Posted in Central Java, Indonesia, Wonogiri

Waduk Gajah Mungkur

The Locket
Gajah Mungkur Gate

Mei lalu saat berkunjung ke kampung halaman Ayah saya di daerah Wonogiri, saya mengajak suami dan baby gendis berkunjung ke obyek wisata waduk gajah mungkur , waduk ini adalah obyek wisata yang paling terkenal dan paling dekat dari kampung Ayah saya di daerah Pracimantoro.

About It

Buat yang belum tahu mengenai waduk gajah mungkur berikut penjelasannya.

Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur

Waduk Gajah Mungkur adalah sebuah waduk yang terletak 3 km di selatan Kota kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungaiterpanjang di pulau Jawa yaitu sungai Bengawan Solo. Mulai dibangun pada akhir tahun 1970-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Waduk dengan wilayah seluas kurang lebih 8800 ha di 7 kecamatan ini bisa mengairi sawah seluas 23600 ha di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Selain untuk memasok air minum Kota Wonogiri juga menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 12,4 MegaWatt. Untuk membangun waduk ini pemerintah memindahkan penduduk yang tergusur perairan waduk dengan transmigrasi bedol desa ke Sitiung, wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Waduk Gajah Mungkur juga merupakan tempat rekreasi yang sangat indah. Di sini tersedia kapal boat untuk mengelilingi perairan, juga sebagai tempat memancing. Selain itu dapat pula menikmati olah raga layang gantung (Gantole). Terdapat juga taman rekreasi “Sendang” yang terletak 6 km arah selatan Kota Wonogiri. Pada musim kemarau, debit air waduk akan kecil dan sebagian dari dasar waduk kelihatan. Dasar waduk yang di pinggiran dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menanami tanaman semusim, seperti jagung (sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Gajah_Mungkur).

Kalau dari arah pracimantoro seperti saya sepanjang jalan mendekati areal obyek wisata ini adalah lereng-lereng terjal perbukitan kapur yang dikombinasikan dengan pohon-pohon jati. Kalau kamu hobi fotografi, areal sini bagus untuk mengasah kemampuan fotografi kamu.

Gajah Mungkur dari ketinggian
Gajah Mungkur dari ketinggian

Harga tiket masuknya sangat terjangkau, hanya 5 K/orang, belum termasuk biaya parkir kendaraan (bus 11 K, minibus 5 K, mobil 3 K dan motor 5 K). Saat saya ke sini kemarin, berhubung saya ditemani sepupu saya yang asli orang sana, si sepupu saya itu masih nawar harga tiket ke petugas dan hebatnya dikasih, jadi total berlima ditambah mobil yang harusnya bayar 30 K, saya cuma bayar 20 K, hahahaha (jangan ditiru ya).

Waterboom Gajah Mungkur
Waterboom Gajah Mungkur

Selain menyajikan pemandangan danau dan bermain perahu, di sini ada juga kebun binatang mini (yang sayangnya kurang terawat) yang tiket masuknya sudah termasuk dalam HTM Gajah Mungkur . Selain itu juga ada mini waterboom yang masih baru (kalau lagi lebaran kata saudara saya udah kayak cendol saking ramenya, giliran bukan lebaran sepi banget sampe bikin rugi pihak pengelola), HTM Waterboomnya bayar lagi 15 K .

Saat lebaran, obyek wisata ini bener-bener jadi favorit warga, untuk masuk pun susah, tempat pakir bener – bener gak menampung dan jadi biang macet hingga berkilo-kilo meter jauhnya, makanya kalau lagi lebaran saya anti ke sana. Boro-boro bisa refereshing, yang ada malah mumet saking tumpek bleknya orang, belom lagi kalau lebaran sering ada panggung pertunjukkan campur sari, kebayang kan berisiknya kayak apa.

Saat saya ke sana mei lalu, pengunjung tidak terlalu ramai, jadi bisa santai-santai duduk di pendopo , cukup nyaman duduk-duduk di bawah pendopo yang dinaungi pepohonan rindang, sambil melihat pemandangan air biru di kejauhan, sementara angin semilir sepoi-sepoi, lumayan bikin jadi ngantuk. Kalau rada laper, tinggal beli jajanan yang ada di sekitar, dan nggak seperti di Jakarta di mana jajanan di tempat wisata identik dengan kata mahal, di Jawa Tengah harga makanan di tempat wisata sama murahnya.

The lake
The lake

Sayangnya keindahan alamnya tidak dibarengi dengan pengelolaan yang baik, menurut saya fasilitas yang ada sudah tua dan gak bagus lagi udah gitu minim jumlahnya, tempat duduk kurang, anjungan sudah berkarat, aspalnya sudah berlubang-lubang, dan area parkirnya konturnya naik turun dan tidak teratur. Belum lagi pedagang kaki lima yang mangkal sembarangan di mana – mana, berakibat sampah berceceran di mana-mana. Sebaiknya pengelolaannya lebih ditingkatkan lagi, fasilitas umum diperbanyak sehingga pengunjung lebih nyaman (jamak lah di Indonesia yang namanya obyek wisata kebanyakan fasum fasosnya jelek cenderung menjijikkan malah). Pastinya selama di sini, saya dan suami saling berandai-andai coba kalau Singapore yang punya waduk kayak gini, udah dibikin resort kali di atas pulau yang ada di tengah-tengah, dibikinin anjungan, dibikinin icon-icon, pokoknya bisa jadi word’s famous object deh.

Cullinaire Itself

Berhubung waduknya digunakan sebagai perikanan, maka kuliner yang terkenal dari daerah sini adalah ikan hasil budidaya waduk yaitu nila dan wader. Kalau berkunjung ke sini, jangan lewatkan pengalaman kulinernya. Biar lebih nyaman, better kamu keluar dari area waduk gajah mungkur, di sekitarnya banyak tempat makan berkonsep lesehan. Restaurantnya sendiri berada di atas bukit-bukit kapur yang mengelilingi waduk, jadi sambil makan kamu bisa menikmati pemandangan waduk dari ketinggian.

Manusia-manusia kelaparan
Manusia-manusia kelaparan

Kemarin saya berkunjung ke RM Sari Raras (lokasinya sebelum pintu masuk Waduk Gajah Mungkur) dan mencoba menu wader nya, yang belum tau apa itu wader , wader itu adalah ikan kecil-kecil seukuran jari tangan yang biasanya digoreng kering. Rasanya tawar bukan asin seperti ikan asin atau teri, jadi biar ada rasanya kita harus memakannya dengan sambal, dan berhubung orang-orang wonogiri terkenal dengan sambal bawangnya yang super pedes, ikan wader ini biasanya ditemani dengan sambal bawang, kalau kamu gak kuat pedes, bisa minta sambal terasi. Uniknya lagi, di resto ini kita kan diberikan compliment berupa lalapan dan trancam (kuliner khas wonogiri, sejenis urap yang rasanya pedas), Hal yang paling meneyenangkan dari Jawa Tengah adalah apa-apa masih serba murah, untuk makan 5 orang (menunya lengkap lho, ada nasi, ayam goreng, ikan mujaer, wader, tahu tempe, sayur asem, lalapan, minum) cuma habis 100 K, sampai saya mastiin bonnya takut kasirnya salah itung.

 

Wader goreng
Wader goreng

Oh iya, restaurant-restaurant daerah gajah mungkur ini tetap gak lepas dari pengamen, tapi jangan salah, pengamennya bukan yang asal kicrik-kicrik, gitaran atau nyanyi lagu-lagu modern kayak di Jakarta, pengamen di sini biasanya grup yang terdiri atas dua orang, yang satu ibu-ibu berpenampilan ala sinden lengkap dengan kebaya, sanggul gede dan riasan wajah yang akan menyanyikan tembang-tembang  jawa ,diiringi suara kecapi jawa yang dimainkan oleh sang bapak-bapak partnernya (sayang lupa difoto). Nyanyinya bagus dan bikin suasana jawanya makin terasa kental, gak sayang ngasih minimal 5 K untuk sang pengamen.

 

 

RM Sari Raras

Jl. Raya Wonogiri Praci KM.7

Wonogiri, Jawa Tengah

 

 

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s