Posted in Bali

Cafe Degan

Logo Cafe Degan
Logo Cafe Degan

Kunjungan ke cafe degan ini ceritanya dalam rangka memperingati hari anniversary wedding saya yang pertama, makanya dicari yang tempatnya lebih nyaman dan berkonsep fine dining, tadinya sempet pertimbangin beberapa tempat seperti made’s warung, metis atau potato head, cuma karena pulang dari beach walk jam sudah menunjukkan jam 9 malem dan baby gendis juga sudah terlelap ( i really hate perbedaan zona waktu antara jakarta dan bali yang walaupun cuma beda sejam tapi berasanya boros waktu banget), jadi diputuskanlah mau dinner di cafe degan yang emang searah dengan jalan pulang ke hotel. Selain itu kalau ke potato head juga gak cocok, di sana mah jedak jeduk, hehe.

Intro

Cafe Degan ini memang bener-bener cafenya Chef Degan (walau yang masak bukan beliau langsung) yang sekarang ini populer banget karena sering wara wiri di TV sebagai juri MasterChef Indonesia dan belakangan juga jadi bintang iklan Blue Band. Kalau kamu pemirsa setia MasterChef Indonesia seperti saya yang selalu mangkal di depan TV setiap weekend buat nonton acara ini, pastinya excited banget pingin nyobain restoran yang satu ini, pingin tau kayak apa sih resto-nya Chef yang suka adem ayem tapi kadang – kadang pedes kalo ngritik ini.

Chef Degan
Chef Degan

Yang belum tau mengenai Chef Degan,  ini sekilas infonya (kalo dari segi muka, mukanya sangat njowo sekali ya). Pemilik nama asli Degan Septoadji Suprijadi ini mulai menekuni dunia kuliner ketika berada di Jerman. Di negeri orang sana, dia mengaku kerap ditinggal kedua orangtuanya, mau tak mau dia harus belajar mandiri. Chef Degan mengambil pendidikan kuliner di Jerman, dan mulai bekerja di Hotel Hilton pada 1988. Dia kemudian menambah jam terbangnya hingga ke luar Jakarta, seperti Bali, Pulau Bintan, hingga bekerja di beberapa hotel berbintang di luar negeri, seperti Eropa, Amerika, Australia, China Tibet, Srilanka, Panama, Bahama, hingga Afrika. Dengan banyak pengalaman yang telah didapatkan, Chef Degan kini memantapkan diri pada olahan menu Thailand dan Indonesia.

Plang "Cafe Degan"
Plang “Cafe Degan”

Lokasi Cafe Degan ini ada di Jl. Petitenget No. 9, gampang nyarinya karena lokasinya pas di pinggir jalan utama dan ada plang nya yang cukup besar. Cafe ini juga lokasinya ada di sepanjang resto-resto kuliner dengan tema fine dining di sepanjang petitenget. Cuma sayang banget tempat parkirnya kecil banget, cuma muat sekitar 3-4 mobil, belum kalau ada motor, dan pas kita dateng lokasi parkir yang gak seberapa itu pun sudah penuh sampe ke badan jalan, walhasil kita parkir mobil di seberang jalan di depan rumah orang (tukang parkirnya nyuruhnya di situ juga sih, jadi jangan salahin saya ya buat yang punya rumah).

The Restaurant

25273_363070434428_2818393_n
Entrance – Javanese Lamp

Bentuk Cafe Degan ini mengingatkan saya dengan rumah jawa joglo, di mana elemen kayu hitam sangat mendominasi, dan interiornya juga sangat jawa tradisional dengan bentuk lampunya yang khas, malah ada patung pengantin jawa kayu segala dan ada hiasan tirai-tirai dari selendang putih, wah konsep fine dining nya terasa banget. Furniture-nya menurut saya sangat minimalis, jadi space yang dibutuhkan per meja gak besar, sehingga lokasi antar meja tidak terlalu dekat dan menciptakan privacy yang lebih nyaman kalau mau ngobrol, jadi gak perlu takut obrolan kita terganggu sama obrolan tetangga.

25273_363070444428_846277_n
Interior Cafe Degan
Atap bubungan khas joglo
Atap bubungan khas joglo
Hiasan Pengantin Jawa
Hiasan Pengantin Jawa

Service

Begitu masuk resto, seperti di resto fine dining lainnya, sudah ada waitress professional yang menyambut di pintu dengan senyum yang ramah (tapi kalau kebanyakan malah bikin jengah, hahahaha) dan seperti pula kebanyakan resto jenis gini di Bali, customernya kebanyakan bule semua, tapi bikin bangga juga ternyata Indonesian cuisine bisa diterima oleh turis bule juga. Servicenya bagus (secara tax service aja 15 %), cepet dan cekatan.

The Food

529922_10151589819624623_1976734833_n
Cozy Place

Beralih ke cita rasa, resto ini mengusung menu Jawa dan Thailand, serta fusion antara keduanya. Menurut rekomendasi, di jajaran menu Indonesia, wajib mencicipi kelezatan Daging Sambal Hijau dan Ikan Panggang Kemangi yang dimasak di dalam daun pisang.  Kalau untuk menu khas Thailand, Yum Nuea, salad beef yang pedas, asam dan manis dengan tambahan tomat dan timun.

Dessert dipajang di entrance

Sebagai penutup, chocolate éclair dan crème brulee bisa dijadikan pilihan. Cuma berhubung saya adalah seorang picky eater yang amat parah, yang makannya sangat pilah pilih, akhirnya pilihan saya jatuh ke ayam goreng khas cafe degan, suami memilih sop buntut (sebelumnya dia pernah makan menu ini sama owner proyeknya saat meeting di sini dan langsung jatuh cinta sama sop buntutnya, katanya enak banget) sementara minumnya kita pilih teh poci yang bisa di-sharing berdua.

Saat membuka jajaran menu dan liat harga, harga yang dibandroll menurut saya cukup tinggi, di mana rata – rata main course yang ditawarkan minimal harganya 75 K, dan minuman mulai 25 – 30 K, wajar sih untuk resto dengan konsep begini, di Jakarta seperti bunga rampai dan harum manis juga hampir sama rate-nya.

Di depanku ada bunga dan botol susu

Sambil menunggu pesanan dateng, saya dan suami mulai ngobrol dan untungnya baby gendis pengertian banget, sepanjang dinner dia tidur lelap banget. Mungkin juga karena suasana restorannya sangat mendukung sekali, pencahayaan dibuat agak remang-remang, musik yang disetel gak hingar bingar dan volumenya juga sesuai, plus ada aroma theraphy di sekeliling ruangan, rasanya nyaman banget.

Gak lama pesanan dateng dan voilaaaaaaa, ternyata porsinya ulala, gede banget. Ayam goreng yang saya pesen itu ternyata porsinya adalah setengah ekor ayam utuh, sementara sop buntut suami saya aja mangkoknya besar. Ini porsi paling nggak seharusnya bisa di-sharing 2-3 orang. Begitu makan, wuih, ternyata gak salah Chef Degan dipilih jadi juri-nya Master Chef Indonesia, enak banget. Tampilan makanannya juga bagus, ditata dengan baik, jadi makin selera makannya.

544117_10151589820469623_2001473015_n
Here It is

Ayam goreng saya itu dagingnya lembut banget, begitu dikunyah cepet banget hancurnya, dagingnya gak ada alot-alotnya sama sekali, kulitnya garing dan bumbunya meresap banget, apalagi sambelnya buat orang penggemar pedas seperti saya sangat pas, terus ada rasa asam-asamnya jadi segar banget.

Kalau soup buntut suami saya malah menurut saya lebih enak lagi, saya yang biasanya gak pernah suka makan soup buntut (karena rada alot) malah doyan, buntutnya juga diolah jadi halus banget, dibelah pakai garpu juga langsung lepas, dan yang paling istimewa adalah rasa kuahnya, menurut saya lebih spicy daripada sop buntut umumnya, dan ada sedikit sour-nya, disajikan dalam keadaan panas, rempah-rempahnya masih harum kecium saat menyeruput kuahnya itu , yummy banget, mungkin ini fusion indonesia sama thailand yang jadi ciri khas Chef Degan.

Untuk teh pocinya cukup standar, gak terlalu istimewa tapi enak. Dan walaupun ayam gorengnya enak banget, berhubung sebelumnya saya baru aja makan di eat n’ eat dan juga emang porsinya gede banget, kapasitas perut gak nampung juga, saya cuma mampu habisin sepertiga porsi dan sisanya karena sayang yah dibawa pulang aja lagi.

Conclusion

Menurut saya sih, overall menilai dari cita rasa dan porsi yang ditawarkan, sebanding lah harganya, walau mahal tapi pantes, tapi sebenarnya karena porsi yang ditawarkan besar, kalau misalnya kita sharing jadinya gak gitu mahal juga. Overall very good, cocok lah jadi restoran milik seseorang yang berpredikat sebagai juri Master Chef Indonesia. The Taste is good, performance is good and concept is good. Oh iya, jangan lupa aturan tax 10 % + service 15% ya.

Info

Cafe Degan

Jl. Petitenget No.9 ,Kerobokan, Kelod, Kuta Utara, Bali.

Phone +62-361-744 8622; 744 8624; +62 81337 265686

https://www.facebook.com/pages/Cafe-Degan

Author:

maybe i'm late on falling love with travelling, but later is better than never, get ready for travelling with the baby moms

One thought on “Cafe Degan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s