaan dapat diambil di pintu masuk teater.

Di antara loket penitipan dan teater terdapat sebuah lorong di mana kita bisa berphoto dengan sejumlah tokoh phuket phantasea atau dengan binatang-binatang pertunjukkan, tapi ongkos photonya menurut saya cukup mahal.

The Show
The Show

Lakon ceritanya sendiri mengisahkan tentang seorang putri yang sudah bertunangan dengan seorang pangeran, namun di tengah cerita sang putri diculik oleh sang musuh, dalam pertempuran tersebut sang pangeran kalah dan terluka parah, namun kemudian pangeran ditolong oleh gajah dan kemudian akhirnya pangeran berhasil merebut sang putri dan mengalahkan musuhnya berkat bantuan sang gajah (kenapa gajah? karena di thailand gajah kan binatang keramat dan suci). Pertunjukkan nya semi musikal dipadu dengan nyanyian dan tarian khas tradisional thailand, juga ada bintang-binatang ikut beraksi mulai dari yang besar seperti gajah sampai ayam juga ada tapi memakai bahasa thailand, untung ceritanya simple jadi saya cukup mengerti. Menurut saya inti pertunjukkannya sendiri gak terlalu istimewa, apalagi melihat tari-tarian daerah yang dipertunjukkan, sementara bule-bule pada berwah-wah, saya dan suami sibuk komentar itu mah di indonesia biasa banget kali, udah banyak, hahahaha, tapi yang hebat adalah pertunjukkan yang sederhana itu ditata dengan tata panggung dan special effect yang memukau. Yang menarik di sini adalah pertunjukkan sirkusnya, di mana para pemain sirkus mempertunjukkan akrobat di langit-langit gedung teater yang sangat tinggi, ceritanya sedang melakonkan bintang-bintang.

Saya jadi berandai-andai coba di Indonesia show-show tradisional dibuat seperti ini, ditata secara profesional dan artisitik, kebudayaan indonesia kan lebih variatif dan beragam dari di Thailand.

Seusai pertunjukkan minivan mengantar kita sampai ke hotel, selama perjalanan saya mengobrol dengan bapak bule dari keluarga australia yang ternyata aslinya dalah orang yunani. Begitu saya bilang saya dari indonesia, dia langsung bilang “ooh bali, i’ve been there for several times, so with jakarta, but jakarta is another big city, too much traffic”, hahahaha jadi malu saya. Akhir perjalanan, beliau memberikan saya kartu nama dan mengatakan kalau saya ke sidney untuk menghubungi dia, what a great man.

Phuket Phantasea

Kamala Beach

http://www.phuket-fantasea.com

 

Notes, Tips and Lesson Learnt

  • Di Phuket,datanglah ke travel agent dan tawarlah harga yang tertera di website dan brosur, jadi jangan pernah memesan lewat website karena pasti lebih mahal.
  • Jangan pula membeli tiket di counter show karena pasti lebih mahal, misalnya untuk Phuket Phantasea, jauh lebih murah jika beli di travel agent dibanding beli langsung di loket ticket.
  • Jangan lupa bawa kamera yang bagus, better bawa dslr kalau punya, soalnya kalau kamu cuma bawa kamera digital seperti saya bakalan bete karena banyak spot cantik yang susah di-capture kalau cuma pakai camera digital.

 

 

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s