Posted in Phuket, Thailand

Backpacker’s Honeymoon : Curhatan Preparation & Hunting

Just a little bit story about our honeymoon one year ago (february 2012), jangan bayangkan honeymoon saya seperti honeymoon pada umumnya ( biasanya pasangan honeymoon ikutan tour, sewa hotel mewah, pokoknya romantic dan luxury) , saya tertantang untuk pergi ber-honeymoon ala backpacker, yang tentunya lebih banyak tantangan dan pastinya saving cost-nya jauh (dasar emang turis kere, hahahaha).

honeymoon

The Ticket, the Airlines and The Promo

Setelah melangsungkan engagement pada bulan juli setahun sebelumnya (2011), di tengah-tengah berbagai keriweuhan mempersiapkan wedding party (yang akan dilangsungkan 2012), saya dan sang fiancee mulai berdiskusi mengenai our honeymoon destination. Berhubung saat itu rute Air Asia jalur Osaka baru dibuka (jadinya banyak promo) ,saya tertarik pingin ke Jepang, apalagi saya adalah manga mania, sudah jadi impian dari kecil untuk bisa menginjakkan kaki di negeri sakura, sementara sang fiancee lebih tertarik ke China karena penasaran pingin liat the Great Wall (untuk ke Beijing bisa pakai rute KL-Hangzhou yang waktu itu juga masih murah). Mulai nih lirak-lirik beberapa paket honeymoon yang ditawarkan vendor-vendor yang biasanya buka stan saat pameran wedding (JWF/Jakarta Wedding Festival, Bidakara Wedding Expo), ada yang dari weddingku, yuk travel, avia travel, tapi…… kok berasa mahal banget ya (peringatan: mahal tidaknya relatif, ditentukan sama ketebelan kantong, berhubung kantong saya tipis, jadi bagi saya apapun jadi mahal, hehe).

Ginkakuji - Kyoto
Ginkakuji – Kyoto

bigstock-Cheap-Flights-Ahead-Road-Sign-20797673Sampai suatu ketika… kira-kira bulan september saya dapet email notifikasi dari Air Asia tentang adanya promo, langsung saya cek aja websitenya dan voila … ada beberapa destinasi luar negeri menarik yang lagi promo, di antaranya bangkok, phuket, kuala lumpur, singapore,china dan termasuk juga jalur osaka yang baru aja dibuka.

Langsung saya menelepon sang fiancee untuk darurat militer harus segera ke rumah saya, malamnya kita berdiskusi panjang lebar, termasuk akhirnya nelepon salah satu temen yang sudah expert soal jalan-jalan sendiri ke luar negeri. Temen saya menyarankan untuk ke area Asia Tenggara aja yang bebas visa, soalnya paspor fiancee saya masih putih bersih alias baru, bisa agak sulit saat pengurusan visa kalau track record (cap-cap imigrasi) belum ada, bisa-bisa malah ntar udah beli tiket tapi gagal dapet visa akhirnya gak bisa pergi juga.

toonvectors-36601-940Setelah dua hari dua malem ubek-ubekan internet, akhirnya saya memutuskan kenapa gak ke Phuket aja? toh Phuket yang disebut-sebut sebagai The Pearl of Andaman Sea direkomendasikan sebagai salah satu romantic destination untuk pasangan berhoney moon ria. Setelah berdiskusi lagi dengan sang fiancee, dia pun setuju dan karena saya orangnya impulsif banget saya langsung merasa tertantang untuk discover tiga negara sekaligus (mumpung tiket-tiket juga promo), akhirnya diputuskanlah itinerary honeymoon selama seminggu dengan destinasi phuket, kuala lumpur dan singapore, booking ticket … done.

The Itinerary

Berikut itinerary awal saya (hasil dari baca-baca segala macem buku travelling, buka-buka website dan blog travelling, tanya-tanya temen)

The Pearl of Andaman, Phuket, Thailand
The Pearl of Andaman, Phuket, Thailand

1st Session (Phuket, Thailand)

Day 1   : Flight to Phuket, Patong Beach

Day 2   : Old Phuket Town, Jungceylon, Phuket Phantasea

Day 3   : Phi-phi Island, Simon Cabaret Show

Day 4   : Phang – nga Bay, Bangla Road, Phuket’s Seafood

 

Kuala Lumpur - Malaysia
Kuala Lumpur – Malaysia

2nd Session (Kuala Lumpur, Malaysia)

Day 5   : Flight to Kuala Lumpur, Petalling Street, Central Market

Day 6   : Genting Highlands

Day 7   : Batu Caves, National Mosque of Malaysia, Taman Tasik Perdana, Suria KLCC (Petronas), Bukit Bintang

Singapore
Singapore

3rd Session (Singapore)

Day 8   : Bus to Singapore, Little India, Merlion Park, Singapore Flyer, Mustafa Center

Day 9   : Vivo City, Sentosa Island, Bugis, Kampong Glam Singapore, Chinatown, Flight back to Jakarta

Nah itu list itinerary yang saya buat, walau saat kita memutuskan bepergian ala backpacker tenyata banyak kejadian – kejadian tak terduga yang mana bisa membuat kamu out of the track dan harus membuat kita berstrategi dan selalu memutar otak biar liburan kita nggak gagal.

Menurut saya akhirnya semua itu adalah pilihan (berat bahasanya), saya sih nggak melarang kalau kamu pingin bepergian dengan tur, tapi tentunya risikonya adalah kamu harus merogoh kocek lebih dalam (cocok buat yang berkantong tebel), tapi pastinya segala liburan kamu dijamin, tinggal dateng dan semua sudah diatur sama biro tour-nya. Untuk urusan transportasi, akomodasi dan konsumsi pastinya nyaman, kalau kamu tertarik untuk ikutan tour bisa intip webnya avia tour atau yuk travel, atau dari situs weddingku di bagian honeymoon.

Tapi kalau kamu memilih pergi secara mandiri seperti saya, mau nggak mau kamu harus kreatif, mau repot meriset itinerary dan harus siap dengan keadaan dan kejadian yang unexpected, yang pasti nyali harus cukup gede, secara kita di negeri orang lho, yang penduduknya punya bahasa ibu berbeda, walaupun sudah ada english sebagai bahasa universal, tapi tau sendiri kan, pasti ada logatnya masing-masing, seperti saya yang selalu ber – ha?ha? saat harus berkomunikasi dengan singaporean yang ber- s-english ataupun bahasa inggris nya orang thailand yang rasanya kayak tom yum.  Anyway, bepergian ala backpacker menurut saya lebih memacu adrenaline dan yang terpenting kalau dari segi biaya jauhhhhhhh lebih murah (hasil itung-itungan biaya, perjalanan saya cost-nya bisa setengahnya dari yang ditawarkan oleh biro tour).

Tips, Notes and Lesson Learnt

  • images (2)Rajin-rajinlah mengecek website dari budget airlines seperti Air Asia, Tiger Airways, Cebu dll untuk melihat ada promo atau nggak, better kamu langganan newsletter via email, like fanpagenya di facebook, follow twitternya untuk mengetahui promo yang ada, karena biasanya saat promo diadakan orang-orang pada rebutan dan terlambat sedikit aja harga promo yang ditawarkan bisa ludes disambar orang.
  • Saat akan membeli tiket promo, janganlah impulsif dan terburu nafsu, umumnya tiket promo dijual mulai dari setahun menjelang keberangkatan, karena itu bikin perencanaan yang jelas, terutama kalau kamu pegawai kantoran seperti saya yang jadwal cutinya sangat amat terbatas, jangan sampai udah beli tiket, eh ternyata jadwal cuti gak dikabulin bos, bisa nangis bombay tuh.
  • Kalau memutuskan untuk pergi secara mandiri (nggak ikutan tour) bikinlah riset seteliti mungkin terutama untuk soal transportasi, jangan lupa juga cek itinerary kamu secara mendetail. Rajin-rajinlah buka website, blog dan baca buku travelling yang sudah ada, kalai masih bingung soal itinerary, kamu bisa ngintip dari paket – paket tour yang sudah ada.
  • Ada trik kalo mau lebih hemat bila menggunakan tour, ada beberapa tour yang harganya sudah termasuk tiket pesawat (misalnya di avia travel, tour ini sudah bekerja sama dengan airlines), nah biasanya saat budget airlines-nya promo, tour ini juga ikutan menawarkan paket yang lebih murah karena ticket airlinesnya sedang promo.

http://www.yuktravel.com/

http://www.avia-tour.com/

http://weddingku.com/

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s