Posted in Phuket, Thailand

Day 1 Sawadeeka Phuket

The Flight

Berbekal tiket promo yang sudah di-booking setahun sebelumnya, akhirnya pada Jumat tanggal 24 Februari 2012, tepat pukul 16.00 sesuai waktu yang dijadwalkan, pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta menuju Phuket. Penerbangan dijadwalkan selama 3 jam dan berhubung tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Phuket, pukul 19.00 kita mendarat dengan selamat di Phuket. Di pesawat kita sempet kenalan dengan seorang pengusaha asal India, saya lupa namanya, just call him Mr. Ajay. Mr. Ajay ini ternyata sering wara-wiri Jakarta – Phuket, beliau menyarankan agar saya naik airport bus saja untuk menuju Phuket Town dari Phuket Town baru sambung naik taksi ke Patong Beach, jauh lebih murah daripada rencana saya semula untuk naik taksi langsung sampai Patong beach (kenapa Patong beach? karena saya booking hotel di daerah sini, Patong Beach adalah pantai paling ramai dan terkenal di Phuket, statusnya seperti pantai kuta-nya Bali).

Phuket International Airport     

Peta Wisata Phuket
Peta Wisata Phuket

Bandara Internasional Phuket ini agak jauh dari bayangan saya semula, ternyata bandaranya kecil, paling-paling segede Bandara Solo atau Yogya, tapi cukup rapi, bersih dan teratur. Bandara ini letaknya ada di utara pulau phuket, kurang lebih sejauh 32 km dari phuket town.

Bandara ini terdiri atas dua lantai, di mana lantai satu adalah Arrival Hall dan lantai dua adalah Departure Hall. Saat mengantri imigrasi, kami berkenalan dengan seorang solo Backpacker yang kerja di kemang, namanya Dadan, dan karena ini juga pertama kalinya dia ke Phuket, kami sepakat untuk bareng sampai ke Patong. Setelah keluar dari area imigrasi, ada rak-rak berisi brosur dan peta wisata Phuket yang boleh diambil gratis, jangan lupa untuk diambil. Selain itu juga ada counter provider lokal Thailand, better untuk lebih hemat dalam berkomunikasi beli aja SIM Card lokal tersebut.

Phuket Airport Map
Phuket Airport Map

Begitu keluar dari area bagasi, wuuuh, suasananya 11-12 sama bandara Soetta, kita langsung diserbu sama rombongan calo-calo yang menawarkan paket wisata, taksi, minivan dll. Lucunya karena kita bareng Mr. Ajay dan ternyata Mr. Ajay ini wajahnya familier karena sering wara-wiri di sana, calo-calo ini serempak bilang “Aah… you again”, mereka langsung bubar dan gak menawarkan apa-apa, hihihi, thanks Mr. Ajay.

Keluar dari bandara ke arah kiri adalah pangkalan airport bus, bus ini berangkat tiap jam sekali dari Airport ke Phuket Town, cost-nya cuma around 70 Baht. Selain menggunakan bus, kamu juga bisa menggunakan moda transportasi lainnya, bisa diklik infonya di sini.

Phuket Airport
Phuket Airport
Airport Bus
Airport Bus

Perjalanan dari Airport ke Phuket memakan waktu sekitar 30 menit, dan jalanannya sepi banget, jangan bayangkan seperti keadaan di Bali, kalau kamu pernah ke Batam suasananya persis banget, dengan jalanan yang membelah bukit-bukit. Mendekati area Phuket town masih saja sepi, juga jangan dibayangkan seperti Bali, menurut saya malah agak mirip sama Bekasi pinggir, hahahahaha.

Phuket Bus Terminal & The Minivan
Phuket Bus Terminal & The Minivan

Tiba di terminal bus phuket dan lagi-lagi terminal bus nya bukan terminal bus bagus, melainkan seperti tipikal terminal bus di daerah-daerah Indonesia , malah saya berani bilang terminal kampung rambutan masih lebih bagus, sepi banget padahal baru jam 20.00.  Beruntung teman seperjalanan saya, si Dadan, orangnya supel, selama perjalanan di bus dia ngobrol dan kenalan sama penduduk lokal Phuket, dan ternyata si Mr. Phuket pun baik sekali, dia menelponkan temannya yang supir minivan dan kita dikasih harga miring untuk diantar sampai Patong, cuma sekitar 300 Baht. Setelah say good bye sama Mr. Phuket dan Mr. Ajay (Mr. Ajay mau langsung ke hat yai sama rekan bisnisnya) , dan gak lupa untuk narsis-narsis najis sejenak (biar ada kenangan pemandangan malam di Phuket Town), kita naik van menuju Patong Beach.

Old Phuket Town
Old Phuket Town

Oh ya, sebenarnya kalau mau lebih hemat lagi, untuk menuju ke Patong kita bisa menggunakan songthaew (truk yang dimodifikasi jadi angkutan, adanya cuma di Thailand) atau bus umum yang tarifnya cuma 20 Baht sekali jalan, sayangnya songthaew/bus ini cuma beroperasi sampai jam 5 sore. Songthaew/Bus ini biasanya mangkal di deket Suriyadate Fountain (pembahasan mengenai Old Phuket Town bisa diklik di sini).

Patong Beach

Patong Beach ini terletak sekitar 21 km dari Phuket Town, merupakan pantai paling rame dan paling terkenal di Phuket, pusat nightlife, mall-mall dan juga turis. Kalau mau lebih tenang suasananya kamu bisa milih nginap di Karon atau Kata yang tidak begitu jauh dari Patong.

Perjalanan dari Phuket Town ke Patong melewati areal perbukitan dengan kontur yang naik turun dan sekitar 20 menit kemudian akhirnya mulai deh keliatan kelap-kelipnya Patong, akhirnya setelah dari tadi sunyi sepi baru berasa lagi ada di tempat wisata yang penuh keramaian. Mendekati area Patong, jalanan mulai agak macet, dan kebanyakan jalan di sini dibuat satu arah. Patong ini remind me a lot to kuta and legian, di mana-mana ada bar-bar, penjual cinderamata dan nightlifenya. Pusat nightlife nya berada di bangla road untuk yang beraliran masih lurus, kalau yang beraliran agak bengkok, ada paradise complex yang isinya gay semua. Patong ini juga terkenal dengan simon cabaret yang menyajikan show ladyboy, btw, kalau kamu ke thailand jangan tertipu ya, karena di sini banyak cewek KW yang jauh lebih cantik daripada cewek asli, hehe. Hari pertama saya belum sempet meng-eksplor Patong, soalnya udah capek, jadi setelah turun dari van, saya langsung menuju hotel.

Patong Beach
Patong Beach

White Sand Resortel – Patong

White Sand Resortel Map
White Sand Resortel Map

Dari agoda.com kita sudah booking white sand resortel untuk type superior with breakfast. Kita pilih hotel ini karena letaknya strategis, di pinggir pantai patong dan hanya berjarak beberapa ratus meter dari bangla road dan jungceylon.

Senengnya lagi kita dapet kamar dengan pemandangan pantai. Kamarnya sendiri cukup luas dengan tempat tidur double, mini living room, tv kabel, mini bar dan juga dilengkapi compliment berupa teh/kopi/air mineral dan juga toiletteries. Cuma sayangnya gak ada lift, untung kamarnya cuma di lantai 2.

Setelah check in dan menaruh barang di kamar, saya dan suami mengantar dadan mencari penginapan karena dia belum booking hotel (hotel kita kebetulan penuh). Di sepanjang jalan pinggir pantai, antara toko-toko souvenir dan restoran ada beberapa hostel, dan berhubung dadan adalah seorang backpacker sejati, akhirnya dia memilih kamar dormitory seharga 350 Baht /malam.

 

The Room
The Room
The Lobby
The Lobby

White Sand Resortel

3/7 Sawatdirak Road, Patong, Phuket, Thailand

http://www.whitesandpatong.com/

The Thailand Mc Donald

Thailand Ronald
Thailand Ronald

Karena kelaparan tapi juga udah kecapekan, akhirnya kita bertiga memilih untuk nongkrong sambil isi perut di Mc D yang ada di pinggir pantai Patong. Yang lucu dari MC-D di sini adalah patung Ronald-nya berpose dengan menangkupkan kedua tangan seakan-akan mengucapkan “Sawadeeka”(coba kalau patung Ronald di Indonesia dibikin pake blangkon + batik ya), sempet ketemu dengan turis Indonesia yang berfoto-foto sama Ronald ini, hehehehe.

Menu MC-D sih sama aja di mana-mana, cuma sambel nya gak ada pedes-pedesnya sama sekali, sumpah gak enak banget, bikin kenikmatan makan burger berkurang setengahnya (okay ini mulai lebay), selain itu di Thailand ini gak ada menu nasi lho, jadi fried chickennya ya dimakan gitu aja tanpa paketan nasi.

Setelah kenyang, kita memutuskan untuk kembali ke hotel masing-masing dan janjian untuk ketemuan besok pagi di depan MC-D untuk jelajah Old Phuket Town

Notes, Tips and Lesson Learnt

  • Kalau kamu belum paham atau familiar dengan kondisi negara yang dituju, sebaiknya jangan pilih flight pada malam hari, in case rencana kamu meleset, kalau di siang hari situasi lebih kondusif dan juga aman.
  • Jangan malas bergaul dengan warga lokal atau kenalan dengan orang lain karena sering kali kita dapat info-info dan pertolongan yang berharga.
  • Jangan lewatkan brosur dan peta gratis wisata yang ada di Bandara.
  • Better, kita sudah booking hotel via web seperti agoda atau booking.com untuk menghindarkan kesulitan akibat go show.

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s