Posted in Bali, Indonesia

Bebek Tepi Sawah Kuta

Selepas dari GWK, jam baru menunjukkan jam 15.oo WITA, tadinya rencana kita makan siang di The Berandas-nya GWK tapi akibat baby gendis sudah sangat rewel akut, mungkin karena sudah kecapekan dan terutama karena udara di GWK sangat panas terik, makanya terpaksa dibatalkan.Begitu masuk mobil dan AC dinyalakan, baby gendis langsung tertidur lelap, fuuuhhh. Tadinya sesuai rencana itinerary hari ini setelah dari GWK, kita mau mampir ke dreamland, cari sunset spot di uluwatu dan ditutup dinner di Menega Cafe, Jimbaran. Tapi setelah berdiskusi panjang lebar dengan suami, karena kasihan sama baby gendis dan kitanya sendiri juga ternyata jadi ikutan capek , akhirnya semua itinerary terpaksa di-cancel.

Bebek Tepi sawah Kuta
Bebek Tepi sawah Kuta

b16Untuk menghibur diri sendiri, akhirnya suami mengusulkan untuk late lunch di Bebek Tepi Sawah, tapi bukan Bebek Tepi Sawah yang di Ubud, melainkan yang ada di Sunset Road, deket Krisna karena searah dengan jalan pulang ke Hotel (resto ini tempat dia biasa meeting). Ya sudahlah, berhubung kemarin yang di Ubud batal, gapapalah mencoba yang di Kuta, toh tetap sama.

The Restaurant

Maskot Bebek Tepi Sawah
Maskot Bebek Tepi Sawah

Bebek Tepi Sawah yang ada di Kuta ini merupakan cabang dari yang di samping Goa Gajah, Ubud. Cuma bedanya kalau yang di Ubud tuh beneran di tepi sawah di mana ada pemandangan padi hijau royo-royo, banyak spot foto cakep buat bernarsis ria dan pastinya adem (hiks, i miss ubud so much), kalau yang ini ya cuma restoran pakai AC, walau tetap didesain dengan tema yang sama, di mana maskot si bebek pastinya ada di depan pintu masuk.

Restonya sendiri berada di kompleks bangunan yang isinya memang restoran semua, dan letaknya ada di lantai 2. Ruangannya ada yang indoor dan outdoor, cuma kalo kamu datang di siang hari kayak saya, outdorr sangatlah tidak reccomended karena panasnya minta ampun.

Pas saya datang, suasana restonya rame banget, mungkin masih banyak orang yang late lunch kayak saya kali ya. Di indoor nya sendiri bisa milih mau duduk di kursi biasa atau sofa. Berhubung kursi biasanya penuh dan rame banget, takut tidurnya baby gendis terganggu, saya memilih di sofa.

Indoor - Area Sofa
Indoor – Area Sofa
Outdoor area
Outdoor area

The Food

The Menu
The Menu

Recommended menu dari restaurant ini adalah bebek crispy-nya. Kali ini saya memesan bebek crispy setengah porsi untuk di-sharing berdua plus gado-gado. Minumnya cukup es lemon tea, rasanya enak banget habis berpanas-panas ria di GWK.

Begitu makanannya dateng, porsinya cukup besar (ya iyalah setengah ekor), bebeknya memang sesuai namanya keliatan digoreng kering, ditambah ada compliment berupa urap kacang panjang bali dan lalapan. Tapi yang bikin menarik bagi penggemar pedas seperti saya adalah sambalnya yang ada tiga rupa.

Bebek Crispy + Gado-gado
Bebek Crispy + Gado-gado

Begitu nyobain bebeknya, bener-bener awesome, kalo kata Pak Bondan “maknyous” abis. Dagingnya bener-bener empuk dan gak ada rasa amisnya sama sekali, sementara kulit si bebek bener-bener crispy dan garing, kalau di tukang bebek lainnya kadang masih ada lemak nempel, ini benar-benar garing. Disajiin masih panas-panas sambil dicocol dengan sambal matah khas Bali, wuih, enak banget. Yang beda dari bebek ini ada adalah bumbu yang digunakan pada daging bebek plus sambalnya yang memang khas Bali. Rasa gado-gadonya pun nendang, sayuran, tempe, tahu dan telur yang disajikan masih fresh dan nge-blend dengan bumbu kacangnya.

Eh tapi, lagi enak-enaknya makan, baby gendis tiba-tiba bangun dan nangis kejer, dan parahnya lagi gak mau diem, sampe akhirnya saya dan suami harus gantian makan, digendong ke sana-sini tetap gak mau diem, akhirnya setengah porsi makan dihabiskan dengan buru-buru dan sumpah … bebek yang tadinya rasanya sangat enak jadi gak berasa apa-apa lagi begitu baby gendis mewek, hiks.

Conclusion

Tapi di luar tragedi baby gendis nangis, bebek crispy di sini bener-bener enak dan pastinya saya bakal ke sini lagi kalau ke Bali (walau infonya sekarang  Bebek Tepi Sawah buka cabang diSerpong). Walau harganya di atas rata-rata, waktu itu bebek crispy saya sekitar 87 ~ 88 K, belum termasuk tax, tapi berhubung memang enak, yah sebandinglah.

Saran saya, kalau kamu punya banyak waktu, mending mampir ke Resto utamanya yang di Ubud, kalau mau liat seperti apa suasananya bisa klik ke link facebooknya, tapi kalau gak punya banyak waktu bisa mampir ke yang Sunset Road kayak saya.

Bebek Tepi Sawah Ubud

Jl. Raya Goa Gajah, Br. Teges – Peliatan –  Ubud, Bali , Gianyar 80571

(0361) 975656

Website http://www.tepisawahvillas.com

Bebek Tepi Sawah Kuta

Jl. Raya Tuban (Across Krisna Oleh Oleh)

Kuta, Bali 8036

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

2 thoughts on “Bebek Tepi Sawah Kuta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s